PONPES NW JKT; Peringatan Isra’ dan Mi’raj

banner post atas

Sinar5news.com – Tadi malam Senin, 23/3/20 telah berlangsung acara peringatan Isra’ dan mi’raj Nabi Muhammad SAW di Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dihadiri oleh para santri, Asatidz dan Musyrif pengasuh di PONPES NW JKT.

Peringatan Isra’ dan Mi’raj yang dilaksanakan dalam waktu yang relative singkat berjalan dengan baik dan lancar dari awal acara setelah selesai pelaksanaan shalat maghrib berjamaah, sampai akhir acara ketika masuk waktu isya’.

Peringatan Isra’ dan Mi’raj kali ini dirangkai dengan kegiatan sederhana, lebih memfokuskan kepada inti dari tujuan peringatan Isra’ dan Mi’raj yaitu mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa yang sangat luar biasa.

Iklan

Rangkaian acara pelaksanaan perinngatan tersebut diringkas kepada lima rangkaian acara; pertama, pembukaan oleh MC, kedua pembacaan kalam ilahi oleh salah satu santri pesantren Majdi Alquddus, ketiga Pembacaan maulid Nabi oleh Musyrif Subkhi, keempat acara inti Uraian Isra’ dan Mi’raj oleh Ust Sugi, M.Sos, dan kelima acara penutup yang kembali di pimpin oleh MC.

Dalam uraian Isra’ dan Mi’raj, Ust. Sugi menjelaskan tentang perbedaan dari isra’ dan mi’raj, kalau Isra’ perjalanan Nabi dari masjidil haram di makkah menuju ke masjid Aqso di palestina. Sesampainya dimasjid aqso beliau mengikatkan burok tunggangannya kemudian melaksanakan shalat sunnat dua rakaat, setelah itu sebelum melanjutkan perjalanannya naik ke kelangit beliau ditawarkan oleh malaikat jibril dua mangkuk minuman yang berisi susu dan arak, dengan pilihan yang tepat beliau mengambil mangkuk yang berisi susu. Jelasnya.

Setelah menjelaskan tentang Isra’ Ust sugi melanjutkan penjelasannya tentang Mi’raj yang artinya naik, yaitu naiknya Nabi dari masjid Aqso menuju ke Sidratul Muntaha untuk mengambil kewajiban shalat. Ust sugi lanjut menceritakan bagaiman perjalanan Mi’raj Nabi. Ketika sampai di setiap pintu langit jibril ditanya dengan tiga pertanyaan Siapakah kamu ?, siapakah bersamamu ?, apakah dia telah diutus ?. pertanyaan pertama dijawab dengan” Jibril”, Pertanyaan kedua dijawab dengan “Muhammad”, pertanyaan ketiga dijawab dengan “ya dia telah diutus”.

BACA JUGA  Beruntung org punya sifat qona'ah Oleh Badri HS QH

Ust. Sugi melanjutakan penjelasannya kepada pertemuan Nabi dengan Para Nabi disetiap langit, langit pertama bertemu dengan Adam, langit yang kedua bertemu dengan Nabi Isa dan nabi yahya, langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf, langit keempat bertemu dengan Nabi Idris, langit kelima bertemu dengan Nabi Harun, Langit keenam Bertemu dengan Nabi Musa dan langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.

Setelah sampai ke langit ketujuh Melanjutkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima kewajiban shalat dari Allah SWT. Ust. Sugi menjelaskan bagaimana dekatnya Allah dengan Nabi sehingga bisa negoisasi terhadap jumlah waktu shalat yang awalnya lima puluh waktu menjadi lima waktu, hanya Nabi kita yang pernah negoisasi dengan Allah berulang kali sehingga Nabi sampai malu minta lagi kepada Allah untuk diturunkan rakaatnya karena yang lima waktu disamakan nilainya dengan lima puluh waktu.

Diakhir pembicaraannya Ust.Sugi menekankan terhadap pentingnya shalat, karena shalat adalah tolak ukur keselamatan orang muslim dengan mengeluarkan hadits

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.] fath.

BACA JUGA  DOA HARI INI Senin13 Jumadil Awwal 1442