Usai Jalani Rapid Test, Pedagang di Pasar Pabean Surabaya Dinyatakan Reaktif Covid-19

0
68
banner post atas

Sinar5news.com – Jakarta – Sejumlah Pedagang di Pasar Pabean Surabaya dinyatakan Reaktif covid-19. Dari 347 pedagang, sebanyak 47 dinyatakan reaktif covid-19. Hasil tersebut terkuak usai  pedagang menjalani rapid test massal yang dilakukan Pemkot Surabaya pada Sabtu (25/7).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya (Satpol PP) Eddy Christijanto menjelaskan bahwa mereka yang dinyatakan reaktif covid-19 langsung diarahkan untuk menjalani swab test.

“Mereka yang sudah terbukti reaktif itu kan belum tentu positif corona. Maka dari itu untuk sementara ini mereka diinapkan di hotel untuk isolasi diri sambil menunggu hasil tes swabnya keluar.” Ucap Eddy dikutip dari laman resmi Antara, Minggu (26/7).

Iklan

Eddy menegaskan bahwa rapid test dan juga swab test ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yang dilakukan pada Pasar Keputran Utara dan Pasar Keputran Selatan.

Menurutnya, Pemkot Surabaya terus gencar melakukan tes Covid-19 untuk menekan angka penyebaran Covid-19 dimana salah satu sasarannya adalah pasar-pasar tradisional di Wilayahnya.

“Tujuan kami adalah untuk melihat langkah apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Mengambil kesimpulan tersebut, kemungkinan Pemkot Surabaya akan terus melakukan tes cepat dan tes usap di semua pasar tradisional di Surabaya.

Sejalan dengan itu, Pemkot Surabaya juga terus melakukan sosialisasi dan menghimbau seluruh warga menerapkan protokol kesehatan dengan patuh memakai masker, sering cuci tangan memakai sabun dan air mengalir, serta saling menjaga jarak di mana pun berada.

“Kami akan melihat potensi mana yang memang harus kita ‘treatment’ ,” katanya.

Dalam penelusuran guna menekan angka kasus covid-19 ini,Pemkot Surabaya menurunkan personil gabungan yang terdiri dari Satpol PP, BPB Linmas, tenaga medis dari Dinas Kesehatan, TNI serta Kepolisian.

Dalam hal ini, mereka langsung berpencar di Pasar Pabean dan Jalan Panggung. Mereka bertugas menutup seluruh akses masuk dan keluar dari kawasan itu.
(data tersebut melansir melalui laman resmi CNN).

Hasil dari upaya tersebut, banyak orang yang ingin menghindar berusaha pergi. Tetapi mereka tidak bisa ke mana pun karena akses jalan sudah ditutup.

“Mereka hanya diizinkan keluar dari lokasi itu jika memiliki bukti surat telah mengikuti tes cepat dan hasilnya dinyatakan non-reaktif. Akhirnya, mau tidak mau mereka pun mengikuti tes cepat,” Ungkap Eddy.