Buletin Jum’at HAMZANWADI edisi 69

Buletin Jum’at HAMZANWADI edisi 69

Hubungan Waktu dan Manusia 

Waktu adalah anugerah yang bernilai tinggi pemberian Allah SWT. Dengannya manusia melaksanakan berbagai kegiatannya sehari-hari. Dari pagi sampai malam dan kembali ke pagi lagi tidak bisa terlepas dari waktu. Begitu besarnya peran dan pengaruh waktu bagi kehidupan manusia, maka tidak heran bila Allah mengabadikan dalam Al-Qur’an bahkan bersumpah dengan menggunakan kata waktu.

وَالْعَصْرِۙ (١) اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ (٢)
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙوَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)

“Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”

Dalam surat diatas Allah menyebutkan dan bersumpah dengan menggunakan kata waktu dan menyatakan dengan kata taukid (penegasan) tentang keadaan seluruh manusia yang hidup di muka bumi ini seluruhnya dalam keadaan merugi kecuali empat golongan orang yang tak merugi, yakni orang yang beriman, orang yang beramal shaleh, orang-orang yang saling menasihati dalam kebenaran, dan orang yang menasihati dalam kesabaran.

Menurut tafsir kemenag RI dijelaskan bahwa Allah mengungkapkan manusia sebagai makhluk Allah sungguh secara keseluruhan berada dalam kerugian bila tidak menggunakan waktu dengan baik atau dipakai untuk melakukan keburukan. Perbuatan buruk manusia merupakan sumber kecelakaan yang menjerumuskannya ke dalam kebinasaan. Dosa seseorang terhadap Tuhannya yang memberi nikmat tidak terkira kepadanya adalah adalah suatu pelanggaran yang tidak ada bandingannya sehingga merugikan dirinya.

Allah menjelaskan bahwa jika manusia tidak mau hidupnya merugi, maka ia harus beriman kepada-Nya, melaksanakan ibadah sebagaimana yang diperintahkannya, berbuat baik untuk dirinya sendiri, dan berusaha menimbulkan manfaat kepada orang lain.

Di samping beriman dan beramal saleh, mereka harus saling nasihat-menasihati untuk menaati kebenaran dan tetap berlaku sabar, menjauhi perbuatan maksiat yang setiap orang cenderung kepadanya, karena dorongan hawa nafsunya.

Memperhatikan… selengkapnya baca disini ?👇

Buletin Jumat Edisi 69

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA