NOVEL (1) : SON OF THE DRAGON (PUTRA NAGA)

banner post atas

 

 

BIODATAKU

Iklan

Hai 🙂 》》 Nama saya Abdul Quddus Al Majidi. Tinggal di VGH 2 Blok A 5 Nomor 17, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sekarang saya kelas 8 SMP Nahdlatul Wathan Jakarta (Nahdlatul Wathan Junior High School) dan sekaligus menjadi santri. Tepatnya di Jalan Pisangan Nomor 20, RT 001, RW 3, Penggilingan, Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 13940. Nomor teleponnya : 02146820788. Web resmi : Sinar5news.com. Mungkin terlalu lengkap ya? Nggak apa-apa. Agar kalian tau saja, bahwa sekolah ini sangat hebat. Saya punya 2 saudara kandung. Pertama abang yang lagi kerja di Ninja Express namanya Muhammad Akromul Fithrah. Kedua adik perempuan satu-satunya, Maulidia Fakhma Hayati dipanggil Lidia.

Sekarang hampir memasuki new normal, maksudnya semua kegiatan dibuka lagi dan gak ada yang namanya lockdown. Tapi, saya akan kasih pengalaman saya waktu kelas 7. Hah, udahlah, kebanyakan nih biodatanya. Ayo, kita masuk ke sekolah saya!

Suasana di Sekolah dan Pondok Saya

Kata ibu dan ayahku, suasananya sangat sejuk dan nyaman. Jalannya terlihat bersih. Kalau kamu liat dari luar, terlihat banyak pohon yang membuatmu sejuk, terutama pohon jambu air. Tempatnya bagus dan siswanya cukup baik. Kalau kau beruntung, akan terdengar suara burung berkicau disana-sini. Sekolah disini cukup bersih. Kalau ada sampah yang berceceran, kami akan secepatnya mengambil dan membuangnya ke tempat sampah. Kalau kalian kebetulan lewat didaerah ini, jangan terburu-buru! Nikmati keindahan dari sekolah ini. Bukannya sombong, tapi, sekolahku memang sangat indah.

Sekolah. Hem… sekolah ini termasuk sekolah berbasis pesanten, sangat bagus untuk mencari ilmu. Suasananya nyaman, sejuk dan rindang karena banyak pohon disekitarnya. Menurut saya sendiri, SMP Nahdlatul Wathan Jakarta dan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta adalah tempat terbaik untuk berprestasi.

BACA JUGA  HIKMAH DIBALIK CERPEN (7) BERHARGANYA SEBUAH HADIAH

Hari Pertama Mondok

Saya berangkat ke sana tahun 2018 pada bulan Juli. Jam 4 sore. Tentunya, bersama ayah dan ibu saya dengan naik mobil Sport. Maksudnya mobil pesanan Grab, bukan mobil Sport. Walaupun capek dan lelah, tapi terbayarkan karena kami sekeluarga telah sampai di depan gerbang pondok ini. Saya sampe jam 5 sore. Saya merasa sangat gugup. Saya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalamnya bersama orang tuaku.

“De…k, kamu harus kuat ya… kamu harus betah disini…” Kata ibuku. “Iya bu…” Kataku. Setelah itu, kami langsung ke kamar tempat kumenginap di pondok ini. Di sana, saya bertemu 3 orang yang saat itu saya belum mengenali mereka. Orang pertama, dia tinggi, kayaknya sudah SMA. Ya… cukup ganteng bagi seorang laki-laki. Yang kedua, tingginya sama seperti saya, terlihat kuat, dan menurut perkiraan dari Sang Jenius ini, sepertinya dia berasal dari Lombok Timur, baru masuk kesini sama seperti saya. Ketiga, ia agak pendek dari saya, saya tebak, dia orang Lombok Timur juga. Bukan peramal ya… hanya menebak saja.

Keesokan Harinya…

Allahuakbar, Allahuakbar!! Suara mik yang membuat telingaku seketika bangun dari tempat tidurku. Angin seolah menyapaku untuk secepatnya berangkat ke masjid. Pohon disekitarku memberikan suasana yang sangat damai. Tak lama, saya berangkat ke masjid untuk sholat berjama’ah.

Setelah sholat dan zikir, saya langsung balik ke kamar untuk bersiap mandi dan berangkat sekolah.

Setelah mandi, saya melihat pemandangan dari lantai 2 yang sangat indah. Udara di hari Senin ini sangat sejuk. Membuat saya lebih bersemangat untuk mencapai hari yang bahagia ini. Oh iya, bagi santri baru seperti saya tidak mengikuti jadwal pondok dulu. Karena saya masih baru, tidak diwajibkan untuk mengikuti pengajian selama seminggu ini. Bagi setiap santri baru, diharuskan mengikuti MOS, Masa Orientasi Santri. Maksudnya, dalam MOS ini para santri dijelaskan peraturan pondok, suasana pondok, serta dikenalkan Musyrif yang mengajar disini.

BACA JUGA  Cerita Merpati Kepadaku Sore Itu

Hari Pertama Sekolah

Bel sekolah telah berbunyi, saya sudah menunggu setengah jam di kelas 7 D. Sekarang sudah jam 7 pagi. Waktunya untuk upacara bendera (flag ceremony) di lapangan. Sehabis itu, saya masuk ke kelas masing-masing untuk membawa buku untuk acara MOS, Masa Orientasi Siswa. Saya dikasih makanan dan minuman oleh aban-abang dan kakak-kakak yang bertugas untuk mengasih tau tentang keadaan sekolah. Ilmu dapat, hati senang. Itu yang akan kau dapatkan kalau sekolah di SMP Nahdlatul Wathan Jakarta. Makanya buruan daftar, biar gak kesasar. Bisa daftar melalui online di 089677937893 atau menghubungi Ust. Sarbini di nomor 0819 3255 1275

Kunjungi web media resmi juga ya… :

Sinar5news.com

Kayak lagi promosi aja. Hem… sekalian sponsorin juga. Liat juga, ceritaku yang lain dengan mengetik, “CERPEN INSPIRATIF ABDUL QUDDUS AL MAJIDI”

Hah, udah banyak betul nih tulisannya. Tunggu tulisan saya selanjutnya ya… Good bye…