New Normal dan Herd Immuniti ibarat Dua sisi Mata Uang (Bisa Menguntungkan dan Bisa Merugikan) Oleh : Zahid Ramdhan

New Normal dan Herd Immuniti ibarat Dua sisi Mata Uang (Bisa Menguntungkan dan Bisa Merugikan) Oleh : Zahid Ramdhan

Indonesia bersiap menghadapi era normal yang baru atau new normal pada kondisi pandemi virus Corona (COVID-19). Hal tersebut diharapkan akan kembali menggerakan semua aspek baik aspek ekonimi, aspek pendidikan, aspek kesehatan dan lain – lain. Terutama kegiatan perekonomian yang laju pertumbuhannya sempat terpuruk di kuartal I-2020, yaitu hanya 2,97% berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Bahkan sudah ada beberapa provinsi yang akan siap mulai bulan Juni ini untuk melaksanakan kehidupan yang baru.

Lantas apakah era new normal ini menjadi kabar baik bagi perekonomian Indonesia? Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet, hal itu tergantung kesiapan Indonesia untuk hidup berdampingan dengan virus Corona yang hingga kini belum ada vaksinnya.

Memang kalau dilihat dari sudut pandang ekonomi, kegiatan lockdown yang terus-menerus ini tentu akan ada dampak buruknya bagi banyak aspek terutama aspek ekonomi sehingga mau tidak mau pemerintah harus mengambil jalan tengah. Dan menurut saya jalan tengah yang diambil pemerintah saat ini adalah dengan melonggarkan dalam hal ini PSBB.

Namun jika Indonesia ternyata tidak siap menghadapi new normal, yang ada akan memicu gelombang kedua COVID-19 alias membuat kasus positif virus Corona melonjak. Bahkan indonesia bisa menjadi penyebar virus Corona seperti Cina.
Melihat kasus di Indonesia ini kalau kita berbicara Indonesia masih relatif tinggi atau meningkat dibandingkan negara lain di asia. Seandainya tidak diperhatikan tentu akan berpotensi menambah apa yang sering disebutkan orang sebagai second wave, gelombang kedua. Dan negara-negara yang berhasil saja sebenarnya mengalami itu. Dari sudut pandang mata uang maka new normal ada potensi untuk meningkatkan perekonomian, tapi ada risiko peningkatan kasus positif virus Corona, potensinya akan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi bisa terjadi bisa juga tidak. Tetapi ada risiko juga yang mengikutinya.
Kebijakan new normal harus benar – benar di perhitungkan karena situasi yang sedang di hadapi oleh hampir seluruh negara yang ada di dunia ini, maka budaya hidup bersih dan mngkuiti protokol kesehatan adalah hal yang wajib dalam mendampingi new normal yang di canangkan oleh pemerintah.
Selaian budaya hidup bersih dan mengikuti protokol kesehatan maka salah satu hal yang mungkin bisa di lakukan oleh pemerintah adalah mendampingi new normal dengan herd imuniti agar untuk terkena virus kemungkinan bisa lebih rendah.

herd immunity atau kekebalan kelompok (komunitas) adalah keadaan saat sebagian besar masyarakat terlindungi atau kebal terhadap penularan penyakit tertentu. Herd immunity akan terjadi ketika begitu banyak orang dalam suatu komunitas menjadi kebal terhadap penyakit menular sehingga penyebaran penyakit itu melambat atau berhenti. Tetapi herd immuniti juga bagai dua mata sisi uang karena WHO telah memperingatkan teori herd immuniti jika di jadikan strategi dalam berperang melawan Corona bias berdampak buruk.
Melansir laman Healthline herd immunity dapat terjadi dalam dua cara, yaitu
Banyak orang terjangkit penyakit ini dan pada waktunya membangun respons kekebalan terhadap virus yang menyerang (kekebalan alami).
Banyak orang divaksinasi terhadap penyakit tertentu untuk mendapatkan kekebalan.

Dalam kondisi saat ini herd immunity mungkin bisa terjadi, tetapi berharap itu akan menyelamatkan semua orang dianggap sebagai hal yang tidak realistis. Sebab, hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah penularan penyakit tersebut dan tingkat infeksi yang sangat cepat di seluruh dunia hingga dapat mengakibatkan kematian.
Maka kunci keberhasilan dalam memutuskan corona adalah Kesabaran dan Kedisiplinan, Kesabaran dalam menyikapi semua dampak pandemic ini dari semua sector dan kedisiplinan dalam melakukan protocol kesehatan sehingga menjaga diri merupakan menjaga ummat untuk tetap sehat dan bias beraktifitas sperti biasa di era yang baru.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA