Sinar5news.com – Lampung – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menyelenggarakan Pratemu Nasional BEM Nusantara yang ke-XIV dengan tema “Meneguhkan Nilai-Nilai Kebangsaan sebagai Pilar Persatuan Bangsa Indonesia” bertempat di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Kamis (22/6).
Acara tersebut turut serta dihadiri oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini. selain itu juga hadir Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung, Ahmad Farich, perwakilan Pemprov Lampung, perwakilan Polda Lampung, Founder Kolaborasi Milenial Indonesia Dimas Prayoga, Koordiator BEM Nusantara dari setiap daerah di Indonesia serta ribuan mahasiswa.
Dalam wawancara khusus team sinarlima media bersama salah seorang BEM Nusantara dari Dewan Eksekutif Mahasiswa STAI AL AQIDAH AL HASYIMIYYAH JAKARTA menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung selama 4 hari terhitung mulai 22-25 Juni 2023.
“Kegiatan pratemu tersebut akan berjalan selama 4 hari yaitu dari tanggal 22 – 25 Juni 2023, ada beberapa topik yang akan menjadi pembahasan pada pertemuan tersebut termasuk bagaimana kontribusi BEM Nusantara untuk bangsa.”,. Ujar Subkhi selaku Presma STAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dirinya hadir membawa bendera DEMA STAI Al Aqidah Al-Hasyimiyyah karena menurut-nya pertemuan ini sangat berharga dan akan menghasilkan ide-ide cemerlang untuk bangsa dan negara.
“Kita tidak hanya bicara mengenai arti dan kontribusi, namun besar harapan bahwa kehadiran kami dapan menjadi bukti sejarah dan pengalaman serta pelajaran bagi kita semua yang turut hadir ditempat ini.”,. Jelas Subkhi kepada media.
Disamping itu, Koordinator Pusat BEM Nusantara, Achmad Supardi yang akrab dengan sapaan Ardi itu menyampaikan gagasan-gagasan yang relevan mengenai pendidikan, sosial, kesehatan hingga peran mahasiswa dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.
Ardi juga mengusulkan berbagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan kualifikasi guru, pengembangan kurikulum yang relevan dengan tuntutan zaman, serta pemberian bantuan pendidikan kepada masyarakat yang kurang mampu.



