Tidak terasa kita sudah memasuki tahun baru Islam yang ke 1442 Hijrah. Dengan masukknya ketahun baru ini menunjukkan bahwa kita sudah mengalami sebuah perubahan, utamanya dari sisi perubahan umur yang dari hari kehari terus mengalami pengurangan.
Perubahan tersebut secara otomatis mengisyaratkan kepada kita untuk ikut eksis mengadakan perubahan menuju keadaan yang lebih baik.
Adapun diantara perubahan yang mesti dilakukan dalam mengisi tahun baru ini adalah perubahan pada diri sendiri yang meliputi:
1. Perubahan dari yang kurang semangat dalam menjalani hidup dan kehidupan menjadi lebih semangat. Utamanya dalam hal ibadah menjalankan perintah allah.
2. Berusaha berubah untuk bangkit dari keadaan terpuruk menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya.
3. Merubah sikap yang tidak peduli terhadap keadaan lingkungan sekitar, serta suka meninggalkan perintah agama, menjadi lebih peka dan lebih peduli.
4. Merubah diri dari kebiasaan melakukan perbuatan aniaya (dosa), menuju kepada tobat dan berusaha untuk menjauhinya.
5. Mengubah kebiasaan tidak suka beribadah menjadi taat beribadah, utamanya dalam hal yang wajib (fardu).
Dengan melakukan berbagai perubahan tersebut, berarti orang Islam sudah berusaha untuk melakukan hakikat Hijrah. Yaitu terus berusaha mengupdate diri menuju keadaan yang lebih baik.
Semua bentuk perubahan itu tidak akan mungkin tercapai kecuali dengan memulai pada diri sendiri untuk menanamkan tekad untuk berubah. Tekad adalah langkah utama untuk memulai sebuah perubahan dan merupakan pijakan utama untun berpindah dari sebuah keadaan. Dalam surat Ar Ra’du ayat 11 (sebelas) Allah menegaskan, bahwa salah satu syarat dari perubahan adalah memulainya dari diri sendiri.
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka” (QS. Ar-Ra’du [13]: 11).
Fath.



