Prof Dr H Agustitin: TAFSIR TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA TAHUN 2020

banner post atas

Menurut International Monetary Fund (IMF) memprediksi ekonomi dunia akan kembali membaik atau Rebound di tahun 2020 setelah satu dekade terakhir merosot lantaran pasar global yang lesu bahkan sempat resesi hebat.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva menyebut pertumbuhan global diperkirakan akan mencapai 3,3 persen, naik dari 2,9 persen tahun lalu. Tahun lalu merupakan tahun terburuk bagi ekonomi dunia sejak resesi yang sangat hebat.

Pada tahun ini IMF optimis karena di awal tahun 2020 ini ekonomi dunia disambut dengan kesepakatan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Iklan

Oleh selain itu, stimulus 49 bank sentral di dunia, salah satunya bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve yang menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan terakhir ini.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva dalam sebuah forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss
mengatakan bahwa *”(Perang dagang AS-Tiongkok)* merupakan kabar baik,”

Namun demikian harus diingat bahwa ancaman global masih bisa memperburuk kondisi ekonomi global, misalnya Donal Trump yang akan meluncurkan perang dagang dengan Eropa dan juga gejolak militer di Timur Tengah.

Di katakan pula oleh Managing Director Intenational Monetary Fund (IMF), Chrsitine Lagarde, bahwa Indonesia akan mengalami peningkatan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi, walaupun baru baru ini masih terjadi pelemahan Rupiah, hal itu tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena juga terjadi di negara-negara lainnya. Di saat ini banyak negara berkembang yang sudah lebih siap dalam menghadapi krisis sepantasnyalah terjadi, dan ini sudah di antisipasi dengan mengeluarkan kebijakan kebijakan yang tepat. Namun masih ada beberapa negara belum bisa menghadapi krisis tersebut, tetapi setidaknya sudah memulai dengan langkah langkah perbaikan.
Kemudian pertanyaannya “Di mana keradaan Indonesia?
Christie mengatakan bahwa Indonesia ada peningkatan signifikan yaitu luar biasanya (excellent),” di tambah lagi , Indonesia memiliki (1) peningkatan pendapatan per kapita yang naik dua kali lipat, (2) angka kemiskinan turun 11 %, ( 3,) pertumbuhan dan inflasi terkontrol‎. (4) Indonesia juga memiliki cadangan devisa, (5) ketahanan sektor perbankan, (6) pengelolaan utang yang menunjukan perbaikan masif serta rekam yang jejak baik.
Kesemuanya itulah yang membuat dia mengapresiasi dengan memberikan nilai yang positif.

BACA JUGA  Prof H Agustitin: PENTINGNYA MENJAGA EFISIENSI DAN EFEKTFITAS DALAM PENGELOLAAN KOPERASI