TGB : Silahkan Gunakan Logo NW Seluas-Luasnya,dan Madrasah Yang Didirikan Oleh Kader Tidak Boleh Dimiliki PBNW.

Foto : H.M.Jamaluddin,BE,S.Kom (Ketua YPH-PPDNW Pancor, TGB dan TGH.Hudatullah Abdul Aziz.
banner post atas

Sinar5news.com – Lombok Timur – Acara Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1442 H di lingkungan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, Pondok Pesantren Darunnahdlathain Nahdlatul Watahan (YPH-PPD NW) Pancor telah berlangsung dengan Protokol Kesehatan Covid-19, dan dipusatkan di Musholla Al-Abror dengan penceramah TGB.Dr.TGH.Muhammad Zainul Majdi,MA. Kamis (11/03/2021).

Foto : Thulab dan Jamaah Pengajian Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW (foto. NW Media Center).

Dalam uraian hikmah Isro’ Mi’rojnya, TGB menyampaikan peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW itu diawali dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso’. Jiwa yang ada pada Rasulullah itu selalu mengarah kepada Ubudiyah atau mengarah kepada sesuatu yang bernilai ibadah, sehingga dalam ayat yang mengatak Asro Biabdhihi lebih kepada keikhlasan.

Maka diharapkan kepada semua santri apapun dan dari manapun latar bekangnya harus bisa menempatkan diri, guru adalah guru dan murid adalah murid. Untuk itu jangan ada iktikad yang mengatakan murid lebih pintar dari guru. Jangankan dalam ucapan dalam iktikad pun jangan sampai mengatakan saya lebih pintar dari guru saya, tetapi dalam menuntut ilmu itu harus Ikhlas.

Iklan

TGB juga menjelaskan perjalan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso dapat menjadi pelajaran bagi kita semua dalam meletakkan sesuatu pada tempatnya, Nabi Muhammad diperjalankan dari masjidil Haram ke Masjidil Aqso karena memang pokok dari risalahnya adalah rumah ibadah yang pertama diatas muka bumi ini adalah Ka’bah di Masjidil Haram. Dan terus disebarkan oleh keturunan dari Nabi Ibrahim sebagai orang pertama yang membuat Ka’bah di Masjidil Haram, dan diteruskan oleh kaum bani israil di Palestina dengan Masjdidl Aqso sebagai kiblatnya.

Masjidil Aqso adalah menjadi Kiblat dari Nabi-Nabi kaum bani Israil yang juga merupakan anak cucu dan keturunan dari Nabi Ibrahim, yang menjadi induk atau pokok dari penyebaran agama pada saat itu, sehingga keberadaan Ka’bah di Masjidil Haram juga menjadi pokok atau induk dari penyebaran agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim.

BACA JUGA  Hujan Membawa Berkah dalam Acara Maulid Nabi Besar  Muhammad SAW di TPQ DARUL ABROR Nahdlatul Wathan Jakarta.

“Ini adalah alur yang benar dalam beragama dan merupakan adab yang diajarkan kepada kita dalam kehidupan, dari orang tua kepada anaknya, dari Induk kepada Cabang. Dari pokok kepada cabang baru kepada ranting-ranting. Dari Pancor ke seluruh Cabang-Cabang NW,” ungkap TGB.

Maka kalau kita lihat hari jadi Nahdlatul Wathan(NW) itu didirikan 1 Maret 1953 atau bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1372 H, tapi sebelum itu ada madrasah yang pertama didirikan oleh Almagfurullah Maulana Syeikh yang namanya Madrasah NWDI didirikan tanggal 15 Jumadil Akhir 1356H atau 22 Agustus 1937 M.

“Jadi yang pertama dibangun oleh Almagfurullah Maulana syeikh itu bukan organisasi. Yang pertama jadi induknya adalah Madrasah NWDI kemudian tanggal 15 Jumadil Akhir 1362 didirikan NBDI brtepatan tanggal 21 April 1943,” urai TGB.

TGB juga menambahkan barus stelah NWDI dan NBDI terbentuk, dan hampir 50 Cabang NW terbentuk, maka Amagfurullah membentuk Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) pada tahun 1953. Yang tjuannya untuk mengkoordinir dan membina serta merapikan memperkuat perjuangan maka dibangunlah Organisasi NW.       

Itulah sebabnya NW itu tidak pernah dihultahkan yang dihultahkan itu adalah NWDI karena itulah yang menjadi Induk perjuangan, ini saya sampaikan agar dipahami oleh semua jamaah, maka yang menjadi induk perjuangan kita di NW adalah Sekolah atau Madrasah,adapun organisasi itu sebagai pendukung perjuangan

Itulah sebabnya Almagfurullah Maulana Syeikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Majid itu disebut Abu Rauhun wa Raihanun, Abul Madaris wal Masajid, Muassis Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Muassis Nahdlatul Banat Diniyah Islamiah, baru Muassis Nahdlatul Wathan. Karena itu menurutnya, tidak boleh ada organisasi yang melarang dan menekan-nekan madrasah.

“Organisasi itu dibentuk bukan untuk mempersulit madrasah, Organisasi ini dibentuk bukan untuk gagah-gagahan kepada madrasah, tapi organisasi itu untuk membina atau memberikan kemaslahatan, bukan mengambil kemaslahatan. Organisasi itu semestinya memberikan bantuan, misalnya apa yang kurang harus dibantu dan dilengkapi. Ia mencontohkan kalau ada madrasah yang kurang dari sisi kurikulum yang perlu dilengkapi harus dibantu, bukan mempersulit Madrasah,” tegas TGB.

BACA JUGA  KEMERDEKAAN DIMASA PANDEMI COVID 19

Bagi TGB, maqom dari ketua organisasi itu adalah maqom untuk berkhidmad kepada madrasah, bukan Maqom sebagai pemilik. Mdrasah itu bukan dimiliki Organisasi.

“Madrasah-Madrasah itu kalau dibangun oleh Kader-Kader NW dan belum di Waqapkan maka Madrasah itu menjadi milik dari Kader-Kader itu, dan kalau sudah diwakapkan maka Madrasah itu menjadi milik Allah dan dikelola oleh Nadzir Waqap bukan dimiliki oleh PBNW,” terang Mantan Gubernur NTB dua periode itu.

Terkait dengan logo NW Bulan Bintang Bersinar Lima, TGB menyampaikan untuk digunakan seluas-luasnya seluruh Kader NW selama masih dalam kontek atau visi misi yang sesuai dengan perjuangan NW.

“Kami sangat bersyukur kalau ada kader-kader, murid-murid, cucu murid, dan simpatisan NW yang berkenan untuk meletakkan lambang Nahdlatul Wathan itu pada sekolah atau madrasah yang dibuat. Lebih-lebih selaku keturunan almagfurullah harus bersyukur. Semakin banyak bulan bintang bersinar lima ada pada lembaga-lembaga, itu semakin bagus,” ulasnya.

Ditegaskan kembali, bulan bintang bersinar lima bukan seperti merek dagang yang tidak boleh dipakai orang lain. “Maka sebagai salah seorang dari cucu almaghfurullah, saya persilahkan bapak-bapak, ibu-ibu sekalian. Silahkan pakai bulan bintang bersinar lima selama sesuai dengan visi misi perjuangan untuk pendidikan sosial dan dakwah. Silahkan pakai,” ungkapnya.

TGB juga menegaskan, lambang NW Bulan Bintang Bersinar Lima itu simbol perjuangan, dan tidak boleh ada yang melarang. Ia mempersilahakan siapapun yang ingin menggunakan bulan bintang, karena hak cipta bulan bintang bersinar lima itu melekat pada Syeikh Zainuuddin dan keturunan. Dan salah satu keturunannya adalah Umminda Hj.Sitti Rauhun Zainuddin Abdul Majid, dan telah mengizinkan siapapun untuk memakainya selama itu sesuai dengan tujuan NW. (Bul)