Sinar5news.com Jakarta — Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini menyayangkan pengusiran terhadap Haddad Alwi Assegaf saat memimpin selawat yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Menurutnya, itu termasuk tindakan vandalisme.
“Sangat prihatin dengan pola-pola vandalisme yang cenderung menutup ruang diskusi dan koersif terhadap pemahaman agama yang berbeda,” ucap Helmy melalui keterangan tertulis, Sabtu (21/12).
Dia mengatakan bahwa PBNU mengecam tindakan tersebut. Helmy menjelaskan bahwa setiap orang tidak boleh menuduh orang lain dengan sebutan kafir, syiah, murtad dan sebagainya. Apalagi jika tuduhan itu tidak memiliki dasar.
“Kedepankan sikap hati-hati dalam konteks muamalah diniyyah. Prinsip tabayyun dan verifikasi harus menjadi landasan utama,” kata Helmy.
Dia kemudian meminta umat Muslim untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan peristiwa pengusiran Haddad. Kondisi yang kondusif tetap harus dijaga.
Tidak ketinggalan, Helmy pun meminta kepolisian agar lekas mengusut peristiwa pengusiran Haddad.
“Meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas persoalan ini,” imbuhnya.

