SHALAT JUMAT DI LOMBOK TIMUR DITIADAKAN Oleh : M. Azimuddin, S.Pd

SHALAT JUMAT DI LOMBOK TIMUR DITIADAKAN Oleh : M. Azimuddin, S.Pd

Sinar5news.com –  Jebolnya pertahanan dari covid 19 di NTB yang dumumkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat pada tanggal 24 Maret 2020, dengan ditetapkannya satu orang warga Lombok Timur yaitu seorang pengasuh pondok pesantren Gontoran Di Desa Banjar Sari, Kecamatan Aikmel. Bahkan suaminya pun kini sudah positif pula, membuat pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Lombok Timur segera mengambil langkah cepat untuk memutus rantai penularan virus corona ini. Penderita tersebut tertular setelah kembalinya dari Jakarta dalam rangka mengadakan sebuah pertemuan akbar.

Langkah cepat yang diambil pemerintah daerah Lombok Timur yaitu dengan segera mengisolasi Pondok Pesantren tersebut dan tidak mengizinkan semua penghuni Ponpes untuk keluar. Begitu pula dengan warga yang sudah pernah kontak dengan penderita 01 di NTB, dimana seorang warga Banjarsari pernah diminta untuk memijat penderita positif corona, kini sedang dalam pengawasan. Demikian pula di wilayah Aikmel, kini telah dipasang polis line untuk menghindari penularan covid 19 tersebut.

Dan saat ini bagi warga Lombok Timur sedang dalam ancaman besar dan merasa was was berpergian maupun beraktifitas. Apalagi setelah dilakukan track atau penelusuran kronologi perawatan yang pernah dilakukan pasien tersebut, sebelum ditetapkan sebagai orang yang terkena positif covid 19. Pasien tersebut pernah berobat di rumah sakit Selong, di Rumah Sakit Risa dan dikabarkan korban pernah singgah sholat di masjid Pancasila Rakam kecamatan Selong.

Karena dikhawatirkan, pendeŕita telah melakukan interaksi dengan masyarkat, maka pemerintah Lombok Timurpun kini melarang untuk sholat berjamaah di masjid Raya Pancor dan Rakam, bahkan untuk Jumatan pada hari ini, 27 Maret 2020 di wilayah lombok Timur dan sebagian masjid-masjid wilàyah Lombok termasuk masjid di wilayah Desa Sikur tempat penulis tinggal.

Inilah sejarah yang sangat luar biasa dan belum pernah terjadi, dibanyak tempat masyaràkat dilarang melaksanakan solat Jumat dan kegiatan – kegiatan yang berinteraksi dengan orang banyak. Polisipun kini tetap berpatroli untuk membubarkan kerumunan masa.

Kondisi Lombokpun kini semakin terasa terancam penyebaran covid 19 ini, dikarenakan banyak warga yang menjadi TKI maupun TKW pada pulang dari luar Negeri seperti Malaysia dan lain-lain. Begitu pula ada warga yang sudah merantau di tanah Jawa dan ingin mudik ke Lombok. Ditambah watak warga masyarakat yang susah dihimbau untuk tidak banyak beraktvitas di luar rumah. Ini semua dapat menyebabkan potensi terserang covid 19 semakin banyak.

Kita berdoa semoga Allah melindungi NTB khususnya dan Indonesia umumnya dari ganasnya virus covid 19 ini. Aamiin.

Lombok, 2 Sya’ban 1441 H/27 Maret 2020 M

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA