Pernyataan Sikap LPOI/LPOK Kedaulatan Pangan Dan Obat Sehat Untuk Warga Bangsa

Sinar5news.com- Jakarta- Kenduri kebangsaan dan dialog publik, acara yang digagas bersama oleh ormas LPOI dan LPOK hadir menyapa Nusantara. Upaya terus menjaga merawat NKRI yang beraneka ragam baik adat istiadat, suku, agama dan bahasa yang berbeda disatukan dengan Pancasila.  Berlokasi di wisma perjalanan haji Indonesia ( Wisma PHI) Cempaka Putih Jakarta Pusat. Mengambil tema “Masa depan keamanan obat dan makanan dalam menjaga warga bangsa”. 3/11/22
 
Acara Kenduri ini digagas sebagai rasa sukur menempati kantor baru LPOI/LPOK untuk merajut solidaritas sebagai warga bangsa dan agama. Sekaligus muhasabah atas berbagai hempasan gelombang bencana yang silih berganti menerpa bangsa.  Dalam sambutan yang sangat inspiratif sekjen LPOI dari Ormas PITI H.Denny Sanusi, BA selaku ketua panitia penyelenggara menyampikan ;
 
” Acara ini diselenggarakan sebagai ungkapan sukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kita semua. Kenduri kebangsaan terlaksana untuk merawat menjaga kebangsaan sebagai kesadaran  penuh untuk mencari jalan kesusksesan sekaligus menjaga budaya mengkaji merespon mengkeritisi kondisi kebangsaan “. Ungkapnya.
 
Hadir dalam acara seluruh anggota LPOI : Ormas Nahdatul Wathon Diniyah Islamiyah ( NWDI), NU, PITI, Perti, SII, Alirsyad, Alittihadiyah, Alwasliyah, HBMI, Semantara dari LPOK : KWI, Permabudi, Muttaqien, Hindu, PHDI, Konghucu, katolik, protestan, Walubi, serta para tamu undangan jajaran pemerintah di wilayah Cempaka Putih, Kapolres, Camat, Dandim dan tamu undangan lainnya.
 
Dalam orasi kebangsaan ketua LOPI/ LPOK Prof. KH. Sa’id Agil mengungkapkan keperihatinan yang sangat, atas hiruk pikuk Kebangsaan yang tidak pernah selesai dari masalah yang terus datang silih berganti. Beliau juga mengajak seluruh elemen bangsa baik dari level eksekutif pelaksana pemerintahan dari atas sampai ke bawah, yudikatif dan seluruh rakyat Indonesia semua warga bangsa untuk melakukan pertaubatan nasional.
 
” Atas kejadian musibah yang menimpa bangsa baik musibah tragedi kejuruhan Malang, Polri, dan sekarang kematian balita dan anak² yang sudah lebih seratus empat puluhan meninggal dan mungkin akan bertambah terus akibat obat yang beredar sebagai pembunuh. Kejadian ini sangat memalukan sebagai bangsa berdaulat. Perlu pertaubatan nasional mengakui kesalahan dihadapan Allah agar kita kembali di rthoi dan mampu menjadi poros dunia “. Terangnya Ketua Perwakilan Ormas Islam Dan Keagamaan Naik Di Atas Podium Membacakan Pernyataan Sikap
 
Beliau juga menjelaskan pentingnya kehadiran dan fungsi hadirnya negara. ” Makna kita berbangsa bernegara, berserikat berkumpul berdasarkan kitab suci adalah : 
 
1. Berupaya menghilangkan kemiskinan di dalam negara. Berdasarkan data kemiskinan di negri kaya raya ini cukup tinggi  11% sekitar 30 juta jiwa sangat tinggi. Sebagai civil society harus menyuarakan terus monitor jalannya negara dalam melaksanakan amanat penderitaan rakyat. Tidak boleh terjadi segelintir manusia masih menguasai lima juta hektar, tiga juta hektar, dst di republik ini. Sementara ada rakyat yang belum punya sejengkal tanah.
2. Membangun hal-hal positif, contoh : kesehatan, sehingga warga sehat berpikir sehat jasmani. Pendidikan,  Ketimpangan pendidikan diwilayah Indonesia masih menganga. Atas dasar ini  ormas membangun pendidikan di seluruh tanah air untuk mencerdaskan bangsa.
3. Membangun masyarakat yang sholid lepas dari pertengkaran pertikaian. Alhamdulillah di bumi Pancasila semua aman beda jauh dengan timur tengah yang masih terus bertikai. 
 
Untuk mewujudkan tujuan kita berserikat, berormas, bernegara diatas maka kedaulatan kesediaan pangan, sandang, papan, energi menjadi keharusan. Dengan demikian negri kita akan aman damai sejahtera “. Paparnya.
 
Mengingat setiap penyakit ada obatnya apabila tepat Allah akan menghilangkan penyakitnya.( Hadits diriwayatkan Jabier). Ibnu shina abad ke- 8 Suhu dokter dunia berpesan ” Halusinasi itu adalah bagian dari penyakit, ketenangan jiwa separuh dari obat, jiwa yang sabar bagian dari penyembuhan “. Islam mewajibkan menjaga keberlansungan hidup sebagaimana dalam kitab kelasik Arbaien. Dikatakan  Kita semua wajib berjuang beriman. Perintah jalankan, memberi perlindungan pada masyarakat  baik muslim atau non muslim dengan ketahanan pangan sandang papan pakaian dan memelihara kesehatan dengan obatan yang berkualitas”. Tutur mantan Ketum PBNU ini yang merupakan pakar peradaban Islam.
 
Acara dirangakai dengan seminar Nasional menghadirkan pakar dibidangnya diantaranya ; Prof. Bambang GB FKM UI, Mufti Mubarok Badan Perlindungan Konsumen Obat dan Makanan RI. dr. Effen sekjen perkumpulan dokter swasta Indonesia ( PDSI), Dra.Tri  BPOM.
 
Dipandu ketua majlis pembina  PERTI Prof.DR. Anwar Sanusi. Yang memandu acara sangat moderat. Sebagai mantan senator Senayan beliau sangat paham atas kebijakan dan UU karena beliau pada zamannya terlibat pembuatan aturan main.
 
Dalam closing stetmen Modirator ; perlu regulasi, pengawasan dan independensi kelembagaan. kesemerautan yang terjadi bukti negri lemah dalam pengawasan. Harus lebih cermat, LPOI/LPOK merekomendasikan obat kembali ke budaya Nusantara  minum Jamu dan herbal. Negara harus menjamin kesehatan, keamanan warganya. Negara harus lurus menjalankan amanat rakyat bertanggung jawab atas kematian anak bangsa akibat obat yang menyalahi aturan beredar luas dipasaran “. Tutupnya.
 
Acara seminar yang disiarkan melalui ofline dan online berlansungs sangat meriah. Hadir dalam arena sekitar seratus lebih peserta dari semua unsur dan kalangan acara selsai dengan stetmen bersama Negara tidak boleh kalah dengan oligarki harus menjalankan amanat rakyat dengan tanggung jawab.