Trump Hentkan Bantuan Terhadap WHO

banner post atas

Sinar5news.com – Perseteruan antara AS dan WHO semakin memanas, terutama setelah Trump menganggap organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu bias terhadap China, negara tempat virus corona pertama kali terdeteksi dan menyebar ke seluruh dunia.(30/5)

Dilansir dari CNN Indonesia, Trump menilai WHO gagal dalam menangani permasalahan covid-19, sehingga memutuskan mengakhiri hubungan Amerika Serikat dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO)

Trump akhirnya benar-benar menghentikan bantuan AS untuk WHO pada pertengahan April lalu.

Iklan

Dia menyetop bantuan itu karena menganggap WHO tidak serius menanggapi wabah virus corona di China hingga akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Dia meyakini WHO tidak transparan dalam memberikan informasi wabah Covid-19 yang menyebar pertama kali di kota Wuhan, China.

Tak hanya dana, Trump bahkan absen dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) yang berlangsung pada pertengahan Mei lalu.

Dalam kicauannya di Twitter pada Selasa (19/5) Trump mengancam akan menghentikan dana bantuan AS secara permanen bagi WHO, kecuali badan tersebut melakukan perbaikan substantif dalam tempo 30 hari ke depan.

Merespons gertakan Trump, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta untuk tidak mempolitisasi virus corona. Dia mengimbau persatuan global untuk memerangi pandemi ini.

Dalam sidang hari kedua WHA di Swiss, Ghebreyesus berjanji akan melakukan penyelidikan mandiri terkait tanggapan lembaga tersebut dalam menangani virus corona jika kondisinya sudah tepat

Persaingan kedua negara adidaya ini kemudian semakin meruncing di kala pandemi virus berlangsung. Trump berulang kali menuduh China tidak jujur terkait awal mula penyebaran virus serupa SARS tersebut.

Tanpa bukti yang valid, Trump menuding virus corona berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan. Politikus Partai Republik itu mengklaim pemerintahannya mempunyai bukti bahwa virus corona adalah hasil rekayasa di laboratorium Institut Virologi Wuhan, China. Namun, China berkali-kali membantah dugaan tersebut.