Menakar Peluang Independen di Tengah Covid 19

banner post atas

Sebagai antitesa dari gerakan reformasi politik yang menginginkan adanya partai rakyat atas perlawanan terhadap partai yang sulit dimasuki kalangan tokoh yang ingin maju dalam Pemilukada, dominasi partai yang sangat kuat kala itu. kemudian melahirkan jalur independen sebagai jalan tengah mengakomodir sebagai kendaraan politik yang sah dapat dijadikan jalan alternatif selain partai politik untuk maju sebagai kepala daerah. Dalam kancah pertarungan Pemilukada, Independen selalu muncul di semua wilayah di Indonesia.  Pertanyaan besarnya sejauh manakah Independen mampu menjadi pemenang.

Menjadi menarik kita amati lebih dalam sebagai kendaraan non partai yang seharusnya akan dengan mudah melenggang memenangkan pertarungan sebagai kepala daerah. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan dalam mengalahkan partai. Padahal jika melihat sejarah kehadiran Independen adalah jawaban atas kejenuhan dan ketidakpuasan rakyat atas partai yang cendrung acuh tatkala berkuasa dan lebih mementingkan kelompok, golongan dan perintah pimpinan partai dapat mengalahkan kepentingan warga masyarakat umumnya. Sehingga kebijakan kepala daerah sering tersandra oleh pimpinan partai saat itu.

 
Dalam konteks Pemilukada Lombok Tengah, menjadi sangat menarik dengan munculnya calon independen. Akankah Independen mampu mengambil alih kepemimpinan yang selama ini selalu di menangkan oleh partai khususnya Golkar. Mengingat prestasi kepemimpinan kepala daerah di wilayah Lombok Tengah pasca reformasi sampai saat ini masih belum memuaskan semua kalangan masyarakat. Sebagai daerah tujuan wisata yang memiliki sirkuit motor GP kelas dunia satu satunya di Indonesia. Pemerintah yang didukung rakyat penuh akan sangat mudah untuk menyelesaikan kemelut dilapangan untuk percepatan pembangunan dan penyelesaian sirkuit dan destinasi dunia mandalike. 
 
Hanya dengan dukungan yang kuat dan penuh dari rakyat pemimpin Lombok Tengah akan datang dapat secara leluasa dan mudah membereskan semua persoalan di lapangan. Tanpa ikut campur kekuatan politik partai yang akan sulit dirajut dalam waktu singkat. Hanya dengan jalan ini agenda besar pembangunan sirkuit dan mandalike akan menemukan titik terang. Ketika calon pemimpin Lombok Tengah berani berjanji membereskan dua agenda besar ini menghadirkan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Lombok Tengah khususnya dengan begitu rakyat akan dapat menilai melihat lansung bukti yang yang disuguhkan. Maka, jalan terang merebut kepemimpinan Lombok Tengah sudah terbuka lebar. 
 
Tipelogi yang disukai rakyat Lombok dalam hal pigur model pemimpin yang didambakan rakyat  sangat sederhana. Sesuai dengan karakteristik warganya yang sangat ramah apa adanya karena masyarakat Lombok adalah lurus, masuk melebur tanpa sekat dan jarak sebagaimana budaya begibung. Melepas semua identitas yang melekat lalu bersama sama duduk sama rendah beridiri sama tinggi. Makan bersama tidak ada perbedaan. Independen sudah sangat sesuai dengan budaya sasaq lebih luas lagi budaya Nusantara.
 
Orientasi pemimpin masa depan adalah hadir melayani, rajin belusukan, tidak hanya menunggu laporan tapi lebih sering terjun lansung. Inilah model yang diterapkan Jokowie memenangkan semua pertarungan mulai dari tingkat walikota sampai presiden. Pemimpin masa depan adalah yang mampu memberikan harapan warganya untuk hidup lebih layak lebih sejahtera. Mengajak warga berpartisipasi dalam pembangunan dan kontrol sosial sehingga semua elemen bergerak bagaikan lokomutif berjalan pada garis komando real yang benar. Dan yang terpenting dapat menjadi suri tauladan baik perkataan maupun perbuatan. Untuk tidak bertindak melawan hukum.
 
Gaya dan model kepemimpinan diatas akan sangat mudah dijalankan oleh Independen yang  hanya berhutang budi sama pemilihnya rakyat yang memilih sebagai penyambung lidah rakyat. Sudah barang tentu perlawanan sengit akan dimainkan oleh semua kandidat karena mereka semua ingin menjadi pemenang. Solidaritas kekuatan hubungan antar kader dalam tubuh partai yang sholid dan tetap terjaga akan susah dikalahkan. Akan tetapi, jika ada keretakan adalah kesempatan bagi Independen untuk berbenah dan terus bergeliriya menyapa rakyat bawah.
 
Pemilu di tengah wabah covid 19 ini tentu akan banyak menyita waktu dan tingkat partisipasi warga akan sangat menentukan. Mengingat kondisi keuangan semua terbatas. Hanya pemimpin yang berjiwa Entrepraneur menghadirkan harapan baru, bermitra dengan investor yang survevel dalam menjalankan roda pembangunan daerah tidak melulu mengandalkan dana pusat yang terbatas. Kemauan mencari trobosan sebagai mana Ahox membangun Jakarta akan tetap menjadi primadona dimata warganya. Sudah barang tentu investor yang sehat dan bersih semata mata untuk kesejahteraan rakyat. 
 
Mencari investasi yang murni membangun memang sulit tapi pasti ada jika mau dicari dan saling membangun komitmen menjaga keberlangsungan investasi yang saling menguntungkan lebih-lebih untuk kemajuan daerah dan hadirnya lapangan pekerjaan untuk warganya. Memberikan ruang buat rakyat berjumpa lansung dengan bupatinya ini juga mesti diagendakan walaupun satu Minggu sekali dilaksanakan sehingga pimpinan daerah mengetahui kejadian real dilapangan. Ini adalah cara pemimpin mendengar lansung dari bawah bukan hanya terima laporan. Memangkas birokrasi yang berbelit Belit sehingga dapat menghadirkan pembangunan dan invetasi yang cepat. Pemimpin daerah harus koopratip berkomunikasi dengan pusat bermitra dengan lembaga atau warga yang dipandang mampu membantu menghadirkan pembangunan untuk daerah. Menghadirkan program program unggulan yang dapat dirasakan lansung faedahnya bagi warga. Semisal keamanan dan jaminan usaha, menjembatani warga pesisir pemilik lahan untuk bertemu investor sehingga kerjasama yang bermartabat saling menguntungkan antara pemilik lahan  Pemda serta investor  sama sama menui hasil. Pemilik lahan mendapat sewa Pemda mendapat pemasukan pajak warga sekitar dapat bekerja dan investor mendapat kepastian usaha dan jaminan keamanan. Relawan yg sholid bekerja dengan hati yang terus menyapa ditingkat grasroad. 
 
Dengan demikian peluang Independen sebagai partai rakyat yang disiapkan negara untuk mengakomodir calon dari luar partai akan bisa menghiasi hati rakyat untuk memilihnya. Mari kita sebagai warga memilih dengan cermat dan melihat kemampuan calon untuk dapat menghadirkan suri tauladan untuk masa depan negri yang lebih baik. Memimpin dengan keteladanan adalah  kata konci memenangkan pertarungan. Merdeka! ( Penulis adalah Dir. Presidium Forum Kebangsaan dan Praktisi Pendidikan.)