Pesan Singkat untuk Para Suami / Ayah

Pesan Singkat untuk Para Suami / Ayah

Menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah merupakan do`a dan cita-cita bagi pasangan hidup dalam upaya menggapai keridhoan dan keberkahan dari Allah SWT dalam mengarungi bahtera kehidupan bersama keluarga tercinta yang Allah SWT jadikan sebagai bagian pelengkap kebahagiaan hidup umat manusia.

Pernikahan merupakan penyempurna keimanan seseorang dalam beribadah kepada Allah SWT, karena pahalanya tidak pernah terputus selama mereka hidup dan menjalaninya dengan penuh keimanan kepada Allah SWT bahkan akan terus berlanjut dan mengalir meskipun kita sudah tiada di alam dunia.
Do`a dari anak-anak dan keturunan kita yang shaleh akan terus menemani dan mengantarkan kita kembali kepada Sang Pencipta dengan keadaan mulia. Hal tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW dalam beberapa keterangan hadits.

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية ، أو علم ينتفع به ، أو ولد صالح يدعو له (رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي والبخاري في الأدب المفرد عن أبي هريرة)

“Jika anak adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara; Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan.” (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmizi, An-Nasai, Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad, dari Abu Hurairah).

Sungguh kemulian yang luar biasa yang akan didapatkan oleh kita sebagai kedua orangtua yang telah mempersiakan generasi dan keturunan kita untuk menjadi anak-anak yang sholeh / sholehah.
Setiap keluarga memiliki cerita, dan setiap cerita yang terjadi di dalam rumahtangga memiliki makna yang sangat besar dan mulia dalam upaya bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Setiap kita memiliki peran masing-masing dalam rumah tangga.

Ibarat perjalanan dengan sebuah bus, ayah/suami sebagai pengemudi, ibu/istri sebagai kondektur, dan anak-anak sebagai penumpang. Semua komponen tersebut harus bersinergi dan bersatu. Pegemudi merupakan orang yang mengemudikan kendaraan yang ia kemudikan dan menjadi penentu keselamatan seluruh penumpang yang ada di dalamnya.
Kondektur adalah seseorang yang mengatur situasi dan kondisi yang terjadi di dalam / di luar kendaraan tersebut. Jika kondektur sudah memberikan instruksi kepada pengemudi untuk berangkat maka pengemudi pun harus berangkat. Begitpun sebaliknya, jika kondektur meminta pengemudi berhenti, maka pengemudi harus bersiap diri untuk menghentikan laju kendaraan dan menepi.

Ketika keduanya dapat menjalin kerjasama yang baik, maka keselamatanlah yang akan dirasakan baik oleh penumpang, kondektur, pengemudi, bahkan kendaraan tersebut.
Begitupun di dalam berumahtangga. Adanya keharmonisan kerjasama antara suami dan istri menjadi penentu kebahagiaan, keberkahan, dan keselamatan seluruh keluarga.
Namun ada satu hal yang perlu diingat khususnya bagi ´´para ayah atau suami, ingat bahwa istri dan anak-anakmu adalah tanggunganmu di dunia dan akhirat“. Yang dilakukan oleh suami/ayah itu menjadi pertanggungjawaban sendiri. Namun segala perkara yang dilakukan oleh istri dan anak-anak kita
menjadi bagian yang harus dipertanggungjawabkan oleh para ayah/suami kelak di hadapan Allah SWT.

Mudah-mudahan kita semua khususnya para suami/ayah dapat menjadi Nahkoda terbaik dalam keluarga, sehingga kita mampu menerjang setiap badai yang menghadang laju bahtera kita dalam mengarungi luasnya lautan nikmat yang telah Allah SWT siapkan untuk kita sebagai hamba-hambaNya.

والله الموفق والهادی الی سبيل الرشاد

Uje
Ahad, 23 Shafar 1442 H / 11 Oktober 2020

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA