Tragis,Mahasiswa Bunuh Diri, Di Duga Sebab Asmara.

0
127
banner post atas

Sinar5news.com – Lombok Timur – Masyarakat Desa Anjani, Kecamatan Suralaga,Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB), digemparkan dengan ditemukannya mayat laki-laki yang berstatus sebagai Mahasiswa, dengan kondisi diduga gantung diri di kos kosan khusus pria, di Dusun Anjani Barat Desa Anjani Kecamatan Suralaga, Sabtu, (27/6/2020).

 

Kapolsek Suralaga melalui Kanit Reskrim Polsek Suralaga BRIPKA Lalu Asri Wud’I, SH, membenarkan bahwa ditemukannya salah seorang mahasiswa gantung diri di kamar kosnya, yang sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Iklan

 

Dijelaskannya, Identitas mayat Nama Senewadi, Umur, 22 thn, Kelamin, laki laki, Pekerjaan, mahasiswa, Alamat, kos kosan khusus pria Darul Absor di Dusun Anjani Barat Desa Anjani Kec. Suralaga. Lalu. Asri Wud’I, SH juga menjelaskan kronologis kejadian, Pada hari sabtu tanggal 27 juni 2020 sekitar pukul 10.30 wita, bertempat di kos- kosan putra Darul Absor dusun anjani barat desa anjani, kecamatan Suralaga, kabupaten Lombok Timur ditemukan mayat yang diduga bunuh diri dengan cara menggatung diri.

 

Dimana pada awalnya korban an. SW bertengkar melalui sms dan telpon dengan kekasihnya yang bernama VD T.H, saat itu korban melalui telpon mengancam akan menggantung diri jika kekasihnya tidak datang kekosnya dalam waktu 30 menit. 

 

Namun saksi mengira ancaman korban hanya bercanda. Kemudian datang lagi sms dari korban kepada kekasihnya yg meminta saksi datang kekos korban dalam waktu 15 menit, jangan sampai terlambat.

 

Saat itu perasaan saksi tidak enak sehingga iya menelpon korban, namun tidak diangkat, sehingga korban bergegas menuju ke koskosan korban yang berjarak 500 meter dari asrama saksi dengan cara berjalan kaki.

 

Tibanya didepan gerbang kos kosan korban dalam keadaan terkunci, lalu saksi menggedor gerbang kemudian keluar saksi Ishak membuka gerbang kos tersebut. Selanjutnya  saksi menuju ke kamar korban dan Saat membuka pintu saksi VD  (pacar korban) tersebut menemukan korban SW sudah dalam keadaan leher terikat kabel dan badam tergantung menempel ditembok, kemudian saksi VD berusaha menolong dengan cara menarik tali yang menjerat leher korban dengan keras hingga tali tersebut terlepas dari tembok. 

 

Kemudian saksi VD berusaha membangunkan korban, namun korban tidak juga bergerak, kemudian saksi menelpon adiknya yang bernama Viki untuk meminta bantuan, kemudian Viki datang dan bersama saksi M.Zainuddin dan mereka berusaha membawa korban dengan sepeda motor menuju ke puskesmas Lenek. Dipuskesmas korban SW dinyatakan meninggal oleh dokter dengan luka bekas jerat tali pada leher.

 

Hasil pemeriksaan awal di TKP, Dalam tubuh korban di temukan luka segaris bekas jeratan tali pada leher. Ditemukan kabel listrik yang di ikat berbentuk sampul yang diduga digunakan oleh korban untuk mengikat dan menggantung lehernya sendiri. Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau tanda tanda perlawanan di TKP ( kos kosan milik korban). Tidak ada barang yg hilang di koskosan korban.

 

Dugaan sementara korban SW depresi karena bertengkar dengan kekasihnya VD kemudian dengan menggunakan kabel miliknya sendiri membuat sampul diikat pada paku beton yang terpasak ditembok yang kemudian diikatkan kelehernya sendiri.

 

(Bul)