Prof H Agustitin: IDUL FITRI DAN KARUNIA ALLAH SERTA MAKNANYA

banner post atas

Mengawali pembicaraan kita kali ini ,mari kita mulai dari memaknai doa FIRMAN Allah dalam (QS 2 ayat 7)

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

*Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab*

Iklan

_Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)_

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

*Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik*

_Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)_

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

*Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atik*

_Artinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepada Mu (HR.MUSLIM)
•••••••••••••••••••○☆……
*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*

_*”Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima*

*Memaknai Idul Fitri*

*عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ – رواه ابن ماجه*

_Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Idul Fitri adalah hari dimana kalian berbuka, dan Idul Adha adalah hari dimana kalian berkurban.” (HR. Ibnu Majah)_

*Makna dari hadist yang dapat kita ambil adalah:*

1- Idul Fitri diterjemahkan dengan kembali kepada fitrah, karena telah ditempa dengan ibadah sebulan penuh di bulan Ramadhan.

2- Idul Fitri diterjemahkan dengan hari raya berbuka, dimana setelah sebulan penuh ia berpuasa, menjalan ibadah puasa karena Allah Subhanahu wata’ala, pada hari Idul Fitri ia berbuka dan tidak berpuasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah Subhanahu wata’ala.

BACA JUGA  Hikmah Pagi :PESAN GUS DUR

3- Sehingga Idul Fitri adalah hari raya umat Islam yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala di mana insan dikembalikan pada fitrahnya dengan mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wata’ala, sekaligus sebagai hari bergembiranya kaum muslimin dimana diperintahkan untuk makan dan minum.

4- Seringkali pada saat hari raya Idul Fitri, karena begitu banyaknya makanan yang relatif istimewa, kita lupa dengan ‘kapasitas’ perut kita, sehingga terlalu banyak mengkonsumsi makanan. Baik makan besar maupun makan kecil. Sementara Allah Subhanahu wata’ala telah mengingatkan kita :

*وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ تُسْرِفُوا إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ*

Dan makan dan minumlah kalian, tapi janganlah kalian berlebih-lebihan. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
(QS. Al-A’raf 31)

5- Pakaian yang bagus dan indah yang memang disunnahkan untuk dikenakan pada hari raya Idul Fitri, menjadikan kita terjebak pada sifat berlebihan dalam berpakaian ataupun berdandan, sehingga terkadang ‘aurat’ tidak terjaga, atau berpakaian terlalu ketat, atau juga terlalu menyolok (tabarruj). Sehingga dosa-dosa yang telah terampuni kembali masuk dalam diri kita. Oleh karenanya, sebaiknya dalam berpakaian tidak melanggar batasan-batasan syar’I, baik bagi pria maupun wanita.
وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ اْلأُولَى

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (Al-Ahzab 33)

6- Idul Fitri juga sering menjadi ajang untuk menghambur-hamburkan uang pada sesuatu yang ‘manfaatnya’ kurang. Kecuali jika dalam rangka untuk memberikan santunan kepada kerabat keluarga yang membutuhkan, namun itupun juga tidak boleh berlebih-lebihan. Dalam

Al-Qur’an Allah mengatakan :

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا

_Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
(Al-Furqan 67)_.

BACA JUGA  Ipda Nurlana Sambangi Posko Kampung Sehat Desa Mendana Raya Keruak.

*DOA TAUBATNYA NABI MUHAMMAD SAW*

*اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَإِلاَّأَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ*
*أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي*،
*•فَإِنَّهُلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْت*َ

*“Allahumma anta Rabbi, laa ilaaha illaa anta kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’udzubika min syarri maa shona’tu, abuu u laka bini’matika ‘alayya wa abuu u bidzambii faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzuunuuba illa anta.”*

( Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Illah (yang berhak diibadahi dengan benar ) kecuali Engkau.
Engkaulah yang menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat.
Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepada ku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku.
Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau).

_*Semoga kita menjadi penyebab baiknya diri dan orang lain*_.
_*Semoga kita senantiasa bersyukur, lebih bermanfaat dan lebih baik lagi.aamiin*_

*Mari selalu berusaha tiap hari tambah ilmu akherat, selalu semangat Tholabul ilmi.*

SMG cahaya illahi robbi senantiasa menerangi jalan hidup kita Amin