Menteri BUMN Gabungkan Bank Syariah Milik Negara, TGB : Langkah Penting Untuk Kemajuan Ekonomi Indonesia

banner post atas

Sinar5news.com – Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berwacana ingin menggabungkan bank-bank umum syariah milik Himbara. Dalam wacana tersebut, mantan Gubernur NTB, yakni menilai bahwa hal tersebut merupakan sebagai satu langkah yang sangat penting untuk membesarkan dan memajukan ekonomi dan bisnis syariah di Indonesia.

“Langkah yang sangat penting. Merger harus benar-benar berdasarkan kebutuhan. Kebutuhan masyarakat sebagai pengguna bank dan kebutuhan pemerintah sebagai pemegang saham. Dan itu perlu kajian komprehensif,” Ucap mantan gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini dikonfirmasi, Rabu, 8 Juli 2020.

Memang pada dasarnya saat ini Indonesia yang notabennya adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia namun, sektor keuangan syariahnya masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Malaysia dan Inggris. Malaysia saat ini memimpin perkembangan keuangan syariah di Kawasan Asia Tenggara, sedangkan Inggris adalah yang terdepan di sektor keuangan syariah di Eropa.

Bahkan Vice President Senior Analyst Moody’s Investors Service, Simon Chen pada sebuah interview dengan Asian Banking & Finance pada bulan November 2019 lalu mengatakan bahwa bank-bank syariah Malaysia lebih unggul dalam transformasi digital dibandingkan bank-bank syariah Tanah Air. Untuk itu, selain akan menarik lebih banyak investor dari Timur Tengah, rencana penggabungan bank syariah adalah sebuah langkah strategis yang dibutuhkan untuk memperkuat sektor syariah dalam negeri, mendorong transformasi, dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan syariah global, selain Malaysia, Timur Tengah, dan juga Inggris.

TGB selama menjabat Gubernur NTB dua periode dari tahun 2008 – 2018, memiliki pengalaman mengkorversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah, pada tahun 2018. Selain itu, selama menjabat Gubernur NTB, beliau juga diinisasi merger delapan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di seluruh kabupaten/kota se-NTB yang hingga saat ini masih berjalan.

BACA JUGA  Gubernur NTB, Terima Penghargaan Karya Bhakti Peduli Satpol PP Pada HUT Pol.PP Ke 70.

“Karena kajiannya mengatakan lebih baik dimerger. Alhamdulillah, hasilnya bagus. Lebih efisien dan kompetitif,” katanya.

Menurut TGB, saat ini perangkat regulasi keuangan syariah di Indonesia cukup lengkap. Berdasarkan data Islamic Development Indicator Report, Indonesia disebutkan masuk tiga besar negara yang menguasai pasar obligasi negara syariah (Sukuk) global, Selain itu, Indonesia adalah negara pertama yang menerbitkan Green Sukuk.

Seperti pada 19 Februari 2019 lalu, Pemerintah Indonesia telah mendaftarkan dua obligasi negara syariah hijau senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai. Pencatatan ini menjadikan Indonesia sebagai negara penerbit sukuk terbesar berdasarkan nilai tukar yakni, dengan total mencapai US$ 15 miliar dari 11 emisi.

Kita punya ekonomi yang relatif punya resiliensi tinggi, bahkan di era krisis. Hanya memang masih ada persepsi bahwa perizinan terlalu pelik, bertele-tele, dan sering berubah-ubah. Itu yang perlu dihilangkan dengan reformasi birokrasi yang konsisten,” kata TGB.

Rencananya, pada tahun depan tiga bank syariah yaitu PT BRI Syariah, PT Bank BNI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri, akan dimerger menjadi bank syariah terbesar milik Himbara.