Pemprov DKI Jakarta Kembali Perpanjang PSBB Ketat Hingga 14 Hari Mendatang.

Pemprov DKI Jakarta Kembali Perpanjang PSBB Ketat Hingga 14 Hari Mendatang.

Sinar5news.com – Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Kembali memberlakukan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat selama 14 hari ke depan.

Hal ini dilakukan berdasarkan hasil dari pemantauan beberapa hari terakhir ini, kasus positif virus corona belum juga berangsur turun secara signifikan.

Tindakan yang diambil secara tegas tersebut juga berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020 yang mengizinkan perpanjangan selama 14 hari jika kasus belum menurun secara signifikan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjelaskan bahwa Wilayah DKI Jakarta terus melakukan kerja sama dengan Pemerintah Pusat dalam hal Penanganan kasus Virus Corona yang semakin hari terus saja tidak kunjung menurun.

Dari data Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menunjukkan bahwa data kasus Covid-19 yang terjadi di wilayah DKI telah berkurang dan dapat terkendali. Namun kawasan yang bertetangga dekat yakni Bodetabek masih terpantau meningkat, sehingga potensi kenaikan kasus pun tidak dapat dihindarkan.

Menurut Anies, Kemenko Marves sendiri juga ikut setuju dalam perpanjangan massa PSBB Ketat dalam dua minggu kedepan ini.

“Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus covid-19 di Jabodetabek, data DKI melandai, tapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan,” ucap Anies melalui keterangan tertulis, Melansir melalui laman resmi CNN pada Kamis (24/9).

Selain itu, mantan Mendikbud itu juga menyebutkan bahwa hingga kini terlihat beberapa tanda menurunnya kasus positif dan kasus yang aktif di Jakarta, seperti halnya tingkat mobilitas masyarakat menurun ditengah massa penerapan sistem PSBB Ketat ini.

Perlu diketahui, dalam 12 hari pertama di bulan September tercatat sebanyak 3.864 kasus aktif. Namun pada 12 hari berikutnya saat penerapan sistem PSBB Ketat berlangsung tercatat sebanyak 1.453 kasus terjadi. Hal ini merupakan hasil yang terlihat dominan dari beberapa upaya yang telah dilakukan.

Hasil tersebut juga merupakan kerja keras Pemerintah dan juga tidak terlepas dari peran Warga DKI yang disiplin dan taat akan Protokol Kesehatan.

“Penurunan secara grafik pada Kasus bukanlah tujuan akhir dari semua upaya ini. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan. Pemerintah terus tingkatkan 3T (Trace, Test, Treat), dan warga perlu berada di rumah dulu, hanya bepergian bila perlu sekali dan terapkan 3M,” ungkapnya.

Sementara itu, ditengah meningkatnya kasus positif Covid-19 terdapat kabar baik yakni pasien sembuh yang semakin hari pun dominan meningkat.

“Jumlah kasus aktif masih bertambah dan perlu menjadi perhatian terutama terkait kapasitas fasilitas kesehatan. Yang juga perlu menjadi perhatian khusus adalah angka kematian yang masih terus meningkat, meski menunjukkan tanda awal pelandaian yang mana tingkat kematian saat ini sebesar 2,5 persen,” imbuhnya.

Dalam beberapa hari ini ,kasus positif memang terpantau menurun. Namun, hal tersebut juga harus segera diusahakan lebih keras lagi. Anies menegaskan bahwa peningkatan kasus masih harus ditekan Tanpa pembatasan ketat dan dengan tingkat pengetesan tetap seperti saat ini, pertambahan kasus harian di Jakarta diprediksi akan mencapai 2 ribu per hari pada pertengahan Oktober, sedangkan kasus aktif akan mencapai 20 ribu pada awal November.

Jumlah orang yang sudah melakukan pengetesan di Wilayah Jakarta terus meningkat bersamaan dengan bertambahnya kapasitas testing. Hingga 23 September, Jakarta telah melakukan tes PCR terhadap 857.863 orang atau 80.588 orang per sejuta penduduk.

Penerapan PSBB Ketat yang dimulai 14 September lalu diketahui akan berakhir pada 27 September mendatang.

Keputusan ini diambil seiring kasus positif covid-19 di DKI yang saat itu terus meroket.

Untuk data kasus Covid-19 terupdate pada 24 September 2020 di Wilayah DKI Jakarta diantaranya ialah sebanyak 66.731 orang terinfeksi virus corona dengan Jumlah sebanyak 52.648 dinyatakan sembuh dan 1.648 jiwa dinyatakan meninggal dunia

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA