PENJELASAN 100 KARAKTER NW SEJATI 13. BERHIAS DIRI DENGAN SIFAT TERPUJI Karya : Abu Akrom

banner post atas

 

NW sejati berhias diri
Dengan semua sifat terpuji
Sikap hidupnya sangat berarti
Mengikuti jejak para Nabi

Diantara karakter NW sejati yang sangat penting adalah senantiasa berhias diri dengan semua sifat terpuji. Bila semua sifat terpuji itu dijadikan sebagai penghias diri dalam kehidupan, niscaya hidupnya sangat indah, berarti, bernilai dan penuh dengan kebaikan. Semua itu dalam rangka mengikuti jejak langkah para Nabi yang telah memberi contoh bagaimana menampilkan sifat terpuji kepada sesama insan baik dalam bentuk ucapan, pemikiran maupun sikap riil dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Iklan

Sifat terpuji banyak sekali
Mari kita banyak mengkaji
Agar hidup di dunia ini
Bermanfaat sampai akhir nanti

Sifat terpuji itu sangat banyak macamnya. Tentu yang akan mengetahuinya secara detail adalah orang-orang yang secara khusus melakukan pengkajian secara komprehensif (mendalam dan menyeluruh) melalui berbagai sumber yang ada. Seperti berguru langsung kepada ulama’-ulama’ tsiqah (kredibel dan alim dibidangnya) atau mengkaji kitab/buku yang secara khusus menjabarkan tentang macam-macam sifat terpuji. Semua itu dilakukan agar hidupnya di dunia ini memberi manfaat yang sebesar-besarnya sampai akhir kematian yang telah Allah tetapkan.

Diantara sifat terpuji
Tulus ikhlas sepenuh hati
Dalam beramal setiap hari
Demi mencapai ridha Ilahi

Diantara sifat terpuji yang paling utama adalah rasa ikhlas dan tulus memenuhi hati dalam melakukan amal (perbuatan) apa saja, selama amal itu tidak bertentangan dengan syari’at agama Islam yang mulia. Ikhlas itu adalah sikap hati yang tulus dan bersih dari maksud-maksud yang tidak baik seperti riya’ (pamer), ‘ujub (membanggakan diri), sum’ah (memperdengarkan/membicarakan amalnya sendiri untuk mengharapkan sesuatu) dan takabbur (sombong). Semua maksud buruk ini mesti ditinggalkan sejauh-sejauhnya, agar tercapai ridha Allah yang menjadi tujuan akhir dalam melakukan amal shalih, baik yang bersifat wajib maupun sunnah.

BACA JUGA  Prof Dr Harapandi :Tujuan Menuntut Ilmu

Selanjutnya saling menghargai
Bertegur sapa saling menghormati
Tidak suka mencaci maki
Semua manusia dikasihani

Saling menghargai dengan ucapan dan sikap yang sopan adalah bagian sifat terpuji yang tidak kalah pentingnya dengan ikhlas. Ikhlas itu adalah sikap hati yang tulus mesti dijaga dalam setiap melakukan amal, sedangkan saling menghargai adalah sikap perbuatan yang mesti ditunjukkan secara nyata dalam realita kehidupan sehari-hari. Orang yang pandai menghargai seseorang entah karena perbedaan pendapat atau beda keyakinan, menunjukkan orang tersebut sudah dewasa secara sikap jasmani dan rohaninya.

Diantara wujud saling menghargai adalah bersikap ramah dengan bertegur sapa, saling menghormati, mulutnya terjaga dari suka mencaci maki dengan kata-kata yang merendahkan atau memberi gelar dengar gelar yang buruk. Semua manusia tanpa kecuali dikasihi dengan hati yang tulus tanpa mengharap imbalan apapun, kecuali benar-benar karena Allah semata (lillahi ta’ala).

Selanjutnya saling membantu
Dengan sesuatu yang kita mampu
Bisa dengan berbagi ilmu
Harta dan jiwa bila perlu

Saling membantu adalah sifat terpuji yang sangat dibutuhkan sampai kapanpun. Karena sejatinya manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Orang tua membutuhkan anak, anak membutuhkan orang tua. Guru membutuhkan murid, murid membutuhkan guru. Pejabat membutuhkan rakyat, rakyat membutuhkan pejabat. Orang kaya membutuhkan orang miskin, orang miskin membutuhkan orang kaya. Demikian seterusnya, manusia pasti membutuhkan orang lain untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya di dunia, bahkan untuk kesalamatannya di akhirat kelak.

Membantu itu sifatnya luas dan fleksibel, bisa dengan ilmu, harta, tenaga, ide, bahkan jiwa (nyawa) sekalipun, selama bantuan itu berbentuk kebaikan dan ketaqwaan. Hal ini dengan sangat tegas Allah sampaikan pada surat Al Maidah ayat 2:

BACA JUGA  Ponpes NW JKT Tidak Ingin Ketinggalan Momen Berharga

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Bekasi, 3 Ramadhan 1441 H/27 April 2020 M