Membentuk Generasi Qur’ani Dibumi Seribu Masjid Oleh: Abdurrahman, S.Pd.I

banner post atas

Hari ini masyarakat NTB dan indonesia pada umumnya masih dalam status siaga covid-19, dan terus berupaya melawan dan memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 ditengah aktifitas masyarakat yang padat selama bulan suci ramadhan berlangsung. Namun meskipun demikian, kita masih banyak menyaksikan aktifitas masyarakat via aplikasi terknologi seperti zoom misalnya melakukan pertemuan online hingga kajian-kajian keagamaan termasuk di dalamnya berbagai aktifitas spiritual lainnya seperti sholat taraweh hingga tadarus Al-Quran.

Bulan suci ramadhan memang tidak bisa di pisahkan dengan tradisi keagamaan seperti Tadarus Al-Quran hingga kajian-kajian tentang Al-Quran. Karena dalam perspektif Islam Al-Quran merupakan pedoman hidup sehingga mambaca dan mengkajinya merupakan ibadah yang sangat diutamakan.

Dalam Al-Quran surat Al-Fatir ayat 29-30 Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”.

Iklan

Al-Quran merupakan bagian yang paling pokok dan mendasar dalam ajaran islam karena kitab ini merupakan kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah setelah kitab-kitab sebelumnya yakni Zabur, Taurat dan Injil yang diperuntukkan untuk petunjuk bagi ummat islam dan ummat manusia pada umumnya melalui para Nabi dan Rasul-Nya.
Poin ke-3 pada rukun iman dalam ajaran islam menempatkan derajat Al-Quran menjadi salah satu poin pokok dan mendasar dalam berislam yaitu beriman kepada kitab-kitab Allah yakni Al-Quran dan kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi dan rasul sebelumnya.
Sehingga bagi ummat islam, kitab Al-Quran merupakan sumber acuan dalam segala bentuk disiplin keilmuan dan acuan dalam menjalani kehidupan individu maupun sosial.

Betapa pentingnya Al-Quran bagi ummat manusia sehingga Ulama Kontemporer Dr. TGKH. Muhmmad Zainul Majdi, MA (TGB) ketika menjabat sebagai Gubernur NTB memberi perhatian khusus terhadap program-program yang berkaitan dengan pengkajian dan pengamalan Al-Quran. Bahkan oleh TGB saat itu merubah julukan provinsi Nusa Tenggara Barat dari Bumi Gora menjadi Bumi Al-Quran. Tidak jarang di pendopo gubernur dilaksanakan kajian-kajian Al-Quran dan kitab-kitab para ulama dengan menghadirkan para ulama, tuan guru hingga santri. Sudah sepantasnya pemerintah saat ini melanjutkan hal-hal baik seperti itu.

Perhatian terhadap Al-Quran dalam konteks ke-NTB-an bukan tampa dasar karena berbanding lurus dengan karakteristik pendidikan dan masyarakat NTB. Kita ketahui bahwa NTB pada umumnya, lebih spesifik di pulau Lombok misalnya hampir diseluruh kabupaten/kotanya bertebaran madrasah-madrasah dan pondok-pondok pesantren yang didalamnya terdapat kajian kitab-kitab para ulama hingga Al-Quran. Pada sisi lain Lombok juga di kenal dengan Pulau Seribu Masjid. Jika saja masjid-masjid ini dikelola dengan manajemen yang baik, saya meyakini NTB bisa menjadi salah satu pusat peradaban islam di Indonesia bagian timur ke depannya. Ini merupakan modal besar untuk membentuk generasi islam yang bermental kuat.

Jika kita membuka lembaran sejarah islam, kita akan menemukan bahwa masjid merupakan tempat pusat lahirnya peradaban islam. Rasul SAW ketika berhijrah ke Madinah yang pertama kali beliau bangun saat itu adalah Masjid, bukan pasar ataupun Mall.
Dari masjid itulah kemudian lahir halaqah-halaqah, majelis-majelis ilmu yang mengkaji Al-Quran, Hadits dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Sehingga aneh rasanya jika generasi islam saat ini jauh dari masjid dan enggan mempelajari Al-Quran. Tentu yang penulis maksud adalah ketika kondisi normal bukan seperti kondisi saat ini yang sedang terjadi bencana wabah virus covid-19 yang mematikan. Betapapun dengan kondisi saat ini, tidak dapat bebas melakukan aktifitas di masjid seperti biasanya namun kajian dan tadarusan Al-Quran masih bisa kita lakukan di rumah masing-masing.

Dalam sebuah Hadits, Rasul SAW bersabda: sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya. Hadis ini memberikan gambaran betapa pentingnya belajar dan mengajarkan Al-Quran kepada peserta didik kita, hingga mereka menjadi generasi yang kuat mental dan akal pengetahuannya.
Semoga dengan kondisi situasi wabah virus corona yang terjadi saat ini dan momentum bulan suci ramadhan ini membuat kita lebih dekat dengan Al-Quran dan menghidupkan hari-hari kita dengan Tadarus Al-Quran. Kita berharap bulan ramadhan kali ini kita memperoleh predikat insan yang muttaqin dan terhadap bencana virus corona kita bisa lalui dengan penuh kesabaran hingga situasi kembali pulih dan normal.

Qur’an hadits landasan kita
Bukan petunjuk bake belata
Ataupun ceceta ramalan belaka
I’tikad suci harus dijaga
(Wasiat Renungan Masa Kyai Hamzanwadi Pancor)