Pelantikan Pengurus OSNW Jakarta Periode 2026–2027 Berlangsung Khidmat

Pelantikan Pengurus OSNW Jakarta Periode 2026–2027 Berlangsung Khidmat

Telah berlangsung acara pelantikan pengurus OSNW (Organisasi Santri Nahdlatul Wathan) Jakarta untuk periode tahun ajaran 2026–2027 pada Sabtu malam Minggu, 18 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Hamzanwadi, Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.

Acara pelantikan berjalan dengan khidmat, tertib, dan lancar. Prosesi pelantikan secara resmi dilakukan oleh pihak pesantren yang diwakili oleh Sekretaris Pesantren, Ust. Fathi.

Prosesi pelantikan pengurus OSNW periode 2026-1027 pada 18/4/26

Rangkaian acara dipandu oleh pengurus OSNW periode sebelumnya (2025–2026). Seluruh susunan acara, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga doa penutup, ditangani dengan baik oleh pengurus lama sebagai bentuk tanggung jawab akhir masa jabatan mereka.

Prosesi pelantikan dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna. Acara inti meliputi pembacaan ikrar, pelantikan resmi oleh pihak pesantren, serta serah terima jabatan dari pengurus lama kepada pengurus baru. Serah terima dilakukan secara simbolis melalui penyerahan berkas organisasi dan bendera Nahdlatul Wathan sebagai tanda estafet kepemimpinan OSNW.

Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan sesi pengarahan, pembekalan, dan motivasi bagi pengurus OSNW yang baru dilantik.

Ust. Fathi saat menyampaikan sambutan dan arahan usai pelantikan, mewakili kepala pesantren Dr. H. Miftahuddin, LC, MA

Dalam sambutan dan arahannya, Ust. Fathi menekankan bahwa menjadi pengurus OSNW bukan sekadar menjalankan jabatan administratif, melainkan merupakan sarana penting untuk pengembangan diri. Ia menyampaikan bahwa pengalaman berorganisasi akan menjadi bagian dari sejarah berharga dalam kehidupan santri, sekaligus sebagai latihan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Beliau juga mengajak para pengurus baru untuk menjalankan amanah dengan penuh kegembiraan serta tetap berpegang pada aturan dan arahan pesantren. Menurutnya, melalui organisasi, santri akan memperoleh pengalaman yang akan bisa diterapkan saat berada ditengah-tengah masyarakat. Di masyarakat ada kegiatan maulid, peringatan 17 Agustus, Nuzulul Qur’an yang semuanya itu mereka sudah biasa lakukan saat menjadi pengurus OSNW di pesantren.

Dokumentasi bersama, pengurus OSNW lama dan baru 18/4/26

Di akhir arahannya, beliau berpesan agar para pengurus senantiasa menjaga sinergi, komunikasi, dan konsultasi dengan para pembina, sehingga setiap amanah yang dijalankan dapat terasa lebih ringan.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA