Saling membantu sebagai wujud keimanan (Jum’at ke-19 Masjid HAMZANWADI)

banner post atas

Aqidah merupakan salah satu pengikat yang mempersatukan orang beriman dimanapun berada di seluruh penjuru dunia dan membuat mereka menjadi bersaudara, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an ;

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌفَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kalian mendapat rahmat” (QS. Al Hujurot: 10)

Iklan

Wujud persaudaraan antara sesama mukmin (orang yang beriman) dapat ditandai dengan adanya rasa saling mencintai dan tolong menolong antara sesama. Kedua sifat ini merupakan penguat ikatan hubungan persaudaraan antara mukmin yang satu dengan yang lainnya. Hubungan ini digambarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dalam hadits nya;

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Mukmin satu dengan mukmin yang lain itu bagaikan sebuah bangunan. Sebagian menguatkan bagian yang lain”. (HR. Imam Muslim)

Diantara tanda kecintaan orang mukmin terhadap saudaranya adalah saling menyayangi, saling mengasihi, dan saling membantu diantara sesamanya. Yang kaya hendaklah membantu yang miskin untuk meringankan beban kemiskinan yang mereka hadapi melalui sedekah, infaq, zakat atau dalam bentuk bantuan lainnya. Kaitannya dengan ini, Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah Ayat 245

مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَٱللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan”

Memberikan bantuan kepada saudara yang miskin adalah sebuah bentuk kebaikan yang bisa mendatangkan kebahagiaan dan meringankan beban mereka serta akan mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda dari Allah SWT bagi pemberinya.

Memberikan bantuan kepada sesama muslim juga merupakan anjuran dari agama yang dapat meringankan musibah yang sedang dihadapi, menyambung hubungan antara yang kaya dengan yang miskin, serta menghilangkan kesenjangan dari kedua nya. Kaitannya dengan perintah berinfaq, Allah menyebutkan dalam Al-Quran Surat Al-Hadid Ayat 7

ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَأَنفِقُوا۟ مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَأَنفَقُوا۟ لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya, bagi mereka pahala yang besar”

Tulisan ini diambil dari intisari khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ust. Maksum Ahmad, S.PdI di Masjid HAMZANWADI Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta, pada tanggal 27 November 2020.

Fath

BACA JUGA  Renungan Seorang Musafir :Perbuatan & kekeramatan