“Setiap manusia sama; mereka telah diberikan potensi yang sama oleh Allah, namun yang membedakan mereka adalah lingkungan, keluarga dan juga al-tarbiyah (pendidikan) yang dijalaninya” (al-Razi)
Setiap orang sukses, pasti menyimpan sebuah rahasia. Rahasia kesuksesan sebenarnya ada pada diri kita sendiri, percaya akan kemampuan diri sendiri dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti sunnatullah.
Orang luar dari diri kita hanya berfungsi sebagai stimulator dan motivator terhadap pengembangan diri seseorang. Karena itu, alangkah naibnya seseorang yang ingin sukses tapi masih terus menggantungkan nasibnya pada orang lain.
Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Maulana Syaikh) menggariskan tiga perkara —jika dijalankan dengan sungguh-sungguh— pasti berjaya:
Pertama; al-harakah barakah (bergerak;jangan diam) zohir batin, perbuatan maupun pikiran pasti akan mendapatkan keberkahan iaitu bertambahnya kebajikan (ziyadat al-khair).
Kedua; Laa tasma’ Qaulal akharin maa dumta fii khairin (jangan dengarkan —perdulikan— komentar orang lain terhadap apa yang engkau lakukan selama yang kita jalani adalah kebajikan). Kebanyakan kita bersandar pada komentar orang lain, karena itu bersiap-siaplah menjadi orang gagal.
Ketiga; Idzaa Dhaqat Ittasa’at (apabila engkau dalam kesulitan/kepayah; tertutup semua jalan, ingat dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan jalan keluarnya (…inna ma’al Usri Yusran).
Ingin bahagia, kebahagiaannya tersandera pada orang di luar dirinya. Bagaimana mungkin kebahagian dapat diperoleh, jika orang yang menjadi sandaran kebahagiaan kita juga bergantung pada orang atau benda lain?.
Oleh karena itu jangan sekali-kali menggantungkan keberhasilan, hajat dan keperluan kita kepada orang lain yang juga menggantungkan nasibnya pada Allah. Langsung saja bergantung dan berharap hanya kepadaNya semata. Seperti yang ditegaskan oleh Rasul Allah dalam hadithnya.
إذا سألت فاسئل الله وإذا ستعنت فاستعن بالله
Apabila kalian meminta, maka mintalah hanya kepada Allah dan apabila kalian memohon perlindungan maka berlindunglah kepadaNya.



