“Saya dan SAHABAT TGB” Oleh TGM Hasan Asy’ary

“Saya dan SAHABAT TGB” Oleh TGM Hasan Asy’ary

Saya dan SAHABAT TGB

Oleh : TGM. Hasan Asy’ary

>>>

“ Syaikh TGB itu sosok yang saya kenal istikomah pada jalur perjuangan yang beliau pilih. Beliau selalu berdiri tegak memperjuangkan kemaslahatan agama dan bangsa. Sebagai santri dan pengurus organisasi ya, saya tegaskan sikap sami’na waatha’na atas ikhtiar beliau”. 

Kenapa begitu? 

Ada satu ungkapan yang menarik yang sering saya dengar “ mbe aning jarum iye aning benang”, kemana jarum bergerak kesana benang akan mengikutinya. Begitulah lakon santri kepada kiainya. Sikap ini bagi saya pribadi akan selalu melekat dan tidak akan ada keberanian berbeda dengan beliau. Ini cinta ya, dan berpaling dari kekasih itu derita pedih. 

Terus?

Iya, gimana ya. Beliau selalu membuatkan kami para murid dan pencintanya kejutan-demi kejutan. Saat orang lain melemahkannya, dia semakin kuat. Saat yang lain mencacinya, dia semakin berprestasi. Saat yang lain menghapusnya dari figur penting di negara ini eeh malah masuk juga di bursa capres cawapres. Beliau ini tak henti-hentinya memberikan kami contoh dan sikap berani tampil berbuat yang lebih besar. Santri harus berani merubah situasi bangsa, begitu kata TGB ke kami saat di Pancor dulu. 

Mengenai posisi TGB saat ini di BSI dan terbaru di MNC Group, menurut Anda?

Leh, ada kaidah fiqhiyyah mengatakan bahwa “ Upah itu sesuai dengan tingkat kesusahan dan kesulitan kita hadapi”. Prestasi- demi prestasi ini lahir dari kerja keras, kerja ikhlas dan tentu kedekatan beliau kepada zat yang Maha memberi (Ya Wahhab). Beliau ini figur yang bukan lokalan ya, beliau ini sudah kelasnya internasional. Bisa dilihat foto dan vidio beliau yang menunjukkan kecakapannya dengan para ulama’ nasional, duta besar negara lain dan banyak lagi. Belum lagi kecerdasan dan kesantunan dalam bersikap dan bertutur kata, tentu sulit melihat hal-hal yang negatif. 

Bisa saja itu merupakan deal dari politik? 

Iya saya kira soal deal-deal itu bisa saja, tapi bukan menunjukkan hal yang gak baik. Justru saat orang punya kapasitas lebih dan bisa berbuat lebih banyak terus menolak bisa diarahkan untuk merusak jadi tidak bagus. Beliau ini membawa misi para pendahulunya bagaimana izzah islam dan penganutnya menjadi mulia dan bermartabat. Iya beliau ini gambaran ideal untuk difigurkan oleh para anak millenial yang kehilangan model dalam beragama dan berbangsa. 

Bersambung !

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA