Wagub NTB, Buka Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Berbasis Lokal. Diharapkan NTB Jadi Produsen Ikan Air Tawar Terkemuka di Indonesia.

Foto : Wagub NTB di Dampingi Kadis Kelautan dan Perikanan NTB, Berikan Pakan Ikan, Pada Ikan Budi Daya.
banner post atas

Sinar5news.Com – Lombok Barat – Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Nusa Tenggara Barat(NTB) melakukan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan terhadap 40 orang peternak Ikan yang berasal lima Kabupaten Kota se pulau Lombok, bertempat di Balai Benih Ikan Batu Kumbung Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Senin (07/12/2020).

Foto : Dr.Ir.Hj.Sitti Rohmi Djalillah (Wagub NTB) dan Yusron Hadi ST,MM (Kadis Kelautan dan Perikanan NTB)

Pelatihan tersebut dibuka langsung Wakil Gubernur NTB Dr.Ir.Hj.Sitti Rohmi Djalillah,M.Pd. dalam kata pembukaannya Ummi Rohmi mengajak para peternak ikan air tawar untuk bekerja maksimal dan serius untuk memaksimalkan produksi untuk memenuhi kebutuhan ikan di NTB.

“Kita juga menyiapkan bagaimana caranya kita mengolah bagian hilirnya sehingga produknya baik dan banyak sehingga mencukupi kebutuhan ikan di NTB bahkan bisa diekspor keluar itu harapan kita. Kita juga mendorong interprainer atau orang NTB yang mau berusaha apalagi untuk pondok-pondok pesantren,” harap Wagub.

Iklan

Ia juga mengajak masyarakat NTB untuk tidak bermalas-malasan, sekarang sudah saatnya untuk kita membuktikan bahwa kita produktip kita bisa menghasilkan uang dan kuncinya hanya satu ada kemauan dan rajin kerja keras dan sungguh-sungguh mau belajar terus menerus, sehingga NTB cepat mandiri dari sisi perikanan.

Foto : Peserta Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan.

“Berbagilah ilmu perikanan ini kepada teman lain yang mau berusaha dan bekerja seperti kita, supaya NTB ini cepat mandiri dari sisi perikanan. Sehingga kita menjadi produsen ikan air tawar yang terkemuka di Indonesia dan juga dari sisi Industri kita harus pikirkan pakan industry hilirisasinya,”ungkapnya.

Ummi Rohmi juga mengingatkan kepada jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan NTB untuk sungguh-sungguh bekerja keras. Seluruh kabidnya jemput bola dan harus melihat peluang yang sesuai dengan kebutuhan dan menyentuh langsung kemasyarakat.

“DKP saya harapkan untuk melihat peluang dan lihat peluang atau program yang betul-betul menyentuh kebutuhan masyarakat yang memiliki produktipitas tinggi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat memberikan income yang baik bagi masyarakat itulah yang harus dikedepankan,” pungkasnya.

BACA JUGA  Dandim 1615/Lotim Kerahkan Personel dan Babinsa Bantu KBM.
Foto : Wagub NTB Serahkan Bantuan Alat Pengolahan Ikan Budidaya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Yusro Hadi,ST,MM mengatakan BBI(Balai Benih Ikan) Kumbung merupakan salah satu dari 6 BBI  yang ada di NTB dan diharapkan kedepan akan dijadikan sentra industry perikanan budidaya.

“Kalau selama ini BBI dijadikan sebagai sentra produksi benih kemudian pengembangan paritas-paritas unggulan daerah, InssyaAllah kedepan para pembudidaya dan para pengolahan ikan ini akan dikawal melalui sentra ini untuk meningkatkan produksinya,” ungkap Yusron Hadi.

Yusron juga menambahkan selain melakukan pelatihan pembuatan pakan ikan berbasis local juga dilakukan peresmian balai pakan ikan mandiri untuk perikanan budidaya.

“Bilamana ini kita bisa lakukan InsyaAllah berarti kita bisa menuntaskan sebagian persoalan yang dihadapi oleh para pembudidaya kita dimana produksi budidaya ini sebagaian besar atau hampir 60% itu  diserap biayanya oleh pakan. Kalau ini bisa kita atasi InsyAllah produktipitas meningkat keuntungan para pembudidaya juga akan semakin baik,” ungkapnya.

Disamping itu juga dalam acara tersebut Dinas Kelautan dan Perikanan NTB menyerahkan bantuan peralatan pengolahan perikanan budidaya kepada para pengolah ikan budidaya sebagai rangkaian dari upaya membangun industrialisasi disektor perikanan budidaya.

Kadis Kelautan dan Perikanan NTB juga berharap kegiatan pelatihan pembuatan pakan ikan itu akan terus berkelanjutan dan semakin intensif dilakukan diseluruh BBI yang ada seperti di BBI Aikmel yang bisa mencover kebutuhan ikan di Lombok Timur dan Lombok Tengah. Kemudian BBI di Sumbawa Barat yang bisa mengkaper kebutuhan KSB dan Kabupaten Sumbawa, serta BBI di Bima.               

Amin Cahyo Narasumber yang memberikan materi pada Pelatihan Pembuatan pakan ikan berbasis Bahan Baku Lokal menjelaskan. Pakan ikan bisa diproduksi sendiri oleh para peternak dengan bahan-bahan dari tanaman yang ada disekitar kita seperti Eceng Gondok,kangkung,ikan yang sudah tidak layak konsumsi, jagung,dedak,bongkol kedelai dan kacang dan lainnya.

BACA JUGA  Budidaya Lingkungan Model Hystrix Resciue

“Membuat pakan ikan itu sebenarnya sangat mudah, hamper semua dedaunan yang ada disekitar kita bisa jadi bahan baku pakan seperti, eceng gondok, kangkung,daun papaya,bongkol kedelai dan kacang,dedak,jagung, ikan yang tidak layak konsumsi dan lainnya. Sehingga selisih harga yang akan bisa dihemat oleh peternak ikan cukup besar. Kalau produksi sendiri pakan itu akan jatuh harganya Rp.5.250/kg sedangkan pakan yang berasal dari pabrikan bisa mencapai Rp.11.000/kg,”tutup Amin Cahyo. (Bul)