Assalamu’alaikum prmbaca ……
Semoga kasih Allah selalu tercurah pada kita semua ya. Topik kali ini saya ingin mengulik tentang Supernova. Mungkin ada yang baru denger, ada yang pernah dengar dan ada yang sudah tahu ya apa itu Supernova…
Tulisan saya kali ini akan saya persembahkan untuk guru-guru saya, motivator dan inspirator dalam hidup saya baik yang telah berpulang atau yang masih ada. Semoga beliau masih bisa melihat karya saya…. kalau bicara soal guru kok auto meleleh ya air mata saya….
Baru baru ini saya kehilangan Guru besar yang sangat berperan dalam karir dan keilmuan saya, sang inspirator dan motivator terbaik yang pernah saya temui, Prof. DR. H. Agustitin Setyobudi, MM, Ph.D dan semoga Allah membalas setiap kebaikan dan dedikasi beliau dengan sebaik baik tempat kembali. Juga doa yang sama untuk guru guru saya yang telah berpulang membawa amalan dan ilmu yang tiada putus yang akan saya amalkan dalam setiap langkah saya, semoga ini menjadi ladang pahala untuk beliau semua …. Aamiin…

Yuuk kita kembali ke laptop hehe…. Dalam gugusan dan jajaran mega alam semesta banyak terdapat jutaan bintang bintang yang menjadi pusat dari orbit planet-planet yang berhimpun menjadi galaksi-galaksi yang memenuhi harmonisasi alam semesta. Begitu apik, teratur, menari-nari dengan indah dalam setiap orbitnya, entah bagaimana gravitasi orbit terbentuk pada mulanya? Wallahu ‘alam…. Kita hanya bisa mencerna dan meninjau dengan kaca mata ilmu manusia yang kata Allah ilmu kita hanya setetes air di samudra yang luas…
Supernova adalah kejadian saat Bintang mengakhiri masa hidupnya. Supernova akan terjadi ketika bintang tersebut tidak lagi memiliki cukup bahan bakar untuk proses fusi di inti bintang untuk menciptakan tekanan keluar sehingga memicu terjadinya dorongan gravitasi kedalam massa bintang yang besar.
Sebelum berbicara lebih detil tentang supernova lebih enak jika kita mengulik tentang bintang terlebih dahulu ya pembaca…… Bintang yang sering kita lihat di langit malam sebagai benda langit nan indah yang berkelap kelip, kita kenal sebagai pusat dari sebuah tata surya yang dikelilingi planet planet dan benda langit lainnya yang bertawaf dengan setia dan tanpa lelah sampai nanti sang bintang kehabisan energi dan bahan bakar untuk kemudian mati.
Bintang dapat memancarkan cahaya sendiri, karena disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi di dalam intinya dan bintang tersebut sering disebut sebagai bintang nyata. Sedangkan bintang yang hanya bisa memantulkan cahaya disebut bintang semu, tetapi bintang semu bukanlah bintang, ia hanya planet yang memantulkan cahaya dari bintang lain dan terlihat bercahaya di langit seperti sebuah bintang. Jangan sampai gagal paham ya…..
Ciri-ciri Bintang
Tidak semua benda langit bisa disebut sebagai bintang. Ada klasifikasi khusus terhadap benda langit agar dapat disebut bintang. Berikut cirinya :
1. Ukuran sebenarnya dari bintang sangat besar dan bervariasi, ada bintang yang ukurannya hanya 20 – 40 km, ada juga yang ukurannya mencapai 900 km.
2. Sebuah benda langit bisa dikatakan bintang jika dia menghasilkan cahaya sendiri dan mempunyai massa 0,08 – 200 kali massa Matahari.
3. Memiliki komposisi yang tersusun atas 71% hidrogen dan 27% helium dan sisanya berupa unsur-unsur yang lebih berat.
4. Bintang selalu mempunyai bagian inti yang setimbang secara hidrostatis. Kesetimbangan hidrostatis ini terjadi saat tekanan dari dalam ke luar bintang mengimbangi gaya gravitasi yang menarik bintang dari luar ke dalam. Selain kesetimbangan hidrostatis, inti bintang pun mesti berada dalam kesetimbangan termal (suhu).
5. Benda yang disebut bintang harus memiliki suhu biasanya 50.000 0C.
6. Umur atau usia bintang diperkirakan dari massanya. Makin besar massa sebuah bintang maka semakin muda umur bintang itu. Usia bintang yang banyak ditemui sekarang ini berada dalam rentang 1 – 10 milyar tahun,
7. Pengamatan kinematika bintang berdasarkan arah kecepatan radialnya, apakah menuju atau menjauhi matahari serta pergeserannya secara melintang. Lewat data itu, astronom bisa mengetahui asal mula, umur, bahkan struktur dan evolusi bintang dan galaksi di sekitarnya.
8. Bintang muda biasanya mempunyai laju rotasi lebih cepat dibanding bintang yang lebih tua. Faktor yang mempengaruhi kecepatan rotasi bintang ialah medan magnet serta angin bintang.
Bersambung ……………….




