Prihatin Jalan Kabupaten Tampa Trotoar, Remaja Dusun Belencong Bangun Trotoar Alternatif

banner post atas

Lombok Barat- Lantaran sering menjadi daerah rawan kecelakaan hingga menimbulkan ketakutan bagi orang tua untuk membiarkan anaknya bersekolah melalui pinggir jalan raya. Remaja yang tergabung dalam Gerakan Remaja Dusun Belencong secara gotong royong membangun jalan trotoar alternatif di jembatan jalan raya Mataran-Tanjung KM 1, Dusun Belencong Desa Midang Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, Selasa 08/12/2020.

Jalan raya tersebut menjadi jalan lintas kabupaten/Kota dan penyangga kota Mataram yang tidak memiliki terotoar jalan. Sedangkan trotoar (bahu jalan) adalah sarana yang dibuat sebagai hak pejalan kaki berlalu lalang.
“Kalau 2 mobil lewat beriringan atau ada Truk Besar, kami harus menunggu dulu agar bisa melewati jalan jembatan ini”, ungkap warga sekitar.

Menurut informasi yang beredar di masyarakat, jalan jembatan itu dulu dibangun oleh Arsitek asal jepang pada zaman pasca proklamasi yang lalu. Ukuran jalan jembatan saat itu dikondisikan dengan ukuran kendaraan yang lewat sehingga sangat tidak relevan dengan kondisi saat ini. Satu jengkal saja tidak ada sisa untuk trotoar hak pejalan kaki.
“Apa iya pejalan kaki harus mengambil jalur kendaraan? Siapa yang bertanggung jawab akan hal ini?. Mungkin jika yang melewati jembatan itu orang dewasa, mereka bisa mengukur diri, tapi terdapat 2 sekolah besar di seberang jembatan, dan hanya itu jalan anak-anak ke sekolah. Apa tidak berbahaya?,” ungkap warga dengan nada bertanya.

Iklan

Jum’at, 4 Desember 2020 lalu, Gerakan Remaja Dusun Belencong melakukan bersih-bersih di area jembatan dan sungai yang mengalir dibawahnya. Atas inisiasi sendiri, Gerakan Remaja Dusun Belencong bekerja sama dengan warga RT. 10 yang tepat di aliri air sungai serta jalan jembatan itu ada diwilayahnya.

“Memang ini seharusnya wewenang Pemda dan yang lain, tapi jika terus menanti interuksi dari atas, kapan kita bisa mulai menyelamatkan pejalan kaki.” ungkap Fathul Azis selaku ketua RT. 10.

BACA JUGA  Babinsa, Babinkamtibmas dan Kades di Lotim Pasang Banner Protokol Kesehatan Covid-19.

Bersih-bersih sungai itu telah diinisiasikan oleh Gerakan Remaja dan Warga RT. 10 sebagai langlah awal dari beberapa rencana pembangunan, terutama jalan jembatan alternatif untuk pejalan kaki, lainnya adalah pembersihan sungai untuk membuat keramba ikan, dan kedepannya sebagai destinasi wisata.

“Karena saat ini remaja juga harus dapat mandiri, maka kami harap remaja dapat memanfaatkan potensi yang dusun miliki, seperti sungai ini”, harap M. Yunus selaku Koordinator Kegiatan tersebut.

Rencana pembangunan jembatan tanpa disebarkan, ternya telah banyak mengundang dermawan untuk membantu pembangunanya. “Kami melihat kalian kerja dengan sungguh, maka dari itu kami juga turut bersungguh untuk membantu”, ungkap Fahmi selaku falititator bahan pembangunan jalan jembatan tersebut.

Esok harinya jalan jembatan tersebut langsung dibangun dengan gotong royong gerakan remaja setempat. Jembatan dibangun dengan bahan yang paten dari besi yang di berikan oleh PT. Indomine yang merupakan perusahaan pengaspalan jalan raya dan material. Karena bahan yang diberikan cukup hanya untuk 1 jembatan, akhirnya bagian sebelah timur di dahulukan karena tidak ada jalan lain selain jalan raya untuk ke arah selatan dan sekolah.

Pengerjaan diawalai pada pagi hari dari pembersihan sampai pendatangan bahan. Semakin siang nampaknya semakin ramai yang datang membantu, tidak hanya remaja, namun juga orang tua yang tahu spesialis mereka dalam bidang pertukang besi. Sampai pada sore hari, jembatan di penuhi orang-orang yang ingin ikut bergotong royong dan beberapa yang hanya sekadar menonton.

Kepala Desa Midang dan Kepala Dusun Belencong juga hadir karena tertarik melihat keramaian gotong royong tersebut.
“Saya kira hanya sekadar wacana, ternyata Remaja Belencong sungguh mengerjakannya, InsyaAllah untuk yang di sebelah barat, kami (kades dan kadus) akan membantu pendanaannya”, janji Syamsudin Kepala Desa Midang.

BACA JUGA  NW Pancor Dukung Masrun-Habib Pada Pilkada Lombok Tengah

Kepala Dusun Belencong terkejut dengan pembangunan yang dia lihat sangat cepat tersebut “Semalam saya di ceritakan tentang rencana pembangunannya, sore ini sudah hampir jadi, luar biasa” ujarnya.

Ternyata benar, bekerja bersama tidak hanya mengefisienkan waktu pengerjaan, namun juga dapat menambah nikmatnya bekerja sampai tidak ada sedikitpun rasa lelah. Dari tukang las, sampai tukang cat datang tanpa pernah diundang. Jalan Jembatan sebelah timur jadi dalam sehari-semalam sudah bisa digunakan. Sedangkan jalan jembatan sebelah barat, sedang di usahakan baik bahan dan dananya oleh pihak setempat. Semoga segera terwujud, sehingga keamanan pejalan kaki dapat terealisasi.

Oleh: Syaikhul Abror
Editor: Rahman