Rahasia dibalik terpukaunya jamaah gabungan subuh mendengar wajangan Dr. KH. Zulfa Mustofa

Rahasia dibalik terpukaunya jamaah gabungan subuh mendengar wajangan Dr. KH. Zulfa Mustofa

Wejangan Wakil ketua umum Nahdlatul Ulama pada subuh gabungan di Masjid HAMZANWADI Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta pada 18/9/22 sangat menyentuh jamaah, sehingga terlihat muka – muka yang hadir terfokus kepada menyaksikan Dr.KH.Zulfa Mustofa yang sedang menyampaikan wejangan subuhnya.

Kenapa jamaah begitu serius mendengarkan wejangan Dr.KH.Zulfa Mustofa ?. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat tepat untuk mengetahui penyebab dibalik Khidmatnya para jamaah yang hadir mendengarkan wejangan beliau.

Ada beberapa alasan yang bisa penulis ambil dari hal yang dimungkinkan menjadi penyebab dibalik khusyuknya jamaah menyimak wejangan beliau :

Pertama, dari segi penyampaian materi yang begitu runtun dan bersehaja menjadikan kedengarannya begitu indah untuk didengar dan mudah untuk difahami oleh para pendengar.

Kedua, penyampaian yang gamblang dan tidak bertele – tele menjadikan kedengaran materi yang disampaikan begitu sederhana dan ringan. Apalagi dalam penyampaiannya, Dr.KH.Zulfa Mustofa sering memberikan contoh dan ilustrasi yang sangat sederhana dan relevan dengan keadaan yang ada, menyebabkan materi yang disampaikan mudah diterima oleh akal.

Ketiga, kedalaman ilmu serta pengalaman yang luas membuatnya begitu mudah merangkai kata yang hendak disampaikan, serta membuatnya begitu berwibawa dalam menyampaikan wejangannya.

Adapun beberapa inti dari wejangan Dr.KH.Zulfa Mustofa pada subuh gabungan tersebut adalah pentingnya sifat syukur untuk dilestarikan. Begitu juga dengan sifat sabar yang merupakan sandingan dari sifat syukur.

Dalam mengilustrasikan sifat syukur dan sabar, Dr.KH.Zulfa Mustofa mencontohkan seorang yang apabila ditimpa ke baikan atau kesenangan, manusia pada umumnya suka lupa, dan apabila ditimpa kesusahan, mulailah mereka mendekat dan mohon pertolongannya.

Beliau mencontohkan tentang orang yang ada didalam mobil, dimana saat mobilnya bergoyang hampir terbalik, seluruh penghuni menyebut nama Allah karena mengharapkan pertolongannya. Tetapi saat Allah menolong mereka dari bencana yang hampir menimpa mereka, malah mereka lupa kepada Allah. Saat salah seorang ustadz yang ada didalam mobil tersebut mengajak untuk shalat sebagai bentuk syukur atas keselamatan yang diperoleh. Semua penumpang turun dari mobil, namun tidak semua melaksanakan shalat, padahal Allah telah memberikan keselamatan padanya.

Menguatkan pernyataannya tentang manusia suka ingat kepada Allah ketika sedang susah, dan lupa kepada Allah saat sedang senang, beliau mengemukakan sebuah ayat dalam Al Qur’an yaitu surat Yunus ayat 12.

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan”.

Muhammad Fathi

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA