PERDEBATAN SERU LANGIT DAN BUMI

banner post atas

BUMI: Wahai langit, aku lebih hebat dari kamu, soalnya Allah Swt Tuhanku menghiasi aku dengan berbagai macam keindahan seperti kota-kota, lautan, bengawan, pohon-pohonan, bukit-bukit dan lain-lain.

LANGIT: Ooo.. anda salah, justru aku yang lebih hebat daripada kamu, soalnya aku dihiasi oleh matahari, bulan, bintang-bintang, falak-falak, buruj, ‘Arasy, kursi dan sorga ada padaku.

BUMI: Sebentar dulu, coba anda pikirkan, saya yang lebih hebat soalnya juga di bumi ada Baitullah yang selalu dikunjungi beribadah dan thawaf para Nabi dan Rosul dan orang beriman.

Iklan

LANGIT: Perhatikan, saya yang lebih hebat, soalnya sorga ada padaku tempat kembalibya ruh para Nabi, Rosul dan orang-orang soleh.

BUMI: Ooo jangan ngaku-ngaku lebih hebat dulu, soalnya padaku tinggal makhluk Allah yang paling mulia, penghulunya para Nabi dan Rosul, bahkan tidak akan ada alam semesta tanpa yang muliau Rasulullah Muhammad SAW.

Maka atas argumen ini akhirnya langit merasa kalah total dan melapor seraya memohon kepada Allah, ya Allah, aku kalah dengan bumi, dia lebih hebat karena ada padanya hamba-Mu yang terhebat, Engkau memuliakan bumi oleh karena Rosul SAW yang mulia, maka hamba mohon agar engkau angkat Muhammad SAW ke langit agar aku ikut pula jadi mulia.

Alkisah.. terkabullah doa langit dengan terjadinya peristiwa Isro’ Mi’raj pada tanggal 27 bulan Rajab. Adaptasi sumber bacaan kitab Durratun Naasihiin. Wallohua’lam.

(Rabu 10 Rajab 1441 H/ 4 Maret 2020)

BACA JUGA  Dosa Kecil yang Membesar