Ziarah Ukhowiyah NWDI ke Istanbul Turki

Ziarah Ukhowiyah NWDI ke Istanbul Turki

Sinar5news.com – Jumat (24/12), NWDI yang diwakili Ketua PD NWDI Lombok Tengah, H Habib Ziadi, M.Pd dan Relawan Lembaga Donor Abadi (Amal Dunia Islam) yaitu Syiaruddin berkunjung ke Kantor Persaudaraan Indonesia Turki dan Organisasi kemanusiaan IYSEV. Kedua lembaga ini adalah fasilitator bagi kedua negara dalam menjalin kolaborasi dan sinergi dalam upaya meningkatkan kerjasama di dunia pendidikan, sosial, ekonomi, dan dakwah.

Insya Allah ke depannya kita optimis NWDI bisa menjalin kerjasama yang produktif dan maksimal bersama kedua lembaga ini agar khidmah keummatan semakin terasa bagi masyarakat.

Dalam kesempatan ini banyak menerima ilmu dari Ustadz Ali Cetin (Asli Istanbul beristri orang Jambi, Sehingga lumayan fasih bahasa Indonesia) Tentang sejarah Turki dan latar belakangnya.

Dan kisah penaklukan Sultan M. Al Fatih atas Konstatinopel-Romawi Timur (Istanbul-Turki)

Al Fatih telah menjadi Sultan sejak Usia 12 tahun, lalu dikembalikan ke Sang Ayah, Lalu kembali menjadi Sultan di Usia ke 18 tahun dan menaklukkan Konstantinopel pada usia ke 21 tahun.

Di usia semuda itu Sultan Muhammad AlFatih atau Sultan Mehmed II menjadi jawaban dari bisyarah Rasulullah yang tertera pada hadistnya. “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad bin Hanval Al Musnad).

Hadist ini yang mendorong Sultan Mehmed II berusaha keras menaklukkan Konstantinopel. Berbagai metode dan strategi dilakukan meskipun tak jarang menemui kegagalan. Pada 20 Jumadil Awal 857 H bertepatan dengan 29 Mei 1453 M, Al Fatih beserta bala tentaranya berhasil menaklukkan Konstantinopel.

Itu di antara satu kisah di antara wejangan beliau yang sangat luas n komplit tentang Turki.

Tidak itu saja, sebagai lembaga yang menakhodai Persaudaraan kedua negara, Ali Cetin hafal sejarah diplomatik Turki Indonesia.

Hubungan Indonesia-Turki bisa ditinjau kembali ke abad ke-12. Para pelajar Islam dari Turki yang berkunjung ke Indonesia pada saat itu berperan penting dalam persebaran Islam di Indonesia. Hubungan dengan Kesultanan Utsmaniyah (Pergantian negara Turki) berawal dari ekspedisi Utsmaniyah ke Aceh pada abad ke-16, dengan alasan merespons kepada permintaan bantuan Kesultanan Aceh terhadap Portugis di Malaka.

Turki mengakui Indonesia pada 29 Desember 1949 dan hubungan diplomatik telah dibangun pada 1950. Kedutaan besar Turki di Jakarta telah dibuka pada tanggal 10 April 1957.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA