Sinar5news- Musibah banjir yang melanda Jakarta, Bekasi, Tangerang, yang sempat merendam beberapa pemukiman terkhusus di area bantaran kali Ciliwung yang dilewati oleh aliran air Katulampa Bogor yang sempat menghebohkan warga dan negara sehingga dampak dari banjir ini sebagian warga masih dalam pengungsian akibat rumah mereka yang terendam.
Presiden RI dengan aikon sapu bersih Prabowo Subianto turun gunung meninjau wilayah yang terkenak banjir. Begitu juga dengan wakilnya Gibran turun di wilayah yang berbeda. Ada hikmah yang bisa diangkat dari peristiwa banjir kali ini. Adalah kemampuan kepala daerah menterjemahkan hasil retreat presiden di Magelang selama satu Minggu. Agar seluruh kepala daerah dapat kerja cepat tuntas berkolaborasi dengan sungguh-sungguh menghadirkan pelayanan kepada warganya.
Terhadap dampak yang ditimbulkan banjir, terutama kepala daerah yang wilayahnya terkenak banjir seperti Gubenur Jawa Barat, Bupati, dan Wali Kota Bekasi, Bupati Tangerang dan wali kota Tangsel, wali kota Depok bersama Gubenur Jakarta perlu duduk bareng bersama kementrian terkait agar duduk permasalahan bisa terurai tidak parsial. Inilah makna retreat Magelang agar kelak daerah dapat berkolaborasi menentukan langkah bersama mengatasi persoalan kewilayahan untuk pelayanan prima terhadap rakyat.
Program besar retreat terhadap kepala daerah diatas adalah uji coba yang lansung ditest alam. Sejauh mana para kepala daerah dan kementrian dapat menjalankan instruksi presiden sebagai kepala pemerintahan dan pang lima tertinggi di NKRI. Inilah wujud nyata kita sebagai negara kesatuan terbentang luas sambung menyambung menjadi satu. Tentu, semua langkah kepala daerah yang dilalui banjir sekalipun berbeda wilayah akan diuji disini, sebagai pembuktian wujud pikiran dan tindakan terkhusus kepala daerah menyatu menyelesaikan banjir untuk kehidupan warga yang sejahtera adil makmur sentosa.
Inilah pesan kemerdekaan sesungguhnya yang diperjuangkan seluruh tumpah darah tempo dulu, berperang mengusir penjajah dari bumi Nusantara. Para kepala daerah di seluruh Indonesia, sudah dimasukkan camp. Untuk menata pikiran dan tindakan, agar satu visi menyamakan persepsi. Untuk bekerja menghadirkan pelayanan prima, terhadap seluruh rakyat Indonesia yang sudah memilih menitipkan amanah untuk mereka para kepala daerah.
Tentu dalam menangani musibah banjir ini, tidaklah elok jika hanya menyerahkan semua urusan ke pemerintah. Masyarakat ormas, partai atau komunitas lainnya haruslah dapat mengulurkan tangannya membantu meringankan beban masyarakat dan ummat yang terkena banjir. Inilah makna kita sebagai negara kesatuan negara Pancasila. Selalu bersama bersatu menghadapi segala macam bentuk ancaman, tantangan, ganguan dan hambatan sebagaimana yang sudah dicontohkan leluhur kita membangun negri dan memerdekakan negri kita Dari penjajah.
Solidaritas kita sebagai bangsa diuji disini, sampai mana kekuatan keterpanggilan jiwa kita, melihat saudara kita yang rumahnya tenggelam tanpa ada harta bendanya yang bisa diselamatkan, selain sehelai baju celana dikandung badan. Pancasila kembali diuji disini, sebagai falsafah yang lahir dari rahim Ibu Pertiwi untuk bersama saling asih asah dan asuh gotong royong.
Mari terus kita jaga budaya kita Pancasila, yang selalu setia dalam kebersamaan. Susah maupun senang kita pikul bersama, terkhusus para pemimpin bangsa, daerah. Partai, ormas dan kaum dermawan lain yang memiliki kelebihan keluasan harta benda agar dapat membantu warga miskin yang tertimpa musibah banjir. Karena, kita adalah saudara sebangsa setanah air yang dilahirkan dari rahim Ibu Pertiwi dengan ajaran Pancasila, satu menangis semua ikut merasakan. Kita adalah satu tubuh Pancasila Bhineka Tunggal Ika.
Dengan semangat retreat Magelang agar kepala daerah di seluruh Nusantara kembali menjalankan tugas pengabdian kepada merah putih melayani rakyat, menegakkan aturan tegak lurus. Membangun daerah tanpa merusak alam agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan datang. ( Presiden Kebangsaan)


