Prof Dr H Agustitin :KONSISTENSI MENGGAPAI MAQAM SABAR

Prof Dr H Agustitin :KONSISTENSI MENGGAPAI MAQAM SABAR

Setiap orang dalam menjalankan kehidupan ini dapat di pastikan akan mengalami banyak hambatan, cobaan dan ujian, karena itu sikap sabar merupakan tahapan yang harus ditempuh dengan.

Kebahagiaan seorang hamba adalah terletak pada kemampuan seseorang dapat berlaku sabar.
Sabar adalah upaya menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah, serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, lalu berusaha untuk konsisten menjalankan ketaatan, dan ketabahan dalam menghadapi berbagai macam ujian hidup.

Menurut Amru bin Usman sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur’an dan sunnah. Dan sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidaksabaran untuk berusaha, ketidaksabaran untuk berjuang dan lain sebagainya. Sabar bukanlah sesuatu yang harus diterima seadanya, bahkan sabr adalah usaha kesungguhan yang juga merupakan sifat Allah yang sangat mulia dan tinggi.
Jadi Sabar juga merupakan upaya menahan diri dalam memikul sesuatu penderitaan baik dalam suatu perkara yang tidak diinginkan ttermasukketika kehilangan sesuatu yang sangat disayangi.

Rasulullah SAW bersabda bahwa , “Sabar ( sebenarnya) adalah kemampuan saat menghadapi cobaan”

Ada beberapa macam Sabar
1. sabar terhadap apa yang diperoleh dari hasil usahanya, misalnya sabar menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.
2. Sabar terhadap apa yang diperoleh tanpa upaya, misalnya kesabaran dalam menjalankan ketentuan Allah sehingga menimbulkan kesukaran untuk mencapainya.

Perjalanan diri sendiri menuju Allah SWT adalah sangat di perlukan kesabaran, termasuk bersabar menjalankan perintah Allah.”

Ketika ditanya tentang sabar, Al-Junaid menjawab, ”sabar adalah meminimalisir kepahitan tanpa wajah masam.”

Dan Ali bin Abi Thalib ra, menyatakan,”hubungan antara sabar dengan iman seperti hubungan antara kepala dengan badan.”

Memang “sabar tidaklah membedakan keadaan bahagia atau menderita, disertai dengan ketentraman pikiran dalam keduanya. Ketabahan yang sabar adalah mengalami kedamaian ketika menerima ujian dalam bentuk apapun .”

”Kebenaran hakiki tentang sabar adalah jika si hamba keluar dari cobaan dalam keadaan seperti ketika ia memasukinya, sebagaimana yang dikatakan oleh Ayub as pada Akhir cobaan yang menimpanya, ‘sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah tuhan yang maha penyayang diantara semua yang penyayang
(QS.Al-Anbiya’:83). Nabi

Ayyub memperlihatkan sikap berbicara yang layak dengan ucapanya,’Dan Engkau adalah Tuhan yang maha penyayang diantara semua yang menyayangi’ tetapi dia tidak bicara secara eksplesit , ‘Limpahkanlah kasih saying-Mu kepadaku’.”

“Sabar itu terbagi menjadi tiga macam:

Petama. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah

Kedua. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah

Ketiga. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain.

Syekh Ibn ‘Atha’illah juga membagi sabar menjadi tiga
1. sabar terhadap perkara haram,
2. sabar terhadap kewajiban, dan
3. sabar terhadap segala perencanaan (angan-angan) dan usaha.

Sabar terhadap perkara haram adalah sabar terhadap hak-hak manusia. Sedangkan sabar terhadap kewajiban

Kesabaran itu tidak ada batasnya. Jika masih terdapat batasnya maka itu bukanlah kesabaran.

Allah hanya ingin melihat sejauh mana kesungguhan, keyakinan, kerendahan hati, kebersihan hati, dan kesabaran kita. Untuk itulah kita disuruh untuk berdoa.

