Selaparang Notes (136) MENITI JALAN MENUJU ILAHI Oleh: Abah Rosela Naelal Wafa

Selaparang Notes (136) MENITI JALAN MENUJU ILAHI Oleh: Abah Rosela Naelal Wafa

Kita hidup atas izin Allah. Kita pun hidup harus dengan aturan-Nya. Menempuh jalan lain, menyesatkan. Sesat di dunia, juga celaka di akhirat. Karena itu, supaya tidak salah jalan, tempuhlah jalan lurus yang dikehendaki-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS al-Maidah [5]: 35).

Salah satu perintah Allah SWT pada ayat di atas adalah untuk mencari jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, yang diistilahkan dengan taqarrub-ilallah.

Apa saja bentuk jalan itu? Demikian ini ada empat belas jalan yang mesti dititi oleh orang yang hendak mendekat kepada Allah swt., yakni:

Pertama, mendekat kepada Allah dengan cara menjalankan ketentuan-ketentuan-Nya yang termuat dalam syariat dan sunnah Nabi Muhammad saw.

Kedua, hendaklah beribadah ikhlas semata karena Allah, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Mengabdi kepada-Nya tidak riya’ dan atau semata ingin terkenal.

Ketiga, menjaga diri dari perkara haram, meninggalkan ucapan dan perbuatan sia-sia atau yang tidak bermanfaat, juga membersihkan hati dari sifat-sifat kotor, serta tidak sibuk mencari rezki dan takut kepada makhluk, sebab Allah menjamin rezeki semua hamba-Nya.

Keempat, tidak berpaling kepada makhluk dan bersandar kepadanya. Namun, hendaklah bersandar hanya kepada Allah dan menyerahkan total semua urusan kepada-Nya, serta rida kepada-Nya saat susah dan bahagia.

Kelima, mudah memaafkan sesama bila bersalah, dan menasihatinya jika memungkinkan. Bila tidak saling tegur sapa dengan orang lain, tidak lebih dari tiga hari.

Keenam, menghiasi diri dengan sifat jujur atau benar dalam ucapan dan perbuatan, serta memperindah diri dengan kesabaran dalam segala urusan.

Ketujuh, senantiasa mendekat kepada Allah saat sendiri dan ramai.

Kedelapan, selalu husnuzhan kepada Allah dan orang lain.

Kesembilan, memperbanyak sedekah, sebab ia jalan terdekat untuk bisa sampai kepada Allah swt.

Kesepuluh, selalu memperbaharui taubat kepada Allah, saat tergelincir ucapan, mengikuti nafsu atau ketika sempat lalai.

Kesebelas, terus menerus beristigfar dan memperbanyak bacaan selawat kepada baginda Rasulullah saw.

Kedua belas, sering memuhasabah atau menghitung (amal) diri, dan membiasakan diri bertawassul dengan berkat kemuliaan Rasulullah.

Ketiga belas, harus menyerah secara totalitas kepada guru, banyak khidmat, mengerjakan perintahnya, karena itulah sebab kesuksesan.

Keempat belas, mengisi waktu-waktu luang dengan duduk bersama orang alim dan atau membaca karya-karyanya.

Demikian empat belas jalan yang wajib ditempuh bagi setiap orang yang ingin mendekat kepada Allah. Jalan yang direkomendasikan oleh syekh Abdul Fattah al-Qadi Mursyid thariqah Syadziliyah (w. 1382 H) dalam kitab al-Mawab al-Ladunniyah.

Alangkah mulia Kalam Allah dan sungguh indah hadis Rasul-Nya berikut ini:

Allah SWT berfirman :
فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ(88)فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ(89)
“Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rizki serta surga kenikmatan.” (QS. Al Waqi’ah : 88-89).

Allah berfirman dalam hadits qudsi:
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِمِثْلِ أَدَاءِ الْفَرَائِضِ وَمَا يَزَالُ الْعَبْدُ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ إِنْ سَأَلَنِي أَعْطَيْتُهُ وَإِنْ دَعَانِي أَجَبْتُهُ
“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan menjalankan kewajiban dan hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika ia meminta kepada-Ku niscaya akan memberi-NYa, Jika ia berdoa, aku akan mengabulkan.” (HR. Ahmad).

Nabi SAW bersabda :
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ قَالَ إِذَا تَقَرَّبَ الْعَبْدُ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَإِذَا أَتَانِي مَشْيًا أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
“Dari Anas RA berkata, dari Nabi SAW meriwayatkan dari Tuhannya, berfirman: Apabila hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekatkan kepadanya sedepak. Apila dia datang kepada-Ku berjalan, Aku akan mendatanginya berlari”.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya dan sunnah Rasulullah saw.

Wa Allah A’lam!

PP. Selaparang, 31 Agustus 2021 M.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA