POTRET YAYASAN MI`RAJUSH SHIBYAN NW PONDOK PESANTREN NAHDLATUL WATHAN JAKARTA Oleh : H.Muslihan Habib “Pondok Pesantren NW Jakarta sebagai Rintisan Maulana Syaikh”

0
143
banner post atas

Pondok Pesantren NW Jakarta sebagai Rintisan Maulana Syaikh
Kelahiran Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dapat disebut sebagai salah satu pesantren yang merupakan rintisan langsung dari Al-Maghfurulah Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abd Madjid. Oleh sebab itu, sebelum kelahiran pesantren ini, beliau sempat mengirim salah seorang muridnya untuk misi dakwah penyebaran organisasi NW dan mendirikan madrasah atau lembaga-lembaga pendidikan NW di ibu kota Jakarta, tapi karena satu dan lain hal, misi tersebut belum berhasil.

Al-Maghfurulah Maulana Syaikh, memang sosok dan tifikal ulama idealis yang memiliki paradigma berpikir melampoi zamannya. Idealisme, obsesi dan cita-cita besarnya terhadap organisasi NW yang beliau dirikan itu sungguh tinggi, mendunia dan berkesinambungan sampai hari kiamat. Idealisme tinggi beliau itu, telah terekam dengan jelas, tegas dan lugas dalam berbagai bentuk redaksi do`a yang tertuang pada kitab Hizib dan Thariqat Hizib Nahdlatul Wathan dan juga dalam berbagai Shalawat serta buku Wasiat Renungan Masa Pengalaman baru yang disusunnya, yaitu tersebarnya panji-panji organisasi NW tersebut ke seluruh pelosok wilayah Nusantara dan bahkan seluruh penjuru dunia sekalipun. Insya Allah wa biidznillaahi, sebagaimana dapat kita perhatikan dalam petikan doa yang sering kita dengar dan berulang kali kita lafadzkan kalimat yang mengatakan; wansyur liwa-a Nahdlatil Wathani fil `aalamin (Ya Allah, sebar luaskanlah panji-panji Nahdlatul Wathan ke seluruh dunia).”
Dan dalam buku Wasiatnya, Maulana Syaikh mengatakan;

”Aduh sayang!
NW kembali menjadi KARYA
Cita-citanya setinggi MUSTAWA
Semoga tercapai JANNATUL MA’WA
Bi’aunillahi Robbil Baroya”

Iklan

Sementara itu, salah satu bentuk obsesi dan cita-cita besar Maulana Syaikh pada Pondok Pesantren NW Jakarta secara khusus adalah ingin menjadikannya sebagai kiblat NW. Pemaknaannya disini, mungkin saja, makna kiblat NW ini sebagai sebuah madrasah/sekolah/pesantren yang maju, sehingga menjadi rujukan pendidikan di NW khususnya. Dan memang sejak kelahiran pesantren ini, berbagai upaya yang beliau lakukan untuk membesarkan dan memajukannya.

Salah satunya adalah pembebasan tanah dan pembagunan fasilitas gedungnya. Perhatian serius beliau ini ditampakkan sampai akhir hayatnya. Dan memang, beliau sangat menginginkan sekali NW yang berada di ibu kota Jakarta ini maju dan berkembang pesat yang dilengkapi dengan berbagai fasilitasnya serta pengembangan lainnya dalam berbagai dimensi, sehingga panji-panji NW yang sumbunya berada di jantung ibu kota negara ini, dapat bersinar dengan terangnya dan tentunya tidak hanya menyinari Jakarta, tapi juga Indonesia.
Oleh sebab itu, dengan mengutip seperti yang dituturkan oleh pimpinan Pondok Pesantren NW Jakarta, Drs. KH. Muhammad Suhaidi bahwa setiap jengkal tanah yang kami beli untuk Pondok Pesantren NW Jakarta, maka Maulana Syaikh selalu berdoa dengan mengatakan; “ Mudah-mudahan kelak tanah tempat (madrasah) ini dapat menyinari Jakarta dengan NW”.