Taman Baca Pos Serbaguna Perumahan Puri Harmoni Muktiwari Cibitung

Taman Baca Pos Serbaguna Perumahan Puri Harmoni Muktiwari Cibitung

Sinar5news.com – Berawal dari hobi membaca sejak kecil, Agung Abdullah tergerak mendirikan taman bacaan di lingkungan. Selain untuk menularkan kegemaran membaca, taman bacaan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter untuk anak-anak.

“Cita-cita saya awalnya menjadi guru,” ucapnya.

Pos serbaguna yang baru jadi ini, utamanya, diharapkan semarak dengan kehadiran anak-anak untuk asyik membaca, menggambar, mewarnai, bermain bongkar pasang balok untuk dirangkai, mengaji dan kegiatan positif lainnya.

Di tempat berukuran empat dikali enam meter ini, terdapat buku yang tersusun rapi di sejumlah rak. Ada buku dongeng, cerita rakyat, buku pengembangan diri, buku pelatihan keterampilan, hingga buku braille untuk penyandang tunanetra. Juga akan dipajang lukisan anak-anak, gambar pahlawan nasional, dan hasil kerajinan tangan.

“Warga saat ronda juga bisa membaca atau ibu-ibu sambil menyuapkan anaknya makan pada pagi atau sore hari. Bisa juga untuk posyandu, pertemuan warga dan lainnya,” tambahnya.

Dedikasi sosok yang tinggal di D1/D2 tersebut dalam mewujudkan taman bacaan berawal dari kesukaannya membaca sejak kecil.

Saat diajak pergi oleh ayahnya, sosok kelahiran 1972 di Jakarta tersebut selalu minta dibelikan buku, majalah, atau koran.

Selain itu, dia rajin mendatangi rumah tetangganya yang berlangganan koran.

”Pertama kali yang dibaca adalah bagian puisi, cerpen, lalu komik. Baru kemudian baca beritanya,” kenangnya.

Buku dan majalah diletakkannya di pos serbaguna untuk menularkan minat membaca kepada warga sekitarnya.

Dia kembali menuturkan, harus banyak warga dan anak-anak yang lebih akrab dengan buku. Selain menularkan minat membaca, juga berupaya menanamkan budi pekerti kepada anak-anak dengan hal-hal sederhana. Salah satu contohnya, selalu mengajak membersihkan sampah di dekatnya meski sampah itu bukan milik mereka.

Fasilitas baru

Pemanfataan kedepannya tidak hanya untuk taman bacaan. Namun harus eksis dan aktif mengadakan beragam kegiatan.

Selain aktivitas membaca buku, Bendahara RT 02/RW 28 Zulkarnain menuturkan akan ada beragam kegiatan yang digelar, misalnya lomba menggambar dan mewarnai, serta beragam pelatihan.

Pihaknya menegaskan, memahami konsep ruang terbuka hijau (RTH) sebagai area yang berfungsi sebagai tempat tumbuh tanaman, baik alami maupun yang sengaja ditanam, dan penggunaannya bersifat terbuka, berbagai manfaat, utamanya dapat diakses oleh masyarakat atau kepentingan umum.

“Dengan semangat gotong royong mari kita sediakan ruang rekreasi, memperluas interaksi sosial, dan meningkatkan kualitas hidup, mempercantik lingkungan, meningkatkan keindahan visual, dan memberikan rasa nyaman,” tambahnya.

Zoel- panggilan akrab Zulkarnain- melanjutkan, terharu dan tersentuh dengan dukungan nyata Ketua RW 28 dan Ketua RT 02. Dukungan berupa berbagai bentuk, terutama kebijakan yang menguntungkan masyarakat.

“Nanti juga di sekelilingnya ada Toga (tanaman obat keluarga), koneksi wifi, tanaman hias, sarana kebugaran, kolam air mancur, area bermain yang dilengkapi ayunan dan perosotan, jogging track, tenang dan nyaman seperti ditemui di perumahan mewah dan elite pokoknya,” tutupnya.(***)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA