اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَۚ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
Sebuah Ungkapan menarik. Jasad tanpa Ruh tidak mungkin berfungsi, siap dimandikan, disalatkan dan juga di makamkan. Ungkapan tersebut dimaksudkan dalam konteks membaca dan kepemilikan buku. Jika ada rumah yang didalamnya tidak ada tersimpan buku-buku, maka sama halnya dengan jasad yang tidak memiliki ruh. Fakabbir Alaihi Arba’an Liwafatihi (Takbirkan dengan empat takbir karena telah wafat:kata Imam Syafi’i).
Baiti Jannati (rumahku surgaku) Sabda Rasul, bagaimana mungkin kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki, jika dalam rumah-rumah kita tidak ada Ulama, cendikiawan, Filosof, Sufi, Fuqaha’, Mufassir, dan lainnya tidak duduk, tidak tidur dan tidak berbicara dengan kita?.
Rumah yang berisi banyak buku, berarti dia selalu bersama dengan Ulama juga berbagai ilmuan lainnya. bayangkan jika kita setiap hari dan malam di dalam rumah kita duduk, berdiri, dan tidur ulama dan pemikir di rumah kita? apa yang akan terasa? Insya Allah bahagia.
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadithnya bersabda; Siapa saja yang berada pada majelis ilmu berarti dia sedang berada di taman surga.
Ketahuilah bahwa diantara isi surga yang akan bersama Rasul, orang-orang saleh, dan juga syuhada adalah mereka yang senantiasa duduk, bersama orang-orang berilmu.
Bedakan: Orang yang Cinta ilmu dan Cinta selain ilmu, jika kita bertamu di rumahnya dengan cepat kita mengetahui bahwa pemilik rumah itu adalah ahli Ilmu karena di dalam rumahnya terdapat kutub (buku-buku) yang tersimpan di atas rak-rak buku.
Sedangkan mereka yang tidak cinta ilmu, yang kita saksikan adalah barang-barang mewah seperti Kursi yang boleh jadi tidak pernah ia nikmati hanya sebagai pajangan belaka. Kursi yang dipajang dinikmati oleh para tamu, tuan rumah hanya duduk di kursi cadangan yang kadang diambil dari kursi makannya.
Jadi masihkah kita enggan mengoleksi beragam buku dan kitab?, masihkan kita menyimpan barang-barang mewah tak berguna bagi diri kita?, masihkan kita bermegah-megah dengan pajangan serba Eropa?, masihkan kita mempamerkan kemewahan-kemewahan harta benda yang Sudah PASTI tidak akan dapat membantu kita dalam menghadapi dan berjumpa dengan Sang Khaliq?
Namun jika buku dan kitab sudah terkoleksi di rumah, jangan biarkan dibaca oleh para rayap (pemakan kertas), jangan biarkan para Ulama hanya berdiam tak mengambil manfaat dari duduk, tidur dan menginap di rumah kita. Ambillah manfaat walaupun satu halaman sehari, satu paragraf semalam. Jadikanlah buku menjadi Muqaddimah tidur.
Ingatlah seruan Ilmu kepada kita; A’thini Kullakum Wa A’tikum Juz’an (Berikanlah semua waktumu untukku niscaya aku akan memberikanmu sedikit saja dari diriku). Bagaimana kalau kita hanya menyiapkan sedikit waktu untuk ilmu, maka kita tidak akan mendapatkan apapun darinya.
Wariskanlah Buku dan Kitab untuk generasimu yang akan datang, jangan hanya mewariskan harta benda, emas, dan ladang, karena semua itu tidak akan dapat secara maksimal menolongmu.