Rizki manusia sudah ada ketetapannya. Maka bersabarlah untuk menerima ketetapan tersebut.

Ya Allah, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu.

Semua doa yang dipanjatkan manusia pasti akan terkabulkan.

Bersabarlah dalam menunggu waktunya.
Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan di surga dengan sebab kesabaran mereka. (QS. Al-Furqan : 75)

Syukur kadangkala lebih mulia kedudukannya daripada sabar. Maka jangan tinggalkan keduanya.

Dua ujian yang paling sulit dalam hidup yaitu kesabaran untuk menunggu dan keberanian untuk menerima apa saja yang terjadi.

Dan bersabarlah kamu, bahwasannya kesabaran kamu itu tidak mungkin melainkan dengan Allah (QS. An-Nahl : 127)

Apabila sabar datang, perasaan, pikiran dan jiwa akan stabil lagi. Diri yang tadinya gelap akan selalu dilimpahi cahaya.

Sabar itu umpama sinar matahari yang menyinari seluruh aliran darah dalam tubuh.

Siapa yang bersabar untuk ilmu, ia akan memperolehnya.

Barangsiapa yang mencari kemuliaan namun tidak mau bersabar mengatasi nafsunya, maka selamanya ia akan hidup terhina.
Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat.

Rencana Allah itu lebih baik dari rencana manusia. Jadi tetaplah berdoa dan bersabar, hingga engkau akan menemukan ternyata Allah benar-benar memberikan yang terbaik.

Dengan sabar dan cintamu diriku telah engkau taklukkan.
Andai saja sabar itu mudah tentu semua orang pun dapat melakukannya.

Kesabaran itu laksana musim dingin yang tidak disukai manusia. Tetapi setelah musim itu padahal tumbuh bunga-bunga yang harum dan buah-buahan yang subur.

Tanda kesabaran adalah tidak menyebut kesusahan, tidak menyebut kesakitan, dan tidak memuji diri sendiri.

Sabar bukan sekedar tentang cara menunggu, tapi bagaimana cara terbaik dalam menunggu.

Sabar akan lebih indah jika diiringi dengan syukur.
Kesabaran itu bukanlah bermaksud kita sanggup menerima segalanya

Kesabaran itu adalah bagaimana kita sabar dalam mencari penyelesaian pada setiap permasalahan yang ada.

Sabar itu bukan hanya tentang kepasrahan tetapi juga niat dan tekad.
Ingatlah bahwa sesungguhnya Allah itu selalu bersama orang-orang yang sabar.

Bersabarlah atas segala yang menimpamuv karena itu semua dari Allah SWT.
Ya Allah.. berikanlah kesabaran bagiku, agar aku tidak tersesat dari jalan-Mu.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas
(QS. Az-Zumar : 10)

Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Allah pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Karen sabar adalah sikap tidak mengeluh sedikit pun. Ini adalah kesabaran tingkat tabiin (pengikut).

Sabar itu selalu menerima segala ketetapan Allah. Kesabaran seperti ini adalah tingkat zahid.

Sabar menghadapi cobaan dan musibah dengan senang hati karena yakin semua itu datangnya dari Allah. Kesabaran seperti ini adalah sikap para shiddiqin (orang-orang yang jujur).

Bersabarlah, sesuatu yang baik selalu datang kepada siapa saja yang sabar menunggunya.
Cukuplah Allah sebagai penolong manusia. Karena Dialah sebaik-baik penolong. Dan kesabaran adalah cermin dari ketakqwaan.

Ketaqwaan dan kesabaran jika digabungkan akan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses.
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(QS. Al-Baqarah : 153)

Permulaan sabar adalah pahit, tetapi manis pada akhirnya.
Ya Allah, jadikanlah aku penyabar dan bersabar dengan setiap ujian-Mu.
Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah (HR. Bukhari)
Allah menjanjikan pahala yang tidak terbatas bagi orang-orang yang sabar menghadapi berbagai macam cobaan.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA