Mewujudkan mimpi NW Refleksi Waksiat Renungan Masa

banner post atas

Beredarnya ajakan vidio muktamar, kongres atau musyawarah besar  bersama. untuk kembali bersama dalam rumah bersar Nahdatul Wathon (NW), yang lansung diungkapkan TGB membawa angin segar bagi kita ummat bangsa khususnya abituren dan pencinta NW di seluruh persada Nusantara dan dunia Internasional. Kemelut panjang organisasi besar pergerakan ummat yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial ini. sudah membuka ruang islah, sebuah keputusan berlian yang meletakkan kepentingan ummat dan jamaah diatas segalanya. Ini adalah perilaku negarawan yang mengedepankan suri tauladan sebagaimana peraktek dan ajaran kenabian. 

 
Dua puluh tahun lebih gejolak ditubuh ormas ini sempat dilanda badai atas kerasnya arus politik kekuasaan yang mengitari. Sehingga tidak terelakan pertempuran perebutan ketua sebagaimana yang sering terjadi ditubuh partai dan ormas tidak bisa dihindari. Pergolakan ini telah menjadikan ummat dan jamaah terbelah secara struktural. Dualisme kepemimpinanpun terjadi dengan mengklaim semua pihak adalah konstitusional. Terpilih sesuai hasil muktamar yang sah dan berdasarkan aturan dan mekanisme organisasi.
 
Selaku abituren yang patuh dan taat sama titah sang Maha Guru TGH.Zainudin Abd.Majid yang merupakan pendiri NW. Melihat dualisme kepengurusan ini, jamaah hanya pasrah kebingungan. Karena gesekan ditingkat gras road acap kali terjadi, padahal sama-sama warga NW dan masih memiliki ikatan hubungan kekeluargaan. Kini, masa itu sudah dilewati dengan darah dan air mata. Sementara jamaah tak pernah berhenti berdoa mengetuk pintu langit, bermunajat bersama, terus berupaya menyuarakan persatuan, menyatukan barisan. maju bergerak bersama dengan cita dan harapan yang sama. membumikan ajaran Nahdatul Whaton keseluruh pelosok persada Nusantara bahkan ke seluruh alam. 
 
Sementara kami disini Tanpa ikut larut terpolarisasi dengan salah satu kubu. Melalui untaian bait-bait  hizib yang terus bergema baik dari bilik-bilik rumah, surau, langgar dan menara masjid mushalla di tanah Jakarta ibu kota negara. Dikomandani Ket.Himalo yang juga PW NW DKI  terus menebarkan sayap-sayap perjuangan hampir di seluruh Jabodetabek. Gema Hizib sudah sangat familier di ibukota dengan jamaah yang sudah sampai empat ribuan. Beliau senantiasa mengajak untuk kembali bersama kompak utuh bersatu. Selalu diutarakan dalam setiap kesempatan dan acara. 
 
NW DKI adalah pelopor penggerak perubahan ke arah jalan yang lurus. Hal demikian mesti kita harus perlihatkan kepada dunia bahwa NW kita adalah rumah besar kita, rumah perjuangan kita. karena disini, dalam organisasi NW bukan untuk cari makan tapi wadah perjuangan. Masa pergolakan atas kekerasan politik yang telah membelah NW tempo dulu. hari ini, harus dihentikan. Seruan dan ajakan muktamar bersama perlu disambut dengan kesukuran bahwa NW sebagai Ormas keagamaan mesti memperlihatkan suri tauladan yang baik kepada ummat, bangsa, negara dalam menjalankan roda  organisasi dan fungsinya mendidik ummat menuju Indonesia maju selamat dunia akherat. Ayo kembali ke khittoh. Pesan Maulana.
 
Kepada semua warga dan jamaah abituren yang cinta Maha Guru. mari satukan barisan untuk kembali kompak, utuh, bersatu sebagai mana Waksiat Renungan Masa. dengan duduk bersama menyatukan hati, berhizib bersama seperti sedia kala. Kita kobarkan semangat persatuan ini dimanapaun kita berada, kita harus perlihatkan sama mereka yang menghalangi persatuan ini. seberapa banyak jamaah yang mau bersama bersatu dengan mereka yang menghalangi persatuan. Kekuatan orgsnisasi ada pada kita selaku jamaah anggotanya. Saatnya jamaah terus berteriak lantang terus gemuruhkan Nusantara ini khususnya pulau seribu manara. Dengan semangat dan cita bersama untuk kembali Kompak Utuh Bersatu. 
 
Kita warga NW terlebih pengurus bahkan pimpinannya harus berpikir demi kemajuan ummat dan warga serta jamaah yang secara garis besar posisi tawar Lombok dan kemajuan sumber daya  manusianya masih sangat tertinggal dengan daerah lain di persada Nusantara ini. Padahal hampir di setiap tikungan dan gang kita punya Tuan Guru dan Masjid. Selaku organisasi besar NW mesti bertanggung jawab atas maju mundurnya kewilayahan dan anggota jamaahnya. Karnanya wujud tanggung jawab tersebut NW mesti menjadi garda terdepan dalam kemajuan ummat bangsa sebagaimana cita cita dan harapan dari Hizib yang kita baca sebagai wirid.
 
Fungsi dan peranan organisasi juga harus dapat menghadirkan kesejahteraan jamaahnya. Peran ini akan sulit tercapai jika tanpa persatuan dan kekompakan dalam garis organisasi. Atas beredarnya Vidio ajakan berkumpul berserikat bersatu lagi. lalu disaat yang sama beredar Vidio menolak ajakan persatuan. Harus kita sadari masih ada segelintir oknum yang menghalangi persatuan ini. Kita mesti sadar kebenaran dan niat yang tulus kembali kejalan bersama untuk meninggikan perjuangan dalam menghadirkan ummat yang unggul harus kita lakukan. Dan pasti kita ditolong yang Maha Penolong. Pokoknya NW pokok NW iman dan taqwa. 
 
Penulis adalah  : Dir.Peresedium Forum Kebangsaan Ket.PD NW Jakarta Pusat.
BACA JUGA  Masa Transisi Darurat Gempa NTB di Perpanjang Hingga Akhir Tahun.