SEKILAS MESJID AL IMAAM WASHINGTON DC USA

SEKILAS MESJID AL IMAAM WASHINGTON DC USA

Sinar5news.com- Sekilas Tentang IMAAM suatu kisah penuh perjuangan dan inspiratif yang dibawa oleh Didi Apriadi ketua satgas covid pengurus besar cinta masjid Indonesia ( MCMI ) selama berkunjung di negeri USA. Dalam perhelatannya selama satu minggu di negeri modern  ini. Mampir sholat di masjid IMAAM bertemu dengan imam besar yang ternyata putra bangsa Indonesia asal Padang. Beliau menceritakan sangat runut dari awal mula Masjid ini berdiri sbb ;
 
” Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) atau bisa diartikan sebagai Komunitas Muslim Indonesia di Amerika Serikat, pada awalnya hanya di bentuk oleh beberapa puluh Muslim asal Indonesia yang tinggal dikawasan Washington DC.
 
Karena pada saat itu orang-orang muslim di sana belum memiliki tempat untuk beribadah wajib, serta berkumpul bersama dengan teman-teman, akhirnya dibentuklah IMAAM pada tanggal 21 Desember 1993 sebagai wadah untuk aspirasi masyarakat muslim disana. IMAAM sampai sat ini masih aktif dalam menyelenggarakan acara-acara khusus yang dapat mendatangkan minat umat non-muslim pada agama islam.
 
Sekilas Perjalanan Masjid IMAAM
 
Masyarakat muslim di Amerika Serikat berumpul dan merembuk bagaimana, kapan dan dimana Masjid baru tersebut akan dibentuk. Namun, keinginan tersebut tidak mudah untuk diwujudkan karena masalah Perizinan di daerah Amerika Serikat sangat ketat dan sulit untuk didapatkan. Usaha IMAAM untuk memeiliki sebuah masjid permanen pada tahun 1995 sempat terputus,, karena bangunan yang akan dibeli (Rumah di Kawasan Veirs Mill Rd, Rochville, Marryland) dan dijadikan sebuah masjid menuai banyak protes dari masyarakat sekitar. Akhirnya pihak IMAAM mengalah dan menunda pembangunan masjid.
 
Pada saat itu, bangunan yang sudah dibeli namun mendapatkan protes dari masyarakat sekitar itu kemudian hanya digunakan sebagai IMAAM Center saja, tanpa aktivitas peribadatan secara berjaah. Legalitas yang terjadi di Amerika Serikat sangat ketat, jika sebelumnya bangunan yang dibeli memiliki janis sertifikat lama, maka pengguna seterusnya juga akan memiliki kondisi yang sama.
 
Akhirnya setelah mendapatkan dana yang lumayan cukup, serta menemukan tempat yang sudah memiliki izin sebagai tempat peribadatan, yaitu bekas gereja First Baptis Church, pembangunan masjid ini pun mulai dilakukan dengan mengganti beberapa eksterior dan Interior masjid berupa hiasan khas islami. Selebihnya, keseluruhan bangunan di biarkan tetap pada aslinya, hanya mengalihfungsikan bangunan yang sebelumnya digunakan untuk umat kristen, menjadi tempat  peribadatan umat Islam.
 
Penantian Panjang Selama 20 Tahun
 
Akhirnya, secercah harapan muncul pada saat ada sebuah iklan disebuah media online yang mengatakan bahwa ada rencana penjualan gereja tua yang terletak di kawasan Georgia Avenur, Silver Spring, MD, Maryland. Iklan tersebut berisi bahwa pihak pengurus gereja terpaksa menjual bangunan gereja karena sudah tidak dikunjungi lagi / sudah tidak memiliki jamaah lagi. Hal ini adalah akibat dari banyak jamaahnya yang sudah berpindah keyakinan Atheis selama 5 tahun terakhir.
 
Masjid IMAAM Center 2
 
Ukuran gereja tersebut cukup besar dimana memiliki luas mencapai 3.520 meter persegi, dan luas tanah tempat bangunannya berdiri mencapai 15.625 meter persegi. Kapasitas ruangan di dalam bangunan utama mampu menampung hingga 350 orang. Terdapat juga area parkir yang cukup luas yang bisa menampung hingga 100 mobil.
 
Harga yang dibandrol pada saat itu adalah $3 juta atau sekitar Rp. 33 miliar, pada saat kurs dollar Rp. 11.000 per USD. Gedung tua bekas gereja tersebut dibangun di tengah-tengah kota Maryland pada tahun 1955, dengan memiliki izin untuk hanya digunakan sebagai tempat peribadatan umaat beragama saja.
 
Izin tersebutlah yang membuat pengurus IMAAM kemudian tertarik untuk membelinya, apalagi mereka tidak perlu untuk mengurus izin bangunan lebih lanjut jika bisa membeli bangunan tersebut. Namun, masalah yang muncul adalah dari mana pengurus IMAAM bisa mendapatkan uang senilai Rp. 33 miliar tersebut?, jika dua unit gedung yang dimiliki sebelumnya yang diperkirakan memiliki nilai jual Rp. 11 miliar, berarti masih dibutuhkan sekitar Rp. 22 miliar lagi, pastinya dibutuhkan usaha yang super ekstra untuk dapat memenuhi harga tersebut.
 
Bantuan Dari Pemerintah Indonesia
 
Lama tidak kunjung bertemu dengan solusi yang diinginkan, akhirnya muncullah ide dari salah satu pengurus IMAAM, yaitu untuk membicarakan masalah kekurangan dana sebesar Rp. 22 miliar tersebut kepada Duta Besar Indonesia Untuk Amerika, Dino Pati Djalal yang menjabat pada saat itu. Dino kemudian menyambut baik ide tersebut dan menyampaikannya langsung pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat kala itu. Akhirnya, sang Presiden RI pun membicarakan masalah tersebut dengan para DPR, kebetulan pada saat pembicaraan tersebut diadakan, dana pemerintah yang masih sisa dan belum digunakan adalah sekitar $5 juta. Akhirnya DPR dan Pemerintah pun setuju untuk memberikan sumbangan dana sebesar $3 juta kepada pengurus IMAAM agar keinginan masjidnya terpenuhi, sedangkan yang $2 juta disumbangkan kepada pembangunan gedung mahasiswa Indonesia di Negara Mesir.
 
Interior Masjid IMAAM Center 2
 
Tepatnya pada tanggal 12 Juni 2014, Komunitas Muslim IMAAM resmi membeli gedung bekas gereja Fisrst Baptist Church Montgomery Maryland untuk kemudian dialihfungsikan sebagai masjid tanpa membongkar dan membangun ulang bangunannya.  Beberapa renovasi pada Interior masjid pun segera dilakukan, kursi panjang yang biasanya digunakan untuk jamaah para umat kristiani langsung diganti dengan karpet panjang dari Arab, kemudian ornamen-ornamen salib juga langsung diganti dengan kaligrafi Ayat Suci Al-Qur’an. Beberapa kegiatan keagamaan pun juga langsung dilakukan pada bangunan tersebut, seperti mendatangkan tokoh Islam di Washington untuk memberikan tausiahnya “. Demikian sejarah singkat masjid IMAAM berdiri. 8/8/22 (Dum)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA