Simposium OKP Tingkat Nasional Pemuda Sholid Indonesia Bangkit

Simposium OKP Tingkat Nasional Pemuda Sholid Indonesia Bangkit

 
Sinar5news.com- Jakarta- Perserikatan Organisasi Kepemudaan Nasional berkonsulidasi dalam memajukan organisasi pemuda. Arah baru gerakan pemuda yang di inginkan presiden terpilih M.Rayno Panjaitan sangat membumi sejalan dengan era masa kini  membawa pemuda Indonesia maju dalam persaingan global.
 
Dalam orasinya yang disampaikan di simposiom Perserikatan Organisasi Kepemudaan Nasional  (Poknas) Selasa, 19/10 di Hotel central Cawang yang diikuti oleh 89 peserta OKP nasional beliau sampaikan bahwa,”  arah baru gerakan pemuda Indonesia masa depan harus sudah link and Mach sehingga akan mampu tumbuh berdaya saing. Politik pemuda haruslah berubah tidak melulu mengejar kekuasaan tapi Harus sudah berbalik menuju politik kesejahteraan artinya pemuda semestinya harus sejahtera dulu baru berkuasa. Memang organisasi politik dan kekuasaan adalah bagian yang tidak terpisah agar kita terhindar dari prilaku menyalahgunakan kekuasaan. pemuda yang sejahtera itu penting sebelum berkuasa, Saat ini negri kita masuk dalam level 120 tingkat korupsinya dari 150 negara korup dunia. Ini akibat dari mengejar politik kekuasaan sebelum sejahtera akan cendrung menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. 
 
Politik kesejahteraan yang akan kita jalankan ke depan adalah link and Mach, meletakkan posisi yang tepat sesuai keahlian masing², menggunakan tekhnologi untuk big data, mengenali kekuatan OKP kita, bekerja kolektifitas, menggali potensi kekuatan ekonomi daerah sehingga kita dapat berkolaborasi menjalankan politik kesejahteraan bersama di semua lini di seluruh Nusantara. Jika ini kita organisir rapi dengan sentuhan tekhnologi kita akan mampu menggerakkan semua bahkan kita dapat memainkan peran kepemudaan di tingkat dunia”. Tuturnya dalam orasi Foknas.
 
Sementara OKP Patriot berpandangan, ” apa yang dicanangkan oleh presiden Foknas adalah seiring sejalan dengan visi pemerintah melakukan trobosan dan lompatan, pemuda harus melek tekhnologi karena saat ini dunia sedang mengarah ke tekhnologi 5.0 sangat cepat. Sehingga semua kebutuhan dan permainan dan informasi ada dalam genggaman. Bonus demokrasi dengan penduduk lima besar dunia adalah pasar nyata jika tidak bisa kita mainkan kita akan jadi penonton di negri sendiri. Kedepan yang dibutuhkan pradaban dunia adalah pertarungan ide dan gagasan yang tentunya memberikan kebermamfaatan untuk kesejahteraan sosial dengan nilai Budi kemuliaan”. Demikian Bung Ali Akbar mengapresiasi.
 
Acara berjalan sangat hidmat penuh kekeluargaan dalam semangat kebersamaan dengan tetap berpedoman pada satu ide untuk kejayaan pemuda yang sholid Unggul.  (SM)
 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA