Prof Agustitin : KONTEMPELASI

*Ilmu di dunia ini bersifat universal artinya siapapun dengan sungguh-sungguh menekuni akan mencapai hasil sesuai dengan tujuan ilmu tersebut. Fakultas Kedokteran hadir untuk mencetak manusia menjadi dokter sedangkan fakultas Teknik dibuat untuk mencetak manusia menjadi seorang Insyiur, ahli teknologi. Akan keliru jika orang bercita-cita menjadi dokter masuk ke Fakultas Teknik, sesunguh apapun usahanya tidak akan membuat dia menjadi seorang dokter. Pernah suatu hari sambil guyon Guru berkata, “Jangan kau potong besi memakai dzikir!”.*

Iklan

*Seorang murid dengan polos bertanya, “Kenapa Guru besi tidak boleh dipotong memakai dzikir?”*

*Guru tertawa, “Memang bisa putus besi kamu potong dengan dzikir? Besi dipotong dengan gergaji besi sedangkan dzikir untuk membersihkan hati”*

*Maksud Guru sebenarnya adalah segala sesuatu harus diletakkan pada tempatnya, digunakan menurut fungsi masing-masing. Karena ilmu bersifat universal maka siapa saja yang memenuhi rukun syarat dalam menuntut ilmu akan memperoleh hasil yang sama, siapapun orangnya*

*Ada sebuah guyonan dari Almarhum KH, Hasyim Muzadi “Ilmu itu universal, bukan soal agama. Kristen belajar kedokteran ya jadi dokter. Orang NU gak belajar, ya jadi dukun.” Apa yang Beliau sampaikan ada benarnya seperti saya kemukakan di awal tulisa tadi bahwa ilmu itu bersifat universal. Anda rajin belajar akan menjadi pandai sedangkan tidak rajin akan menjadi bodoh, tidak ada hubungan dengan ibadah yang anda lakukan.*

*Orang rajin ibadah tapi malas bekerja maka hukum alam membuat dia menjadi miskin atau hidup dibawah rata-rata, sedangan orang rajin bekerja dan berusaha andai dia seorang yahudi pun akan menjadi kaya dan sukses. Coba perhatikan orang-orang sukses di dunia, kebanyakan dari kalangan non muslim, bukan faktor agamanya tapi karena kesungguhan. Seorang muslim yang sukses juga banyak, kaya raya juga banyak, mereka mencapainya bukan lewat ibadah dan keshalehan tapi lewat ketekunan.*

*Ibadah dan keshalehan lewat ketekunan*

*“Tuhan tidak pernah mau melanggar hukum-Nya” begitu Guru menasehati saya. Tuhan menciptakan hukum yang kita sebut sunatullah, lewat hukum tersebut maka keadilan Tuhan terlaksana dengan seadil-adilnya di dunia ini. Tuhan memberi ilham tentang Hukum Gravitasi kepada Newton, hal yang belum pernah terfikirkan oleh manusia sebelumnya, meskipun berulang kali orang menyaksikan apel jatuh, ini tidak ada hubungan dengan ketaatan.*

*Kita bangga memiliki Harun Yahya yang sangat tekun menemukan ayat-ayat tentang apapun rahasia alam. Kalau anda nanya ke Harun Yahya tentang dalil komputer di al-Qur’an pasti dia punya ayatnya. Tapi saya pribadi berpendapat bahwa tidak semua fenomena alam harus bisa dijelaskan memakai dalil-dalil karena keduanya memiliki fungsi berbeda. Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk hidup manusia, jalan kepada-Nya, sebagai sumber kebaikan universal, tidak harus disana memuat segala keinginan dan kebutuhan kita, terutama bidang teknologi. Kalau anda cari dalil tentang handphone, laptop, pesawat, internet dan teknologi terbaru lainnya di al-Qur’an, nanti anda hanya sekedar mencocok-cocokkan saja ayatnya, sesuai persepsi anda.*