PERSARI PRAMUKA SDIT ASY-SYAAKIRIIN MEMBENTUK PRIBADI MANDIRI DAN BERTANGGUNG JAWAB

banner post atas

Kegiatan Persari Pramuka SDIT ASY-SYAAKIRIIN Pondok Bambu Duren Sawit Jakarta Timur 14 Februari 2020 membentuk pribadi peserta didik yang mandiri dan bertanggung jawab.

Selaku kepala sekolah Bpk Angsori S.pdi mengatakan ” kegiatan ini sangat antusias diikuti oleh peserta didik dan sangat menyenangkan dan manfaat dalam kegiatan ini adalah membentuk mental serta tanggung jawab untuk peserta didik “

Iklan

Ungkapnya lagi untuk pembina ” kegiatan ini perdana dilakukan disekolah dan cukup baik dan sukses namun untuk tahun berikutnya lebih ditingkatkan lagi baik persiapan acara dan kordinasi terhadap dewan guru sehingga sehingga acara berjalan dengan makin baik “.

Terbagi ke dalam beberapa regu yang disebut dengan barung, mereka tampak asyik dengan aneka kegiatan kepramukaan. Mulai dari baris-berbaris, halang rintang, hingga berbasah-basahan pipa bocor air. Seakan bukan sedang melakukan kegiatan Pramuka, mereka sangat asyik hingga tak memperdulikan seragam pramuka yang mereka kenakan basah.

Warna kolong hasduk yang mereka kenakan masih berwarna hijau. Bukan merah. Mereka juga tak membawa alat perkemahan layaknya perkemahan pramuka pada umumnya. 

Tak ada pula acara menginap atau kegiatan api unggun. Namun, keseruan dan pelajaran yang mereka dapat tak kalah seru dengan apa yang dilakukan oleh kakak-kakak mereka yang sudah mengenakan kolong hasduk berwarna merah. 

Itulah sekilas gambaran mengenai sebuah kegiatan perkemahan yang dilakukan di sekolah .

Perkemahan Satu Hari, atau yang sering disingkat Persari adalah sebuah kegiatan perkemahan yang dilakukan oleh Pramuka tingkat siaga. Pada Sekolah Dasar, tingkatan siaga merupakan tingkatan pada kelas kecil (Kelas 1-3). 

Jika kakak-kakak kelas mereka telah bisa menerima tanggung jawab lebih semisal mengelola regu dan segala hal, maka berbeda dengan pramuka tingkat ini. 

BACA JUGA  Kabar Baik, Gili Belek Dan Gili Re Akan Punya Jembatan Penghubung Untuk Akses Pendidikan.

Karakter pramuka siaga cukup unik. Pribadi aktif dan tak pernah diam. Masih berada di kisaran usia di bawah 10 tahun, dunia anak-anak yang masih sangat dominan menjadi titik tumpu kegiatan ini.

Maka, bukan kegiatan yang mengekang dan mengharuskan untuk menerima peraturan ketat yang menjadi tumpuan kegiatan. Tapi, kegiatan yang bisa mengendalikan egoisme, merasa memiliki teman, peduli, dan dapat mengekspresikan keaktifannyalah yang merupakan tumpuan kegiatan ini. Menarik dan menyenangkan, namun tetap memberi semangat nilai-nilai pramuka.

Walau hanya satu hari tapi jangan sepelekan berbagai manfaat dari kegiatan Persari ini. Ada banyak pesan yang tersirat yang tak kalah penting dalam kegiatan ini.