Pandangan Kang AP Soal Istrinya

Pandangan Kang AP Soal Istrinya

“Bang, aku mau beli daster sama gamis lagi boleh? “.
“Boleh dong”.

“Bang, pengen makan mie goreng atau Nasi Goreng. Boleh aku beli? “
“Beli aja syg. Duitnya ada? “.

“Bang, makeup ku habis. Nanti aku mau beli, boleh? “.
“Beli aja kalau masih ada uangnya syg”.

“Bang, boleh aku jajan baso dan seblak di depan sana? “
“Boleh. Mau diantar? “.

Itu baru beberapa permintaan istri saya kalau dia lagi ingin sesuatu.
Saya sebagai suami sih gak pernah melarang dia untuk memakai uang hanya untuk sekedar jajan walaupun dirumah masih ada lauk dan makanan lainnya.
Apa itu bisa di bilang pemborosan?
Ah tidak, anggap saja istriku sedang melakukan program perbaikan gizi.

Lalu masalah daster dan gamis yang selalu dia beli setiap 1 atau 2 bulan sekali? Apa itu juga pemborosan?
Bagi saya tidak, karena kalau istriku lagi pakai daster dirumah itu atas permintaan saya sendiri. Rasanya seneng gitu liat istri pakai baju longgar. Haha.

Masalah makeup dan skincare?
Itu dibilang buang buang duit?
Bagi saya itu adalah cara istri saya cari pahala. Dia dikasih uang buat mempercantik diri, buat seneng suami.
Pahala kan ya? Hi hi

Ada yang bilang, punya istri jangan amat di manja. Nanti dia seenaknya aja!
Ah, itu bagi saya cuma kata kata orang yang merasa belum mampu membahagiakan istrinya, atau malah si istri yang merasa belum terbahagiakan oleh suaminya.

Saya menganggap diri saya sebagai Raja.
Jadi istri raja? Ratu,bukan babu.
Wajar kan kalau saya selalu membolehkan istri saya bahagia dengan caranya.

Pulang kerja, rumah berantakan.
Ya sudah. Kalau saya sempet ya saya bereskan, nah kalau saya sudah kecapekan, biarkan saja.
Akan da waktunya istri beres-beres.
Gak mungkin dia betah juga liat rumah berantakan.

BACA JUGA  Fasilitas Umum Jadi Sasaran Piket Koramil 03 Serengan Patroli Malam dan Penerapan Prokes
BACA JUGA  Ini Saran dan Rekomendasi DPRD Lotim, Pada Penetapan LKPJ Bupati, Untuk Meningkatkan IPM Lombok Timur.

Apalagi kami punya balita.
Butuh tenaga ektra buat sekedar bebenah rumah. Saya paham itu, jadi saya tidak selalu menuntut istri untuk merapikan rumah, masak, nyuci, atau yang lain lain.
Gak sempet masak? Beli.
Gak sempet bersih-bersih?tunggu sampai modd dan tenaga pulih, baru kita kerjakan.
Istri ngeluh cape? Kita dengarkan saja.
Karena pada dasarnya wanita itu ingin di mengerti.

Buat seolah kita itu peduli, itu akan balikin modd dia secepat mungkin.
Kalo bisa, pas istri curhat, kita iya iyain, sambil sodorin bahu. Tanpa sadar istri bakalan ngomel sambil pijit. Haha. Simbiosis mutualisme

Ya semua kembali ke prinsip awal.
Istri adalah Ratu bukan babu.
Dan satu lagi,sedekah paling baik adalah terhadap istri. Apalagi istri pakai uang nya untuk buat suami senang dan kenyang.
Berkah sudah rumah tangga ini.

Suami-suami sayang istri
By kang AP

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA