Senjakala NW dan Tiada Habisnya Dirundung Hujan

Senjakala NW dan Tiada Habisnya Dirundung Hujan

Oleh: Dr. Salman Faris, M.Sn

Satukan hati bariskan visi
Henti rasa sah sendiri
Jamaah bosan seperti ini
Lama-lama ditinggal pergi

Sah tak sah bukan sejati
Bukan utama dalam mengaji
NW bukan ladang dibagi
Bukan dipangku pelit dibagi

Kalau tak henti menuding jari
Mencibir muka memijak kaki
Jamaah pecah berlari hati
Dulang pecah sepi mengaji

Kalau jamaah lelah mengalah
Lain tempat gelar sajadah
NW habis di hati marah
Tuan Guru pula hilang karomah

Surban dikalung wirid didengung
Sah tak sah masih mengaung
Silap dikobar lepaslah sarung
Hilang muru’ah imam disanjung

Ormas yang lain sudah ke bulan
Mengukir bintang melamar bulan
NW masih mengukur halaman
Bisingkan SK yang diutamakan

Kalau mengaji ilmu utamakan
Bukan doktrin wali pengakuan
Sebab wali tak ada urusan
Dengan SK kertas murahan

Mengaji wali baik dirahasiakan
Sebab itu urusan Tuhan
Masalah NW mesti tuntaskan
Ilmu berkah jadi rujukan

NW ini bukan milik sendiri
Pewaris utama jamaah hakiki
Kiblat berjuang sepanjang hari
Bukan demi mau bernafsi

Jamaah diminta tunduk dan taat
Tapi imam salah alamat
Akhirnya surban ditiup rarat
Tinggallah tubuh hilang keramat

Sebar NW persada Indonesia
Tapi di rumah umpama bola
Bundar muka susah diterka
Sebab salah niat utama

Si tak pandai mengaku wali
Cerita benar susah dibukti
Urus NW dalil dikaji
Malah pecah berat kembali

(bersambung)

Malaysia, 27/01/2021

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA