Sekda H.M.Juaini Taofik: Farameter ASN Layani Wartawan 24 Jam.

Foto : Drs.H.Muhammad Juaini Taofik,M.AP ( Sekda Lotim,NTB )
banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) Drs.H.M.Juaini Taofik,M.AP dalam menjalankan tugasnya akan mengacu juga pesan Bupati Sukiman pada saat pelantikan untuk menjalankan tugas dengan tiga Aspek yakni Harmonisasi,Singkronisasi dan Fasilitasi.

Namun menurut Taofik dari tiga aspek yang dipesankan Bupati kalau dikerucutkan ujung-ujungnya akan menjadi tugas Sekda itu sebagai Koordinator Perangkat Daerah untuk membantu kepala daerah mewujudkan visi dan misinya.

Bagaimana cara mewujudkan visi dan misinya tentunya kepala daerah Bupati dan wakil Bupati tidak sendiri, keatas tentunya ada pemerintah pusat,pemerintah provinsi lalu kesamping ada DPRD,ada instansi vertical ada Forkopimda itulah yang harus kita harmonisasi.

Iklan

Lalu dibawah itu pesan Bupati ada singkronisasi dan dinamisasi saya mencatat memang dari 38 OPD, geraknya harus kita sesuaikan kalau boleh saya mengatakan Sekda sebagai Dirigennya, ibarat visi misi itu sebuah lagu yang harus kita sesuaikan, apakah itu lagu rock,keroncong atau pop ya harus kita sesuaikan tugas Sekda itu ibaratnya sebagai dirigen juga.

Bupati juga menyinggung terkait adanya OPD yang masih dianggap kececer atau lambat gerakan pekerjaannya. Juaini Taofik mengatakan untuk mengatasi OPD yang terkesan lamban pihaknya akan menyusun parameter untuk melakukan evaluasi.

“Seperti apa yang saya katakan waktu pansel. Sekda ini dalam menjalankan tugas parameternya jelas. Contoh Menpan RB sudah mengatakan ASN itu wajib melayani media Massa atau wartawan selama 24 jam salah satu itu juga menjadi parameter, karena itu menunjukkan sejauh mana responsinya dan berbagi informasi yang harus diketahui oleh masyarakat,” Ungkap Taofik yang juga mantan Kepala BPKAD Lotim.

Sedangkan terkait banyaknya keluhan ASN eselon III dan IV soal penempatan yangkurang tepat dengan ilmunya. Sekda mengatakan pihaknya akan mencoba untuk mencari pola pengaturan eselon III dan IV tersebut.

BACA JUGA  Kapal Hilang Ditemukan, Jadi kabar Gembira dan Duka

“Kalau eselon II itu kan disaring lewat Pansel,sedangkan eselon III dan IV menjadi ranah dari Baperjagat dalam hal ini Sekda selaku Baperjagat . Ada ide besar saya waktu pansel itu Tallent Ful yang merupakan bagian dari Married System sesuai dengan PP.No.11 tahun 2017 tentang managemen ASN,” imbuhnya.

Hari ini bisa saja kita kooftasi posisi pimpinan itu oleh pejabat karena dianggap dia yang mampu, nah kita ingin punya stok misalnya si A menjadi seorang Kabid(Kepala Bidang) disuatu instansi.

  • Disaat si A jadi Kabid kita juga sudah punya si B,si C sebagai calon Kabid. Jadi kita harus punya stok, itu yang namanya tallence Full sehingga kita punya daftar tunggu untuk posisi Kabid tersebut.
    “Begitu ada masalah, bgitu ada pergeseran kita sudak punya, tidak sampai lintas jauh misalnya masak dinas pertanian ngambilnya dari Dinas Kesehatan ,”Pungkasnya.(Bul)