Tanya jawab seputar Ramadhan bagian 2

banner post atas

Soal : Dari apakah orang yang berpuasa menjauhi diri ?
Jawab : Orang yang berpuasa menjauhi diri dari :
1. Makan dan minum dari terbit pajar sampai terbenam matahari
2. Menjauhi diri dari tidak menggauli istri di siang hari bulan Ramadhan
3. Menjauhi diri dari memasukkan sesuatu dari lubang kemaluan depan dan belakang, lubang telinga, lubang hidung dan lubang mulut.
4. Menjauhi diri dari muntah secara sengaja
5. Menjauhi perbuatan yang bisa mencederai pahala puasa, seperti menggibah, menggunjing dan lain sebagainya dari sifat-sifat yang tercela.

Soal : Manakah keutamaan Puasa Ramadhan itu ?
Jawab : Diantar keutamaan puasa Ramadhan adalah :
1. Karena besarnya keutamaan nya, Allah SWT langsung menyandarkan amalan puasa Ramadhan kepada dirinya, sebagaimana sabdanya dalam hadits qudsi ;

قال الله عز وجل: كل عمل ابن آدم له إلا الصوم، فإنه لي وأنا أجزي به

Iklan

“Allah ‘azza wa jalla berfirman: setiap amalan manusia itu bagi dirinya, kecuali puasa. Karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalas pahalanya” (HR. Bukhari – Muslim).
2. Bagi orang yang berpuasa akan mendapat ganjaran dan ampunan yang besar, sebagaimana dalam surat Al Ahzab.
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. Al Ahzab: 35)
3. Puasa sebagai tameng bagi pelakunya.

BACA JUGA  Ketum MCMI Wisnu Dewanto Melantik Pengurus MCMI Cabang Sumbawa

الصيام جُنة

“puasa adalah perisai” (HR. Bukhari – Muslim)

Soal : Benarkah ada makan dan minum yang dibolehkan pada siang harinya bagi orang yang sedang puasa Ramadhan ?
Jawab : Pada dasarnya segala bentuk makan dan minum pada siang hari bulan Ramadhan membatalkan puasa dan tidak diperbolehkan kecuali :
1. Karena lupa
2. Karena (jahil) tidak tahu hukumnya
3. Karena dipaksa.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَال: «إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي: الخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ» حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَالبَيْهَقِيُّ وَغَيْرُهُمَا.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memaafkan umatku ketika ia tidak sengaja, lupa, dan dipaksa.” (Hadits hasan, HR. Ibnu Majah no. 2045, Al-Baihaqi VII/356, dan selainnya)

Soal : apa saja sebab kejahilan (tidak tahu) yang dimaaf dalam puasa Ramadhan ?
Jawab : Diantara penyebab jahil yang dimaaf adalah karena baru masuk Islam dan jauh dari ulama (di tempatnya tinggal ajaran agama Islam masih sangat asing sehingga membuatnya tidak tahu apa yang membatalkan puasa).

Soal : Bagaimana hukum puasa Ramadhan orang yang muntah, muntah yang berkali – kali, dan merupakan sebuah kebiasaan bagi seseorang.
Jawab : Puasanya tidak batal, karena muntahnya tidak disengaja.

…فَلَوْ غَلَبَهُ اَلْقَيْءِ لَمْ يَبْطُلْ صَوْمُهُ

…maka seandainya memiliki kebiasaan muntah bukan disengaja, maka tidaklah batal puasanya.
Demikian penjelasan dalam kitab Fathul Qorib.

Fath