SEMINAR MGBK SMP JAKARTA TIMUR “BAHAYA DEPRESI DAN PENANGANANNYA” BEKERJA SAMA DENGAN RSKD DUREN SAWIT

banner post atas

Sinar5news.com- MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling) SMP Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur setiap bulan selalu aktif melakukan pertemuan membahas berbagai topik terkini yang ada kaitannya dengan pelajaran BK.

Hari Selasa (11/2/2020) adalah pertemuan yang sangat spesial. Dikatakan sangat spesial karena MGBK SMP Wilayah I Administeasi Jakarta Timur bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit Duren Sawit. Hal ini tentu menjadi moment yang sangat berharga bagi semua guru BK, karena situasi akhir-akhir ini marak sekali kasus anak yang mengalami depresi dengan berbagai faktor yang melatar belakangi.

Iklan

Dalam seminar tersebut diawali dengan kata sambutan dari Direktur RS. Duren Sawit, dr. Theryoto, M.Kes. Beliau menyampikan rasa terimakasih dan senang sekali dengan kegiatan seminar ini, dan menyatakan siap bekerjasama dengan MGBK SMP Jakarta Timur apabila ada anak yang membutuhkan penangan khusus mengenai penyakit depresi ini. Sambutan juga disampaikan oleh pengawas SMP dari Dinas Pendidikan Jakarta Timur, Dr. Endang Purwaningsih, MM. Beliau mengingatkan sebenarnya yang terkena penyakit depresi ini tidak hanya dari kalangan peserta didik saja, gurupun bisa terkena. Hal ini kadang terjadi karena guru mendapatkan berbagai tekananan dan masalah berat dalam menghadapi kasus-kasus anak didik yang datang silih berganti.

Sebagai nara sumber utama dari seminar ini adalah dr. Dian Widiastuti Vietara, Sp.KJ (Fsikiater Konsultan Anak dan Remaja). Beliau menyampaian antara lain bahwa kasus depresi yang terjadi di Indonesia sudah mencapai antara 20- 80%, sementara yang bisa diobati dan disembuhkan hanya 20%. Akibat depresi ini banyak terjadi kasus bunuh diri dan bunuh diri adalah penyebab kematian ketiga di usia 15-19 tahun.

Karena demikian tingginya kasus depresi ini, maka sangat diperlukan kerjasama antara guru, orang tua dan pihak dokter fskiater atau fsikolog yang berwenang untuk membantu mengatasi penanganan kasus depresi ini, sehingga dapat segera diobati dan disembuhkan. Depresi merupakan salah satu sikap yang memiliki kelainan mental yang harus ditangani secara serius, agar anak tersebut dapat mengikuti pendidikan yang sama dengan anak-anak yang lainnya. Hal ini sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam Permen Diknas RI No. 70 tahun 2009, Pasal 2: Pendidikan Inklusif, memberikan kesempatan yang seluas-luasya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental. dan sosial atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan 8 kemampuannya.

BACA JUGA  KHUTBAH JUMAT EDISI 26 FEBRUARI 2021, "JANGAN BANYAK MENGELUH"

Bahkan badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) sendiri sangat serius mencermati kasus depresi ini. Karena demikian dahsyatnya akibat penyakit depresi ini diprediksi bahwa depresi akan menjadi penyakit dengan angka kasus tertinggi kedua, setelah penyakit jantung. (red).

Hadir pula sebagai nara sumber pejabat dari Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yaitu Ali Mukodas, S.Pd, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa terinspirasi dari maraknya kasus depresi akhir-akhir ini. Acara seminar ini bisa dikatakan sebagi mediasi antara guru dan orang tua, karena kasus depresi ini terjadi disekolah walaupun sebenarnya terjadi juga di rumah peserta didik. Tetapi sekolah juga mempunyai peran yang sangat penting. Nah, guru BK memiliki peran yang sangat sentral, apalagi menghadapi era digital seperti sekarang ini, dimana penggunaan internet khususnya HP tidak mungkin bisa dilarang. Yang ada adalah melakukan pengawasan yang ketat baik oleh orang tua atau guru bila peserta didik diperkanankan menggunakan HP, karena kebutuhan yang tidak bisa dihindari baik untuk pelajaran disekolah atau yang lainnya.

Setelah seminar selesai banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh para peserta seminar mengenai maraknya kasus depresi ini, demikian juga tanggapan-tanggapan mereka yang luar biasa, membuat kegiatan seminar ini terkesan dinamis dan menyenangkan. Nara sumberpun dapat menjawabnya dengan jelas, lugas dan komunikatif, sehingga para peserta seminarpun mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini.

Semoga MGBK SMP Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur di bawah koordinasi ketuanya yaitu Nia Yuniarsih, S.Pd, M.Pd dapat terus eksis melakukan berbagai kegiatan positif untuk meningkatkan peran guru BK dalam membina dan mendidik para peserta didik, sehingga mereka menemukan jati dirinya menjadi insan yang dapat membahagiakan kedua orangtuanya dan dapat berkiprah membangun bangsa dan negara pada masa yang akan datang. Aamiin (Mar)

BACA JUGA  Kunjungan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Serta Jajarannya Ke Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta

Jakarta, 18 Jumadil Akhir 1441 H/12 Februari 2020 H