*Hidup , Mati dan Jodoh memang dalam kuasa Allah Swt. Tidak ada yg mampu menolak Taqdir .*
*Namun Taqdir Allah berjalan mengikuti sunatullah (ada aturannya.) Jika dekati Wabah Penyakit,… ya jangan salahkan Allah – jikaTaqdir yang akan menimpa berresiko kematian*
*Memang betul bahwa jika belum waktunya tidak mungkin Corona mematikan kita. Akan tetapi, aturan Alam yg dibangun Allah Swt diberi bukan untuk membuat sakit , bahkan bukan untuk mematikan ciptaannya*.
*Bertauhid Itu , ikatlah onta mu lebih dahulu baru bertawakal. Larilah dari sumber wabah, baru bertawakal.*
*Apabila dengan dalih bahwa umur ditangan Allah, lalu Anda mendekati secara sengaja sumber wabah tsb, maka itulah *kebodohan sejati ,apabila mati saat itu – ketahuilah Anda bukan sebagai Ahli Tauhid namun akan diperlakukan sebagai orang yang bunuh diri*
*Memang tidak perlu cemas dan takut dengan Wabah pandemik….namun bukan membuat otak tak berpikir …sehingga meremehkan setiap kebijakkan preventif.* *Apablila Kita membaca apa pun yang ada di medsos –asal dikait-kaitkan dengan Covid-19.* *Telah tiba saatnya berhenti mengikuti medsos –bahkan jangan lagi membaca DI’s Way. Tidak ada lagi yang perlu Anda ketahui lebih jauh tentang Covid-19, erhitung mulai hari ini– siapa pun yang masih gila medsos berarti memang ingin gila beneran. Setidaknya ingin agar dirinya terkena penyakit depresi yang lebih dalam. Dan kalau depresi itu terjadi, Covid-19 lah yang horeee –termasuk cebonger dan kampreter.* *Sudah waktunya move on. Banting stir.* *Yang jualan sayur berhentilah ragu-ragu. Mulailah jualan sayur dengan cara baru. Yang lebih cocok dengan zaman virus. Ibu-ibu kan tidak mau lagi ke pasar. Waktunya Anda yang jadi pasar keliling. APD. Promosikan gaya cukur baru Anda dengan pakaian APD. Minggu depan ini rambut bapak-bapak sudah pada panjang serentak.* *Bikinlah kios cukur terbuka. Di bawah pohon. Dengan pakaian APD Anda, Anda memang kepanasan. Berpeluhan. Tapi bapak-bapak akan lebih senang cukur di bawah pohon. Dari pada di ruang salon yang ber-AC yang mencurigakan. Saya mau jadi yang orang yang pertama cukur di bawah pohon itu. Begitu rambut saya lebih panjang terasa lebih banyak putihnya.*
*Para pemilik hotel, berubahlah. Jadikan hotel yang sepi sebagai tempat isolasi mandiri. Anda berikan jaminan kesterilannya. Anda latih karyawan hotel dengan prosedur baru –menjadi seperti perawat. Belilah APD untuk semua karyawan hotel.*
*Tawarkan ke orang-orang yang ingin isolasi mandiri. Terutama ketika para pembantu mereka pulang lebaran. Mereka akan merasa lebih aman di tempat isolasi. Kalau perlu Satpam hotel ikut patroli ke rumah orang yang pindah ke hotel. Dan mereka itu takut lagi ketika pembantu mereka kembali nanti. Para pembantu itu juga perlu diisolasi 14 hari. Sebelum kembali bekerja setelah lebaran nanti.* *Berundinglah sesama pengusaha hotel. Dengan moderator PHRI. Mana hotel yang ingin berubah sementara. Mungkin perlu juga berkoordinasi dengan pemda setempat. Siapa tahu ingin menunjuk beberapa hotel sebagai asrama sementara para juru rawat dan tenaga medis.* *Para petani, mulailah menanam buah dan sayur. Tomat, cabai –cabai itu vitamin C-nya tinggi sekali, tapi jangan sampai ada yang bikin jus cabai –terong dan apa pun.*
*Yang hidup di kota, mulailah tanam sayur di pot-pot. Atau tanam sirih. Atau apa pun. Jangan tanam bunga. Pesta pengantin banyak yang ditunda. Salaman akad nikah pun sudah pakai perantara tali.* *Pedagang asongan, kelilinglah membawa barang yang diperlukan saat ini: odol, sikat gigi, sabit, sanitasi, dan sebangsanya. Anda bisa menggantikan Indomaret dan Alfamart*. *Para pelayan restoran bersatulah. Bikinlah usaha layanan kirim makanan, sayur, menu-menu makan lainnya. Buatlah paguyuban di setiap sektor hunian. Saatnya kini kalian jadi pengusaha: ada tim yang masak, ada tim yang posting di instagram, ada tim yang antar makanan.,*
*Di Tiongkok selama Covid-19 terjadi perubahan besar-besaran. Konsumen berubah. Penuhilah keperluan perubahan itu.* *Tinggalkan HP* *Percayalah tidak ada lagi info tentang Covid yang baru. Atau yang lebih luas dari yang sudah Anda ketahui.* *Segera tinggalkan setetes dan depresi. Mulailah hidup gembira. Tung Desem Waringin saja terus bergembira di kamar perawatan Covid-19.,*
*prinsip hidup sehatnya. Termasuk di saat sakit hari-hati ini. ”Orang gembira tidak bisa khawatir. Orang khawatir tidak bisa gembira,” Sambil diopname itu Tung Desem –yang sering nyebar uang dari udara itu– terus bernyanyi. Untuk dokter, untuk perawat,*
*Dari pada lama menunggu lockdown –yang tidak datang itu –lebih baik move on.Move on-lah dengan aman, cerdik, dan kreatif. Sedang untuk mengetahui berapakah skor yang mati ikuti saja sehari sekali.*
*Berhentilah ,setetes dan depresi. Mulailah hidup baru yang lebih cerdas sabar*
*SABAR SAMBIL IKHTIAR MENGHADAPI VIRUS CORONA MENYEBAR*
*_Ratusan ribu orang di seluruh dunia terinfeksi virus dari Wuhan, Cina tersebut. Puluhan ribu nyawa tewas akibat virus mematikan itu. Virus Corona (Convid-19) juga membuat banyak pengusaha gulung tikar. Para pekerja pun terpaksa harus dirumahkan. Ojek online juga sepi orderan karena kebijakan belajar dan bekerja di rumah. Meski begitu, pribadi orang beriman tetap sabar.* *Virus corona membuat kita harus mengganti Jumatan dengan salat zuhur di rumah. Corona pun membuat muslimin dan muslimat tidak bisa menjalankan ibadah umrah. Tanah Suci ditutup. Dua tempat haram, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi diisolasi. Musibah yang benar-benar harus kita hadapi saat ini. Masalah terbesar yang kita hadapi adalah ketidakpastian. Meski kita yakin, Allah pasti menciptakan penyakit sekaligus dengan obatnya.* *KESABARAN menjadi senjata orang beriman dalam menghadapi ujian seperti sekarang. Allah menggambarkan mereka yang bersabar dengan begitu banyak derajat ditinggikan dan kebaikan diraih. Mereka pun dijanjikan imbalan yang begitu besar. Hal itu sesuai dengan firman Allah di dalam Alquran (yang artinya) seperti di bawah ini.* *_“Dan sungguh Kami (Allah) akan benar-benar memberi balasan kepada orang-orang yang bersabar dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.”_* (QS An-Nahl: 96).
*TIDAK ada upaya pendekatan kepada Allah yang pahalanya ditentukan dan dihitung kecuali sabar. Allah menjanjikan, , *_“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”_* (QS Al Baqarah: 153).
*SABAR adalah sebuah ungkapan mengenai teguhnya motivasi agama dalam menghadapi motivasi hawa nafsu. Faktor agama ini merupakan segala yang mengantar manusia pada petunjuk. Faktor tersebut yakni makrifat kepada Allah dan Rasul-Nya. Pun pula makrifat mengenai berbagai kemaslahatan yang berhubungan dengan akibat-akibat perbuatan. Itulah sifat pembeda manusia dengan binatang dalam memutus syahwat.*
*SEMENTARA itu, motivasi hawa nafsu merupakan pelampiasan syahwat sesuai dengan tuntunannya. Maka dari itu, barang siapa menahan amarahnya untuk terus menentang syahwatnya, ia termasuk dalam golongan orang-orang sabar. Jika seseorang kalah dan lemah hingga dikuasai oleh syahwat serta tidak bersabar untuk menolaknya, dia termasuk golongan pengikut setan.*
*SETIAP hamba perlu bersabar pada segala hal yang menimpanya. Baik sesuai dengan keinginan maupun tidak. Ketika dia mendapatkan sesuatu seperti kesehatan, keselamatan, harta, kedudukan, keluarga, hingga pengikut, dia harus bersabar. Jika dia tidak menahan diri untuk tidak melepas liar hawa nafsunya dan tenggelam pada maksiat*.
*TIDAK heran jika Allah mengingatkan hamba-hamba-Nya terhadap berbagai ujian tersebut. *_“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari zikir {mengingat) Allah.”_* (QS Al Munafiqun: 9).
BERIKUTNYA, ketika kita mendapatkan sesuatu tidak selaras dengan hawa nafsu. Adakalanya sesuatu itu berhubungan dengan ikhtiar hamba seperti ketaatan dan kemaksiatan. Berikutnya, tidak berhubungan dengan ikhtiar tersebut seperti musibah yang kita hadapi sekarang.
*KESABARAN itu memiliki kedudukan yang paling tinggi. Derajat kesabaran dalam musibah hanya dapat diperoleh dengan meninggalkan kesedihan yang amat dalam. Adakalanya mereka menangis dengan raungan hingga menyalahkan takdir atas musibah yang dialaminya*.
*KESABARAN membuat kita menjauhi perbuatan itu. Sikap ridha dengan ketetapan Allah serta meyakini itu adalah titipan yang diambil kembali Pemiliknya merupakan sikap terbaik sebagai hamba.*
*_Bismillahirrahmanirrahim. Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin._* Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami atas orang-orang kafir. *(QS. Al Baqarah: 250)*




