MEBUMIKAN PANCASILA oleh : Samianto Dir. Presedium Forum Kebangsaan.

0
198
banner post atas

Pancasila adalah roh dan napas NKRI yang digali dari perut bumi persada Nusantara yang telah disampaikan secara resmi dalam pidato kebangsaan di gedung PBB oleh almukarram kh.ir.soekarno selaku presiden pertama dan proklamator negara kesatuan republik Indonesia. Ini sudah final sebagai gerakan revolusioner seluruh rakyat Indonesia menuju bangsa yang berperadaban merdeka adil makmur sejahtera lahir dan bathin.

Sebagaimana yang kita pahami dan maklum semua sudah sering kali Pancasila digoyang antara peralihan kekuasaan dari orde lama ke orde baru dengan gerakan G 30 SPKI. sampai hari ini, dengan istilah Kardun dan PKI kembali semarak mengemuka terus menebar propaganda, kebencian agar satu sama lain saling berhadapan. Lagi dan lagi kita pribumi warga Bumi Putra dihadapkan pada peristiwa yang silih berganti terus menerus menggerogoti semangat kebhinnekaan dengan berbagai macam propaganda dengan istilah kardun, PKI, asing dan aseng yang masih mengemuka. Ini tentu akan menghambat laju dan gerakan pembangunan Indonesia maju sebagaimana proyek agenda prioritas Jokowi Amien pada priode kedua ini. Hal ini tentu sudah mencederai kebhinnekaan.

Pemerintah khususnya presiden harus berani menerobos melawan arus gelombang apapun untuk mewujudkan agenda besar pemerintah menghadirkan kesejahteraan rakyatnya dengan berorientasi pada pembangunan ekonomi PANCASILA yg sudah digariskan pendiri bangsa Mohammad Hatta. Melalui ekonomi kerakyatannya. Bahwa negara harus dan wajib hadir bersama rakyat dalam menjalankan roda perekonomian. Panduan dasar menjalankan ekonomi PANCASILA ini sudah termaktub dalam UUD’45 yg sudah sangat jelas. Presiden dipilih rakyat untuk menghadirkan keadilan sosial.

Iklan

Pada dasawarsa presiden kita yang ke 6 ini, sudah semestinya gerakan membangun ekonomi PACASILA harus sudah menjadi bagian terpenting negara dalam menyusun dan mengambil kebijakan. Agar senantiasa bermuara untuk kepentingan bangsa dan rakyat. Bukan kepentingan kelompok, dan partai manapun serta golongan.

Melalui momentum peringatan hari kelahiran Pancasila ini sudah tidak ada lagi yang perlu didiskusikan karena semua sudah jelas dan sudah tertulis. Tinggal pemerintah baik pusat maupun daerah membumikanya dalam kerja nyata mewujudkan keadilan sosial dengan agenda yang lebih mengedepankan kepentingan rakyat dalam semua aspek kehidupan.

Hanya dengan jalan dan cara ini kondisi Indonesia akan maju, menjalankan perintah amanah dan janji para pendiri bangsa yang belum tuntas. Sementara tugas generasi masa depan terus ikut mengawal dan terlibat membagun dengan apa yang bisa diperbuat untuk bangsa dan negara.

Semangat gotong royong ajaran PANCASILA disaat kondisi bangsa sedang diuji disini, sekarang ini warga bangsa dimanapun berada dituntut bahu membahu terus bergandengan tangan terhadap cobaan bangsa yang menerpa kita semua warga bangsa dengan maraknya wabah covid 19 ini. Walapun sudah masuk ke New Normal tapi masih sangat terasa goncangan yang ditimbulkan. Lagi dan Lagi PANCASILA diuji sebagai filosofi bangsa yang menyatukan tumpah darah NKRI.

Mari kita terus merawat menjaga PANCASILA. ini adalah rumah kita. Ajaran dan nilai yang terkandung di dalamnya sebagai jiwa dan napas landasan gerak seluruh tumpah darah. Terhadap mereka yang terus menggerogoti ajaran PANCASILA dengan  istilah Kardun, PKI dan Aseng. Berhentilah karena PANCASILA tidak mengajari kami warganya menebar perselisihan. Akan tetapi sebaliknya PANCASILA mengajari semua ummat agama untuk menerima perbedaan sesuai dengan landasan kebhinnekaan. 

kepada semua warga bangsa apapun keturunannya baik asing, arab, india. Tionghoa, mari melebur dengan PANCASILA  berislam bukan bergaya Arab, Hindu bukan bergaya India, konghucu bukan bergaya china. Kristen dan katolik  bukan bergaya eropa. Tapi jadilah orang Indonesia dengan gaya Indonesia dengan jiwa PANCASILANYA. inilah yang membedakan kita dengan ummat dan bangsa lain. Kita sudah disatukan dengan budaya Nusantara dengan karakteristik ke Indonesiaan. Penuh cinta damai, moderat saling mengasihi dan menyayangi dengan semangat yang sama PANCASILA.