Masa Depan Mahasiswa Online Oleh : Dewi Sasmita

0
124
banner post atas

Mahasiswa yang selalu identik dengan Kegiatan padat dikampus, aktivis, mendadak berubah menjadi Aktivis online & Kegiatan padat semua dilakukan diatas Kasur. Apa-apa dikerjakan diatas Kasur, Persentasi diatas Kasur, Rapat diatas Kasur, Seminar diatas Kasur, semua berubah dengan sangat Signifikan.

Sebelum Pandemi masuk Di Indonesia, Industri 4.0 sedang hangat-hangatnya dibicarakan dimana-mana & disemua kalangan, banyak Organisasi Internal Eksternal Kampus mengangkat Tema yang sama. Segalanya dikaitkan dengan Industri (Four point O) 4.0, sampai-sampai Kegiatanpun dilebelkan versi Industri 4.0. Sampai-sampai agama pun disesuaikan dengan industri ini. (Kalau tidak percaya tonton di yutube)
Setelah Pandemi masuk, semua kegiatan kampus berinovasi menjadi Online Learning. Dan Semua propesi hampir-hampir melakukan Perkerjaannya dari Rumah (Work from Home)

Saya membayangkan, Pandemi ini berlangsung selama Bertahun-tahun, Manusia akan tetap berdiam diri Di Rumah. Dan Dunia akan mulai beralih ke revolusi industri 5.0, IoT (Internet Of thing) akan mulai banyak di Gunakan dikalangan masyarakat. Para Engineer akan menciptakan Mesin Pengantar Makanan, Mobil tanpa Supir, Tenaga Medis digantikan dengan Robot wkwk, Kasir & pelayan toko diganti dengan Robot wkwk hampir-hampir semua perkerjaan manusia digantikan oleh mesin, Mesin berkerja Diluar Ruangan sedang Manusia tetap Stay Dirumah, Melindungi diri dari Virus. (Wah nekat banget mikir kaya gini padahal saya ngga tau apa-apa)

Iklan

Dari situasi seperti ini saya menyadari betapa Pentingnya Soft Skill harus dimiliki Manusia terutama Kreativitas untuk menciptakan Inovasi-inovasi Baru. Kalau hanya menjalankan usaha-usaha yang sudah Ada peluang Untungnya sangat sedikit juga Persaingannya sangat ketat, itu membuktikan Betapa Pentingnya Kreativitas Manusia.

Ilmu Pemecah Masalah (Problem Solve)  juga salah satu Soft Skill penting yang harus dimiliki manusia, karena sadar tidak sadar Pandemi ini adalah Masalah untuk semua kalangan, kalau kita tidak memiliki pengetahuan untuk memecah masalah semua akan terasa seperti Nestapa yang diberikan oleh Tuhan hingga mentok-mentok Manusia akan mengalami Depresi paling parah lagi peluang untuk (Suicide) semakin besar karena Kesulitan Hidup yang dialami selama Pandemi ini.

Masih banyak lagi Soft skill yang harus dimiliki manusia dimasa Sulit seperti ini, jadi selama menganggur #DirumahAja alangkah baiknya digunakan untuk Mengasah & mempelajari soft skill, supaya kita Tidak Mati Kutu karena tidak bisa menyesuaikan diri dengan Kondisi Zaman.

(Tulisan ini ngga punya alur, nyambungnya kesana Kemari, intinya tulisan ini mengandung Narasi untuk Mengasah skill & Soft Skill.)

Kembali ke Judul, Masa Depan Mahasiwa Online. Ini agaknya sangat menghawatirkan bagi saya Pribadi, Kuliah yang akan Selesai Tahun depan rupanya menjadi tantangan tersendiri bagi saya sejak Hari ini. Melihat angka Sarjana pengangguran Di Indonesia yang setiap Tahun tidak pernah Melandai sampai-sampai Pemerintah mengadakan Program Kartu Pra-kerja untuk mengurangi Populasi Pengangguran wkwk namun sayangnya Belum berjalan sampai detik ini ditambah lagi Pandemi menghambat semuanya.
Saya memikirkan bagaimana nasib Saya dan Mahasiswa lainnya 2-4 Tahun kedepan.

Ketika semuanya dilakukan secara Online, Ruangan Kelas sudah tidak lagi dibutuhkan cukup mencari Ruangan nyaman yang ada dirumah saja sudah bisa menjadi Ruang Kelas Online. Platform untuk Belajar Online sudah sangat Banyak ada Zoom, Google meet dan banyak lagi dan ini juga menjadi tantangan yang sangat mengancam bagi Oprasional Kampus, yang mana ada ancaman besar di masa mendatang Kampus bisa-bisa tidak terpakai lagi yang tentu akan ber-efek pada banyak orang, staf kampus, cleaning service kampus, scurity kampus, akan terancam pula masa depannya.

Lebih menghawatirkan lagi jikalau beberapa Tahun kedepan Pandemi ini masih belum hilang, Eksistensi Ijazah Sarjana sudah tidak diperlukan lagi karena banyak Perkerjaan Online yang lebih menjajikan seperti Youtuber, Vloger, sangat menjajikan Uang walaupun tanpa Ijazah. Kompetisi ini sangat Menggiurkan, cukup memiliki Skill untuk dijadikan Konten untuk menarik viewer & Subcriber saja sudah bisa menghasilkan uang, sehingga Minat Belajar Mahasiswa nantinya akan lebih tertuju pada Belajar Skil, bukan belajar Ilmu ke-profesi-an.

Lebih-lebih lagi, Media online ini sangat mengancam mahasiswa yang Mengambil Jurusan Pendidikan yang mana Ruang Belajar Siswa telah diambil alih oleh Media yang akan semakin mempersempit peluang Untuk menjadi Tenaga Kerja dimasa mendatang (kecuali Tenaga Kerja modal Ikhlas)

Kondisi serba Online ini juga mengancam Kedisiplinan Mahasiswa, yang biasanya Mahasiswa Terkenal Disiplin Belajar sesuai jam masuk Dosen, setelah pandemi Belajarnya sesuai Mood, kalau lagi Mood akan Disiplin mengikuti Perkuliahan kalau lagi tidak Mood, Perkuliahan hanya dianggap angin lalu dan kebanyakan Mahasiswa tidak disiplin mengikuti Perkuliahan online (ini Fakta) ini jelas akan melunturkan Sikap Kedisiplinan Mahasiswa.

Terikisnya Adab Mahasiswa dalam Belajar juga menjadi salah satu persoalan ditengah Pandemi ini, karena media pembelajaran secara Online, Mahasiswa akan merasa bebas untuk menyimak atau tidak, mahasiswa semakin tidak mempedulikan adab dalam belajar, Contoh : Belajar via Grup whatsApp sambil Rebahan, dengan Pakaian tidak Rapi, sambil makan, sambil mendengarkan Musik tentu dalam islam ini sangat Su’ul adab terhadap para Mu’allim. Sehingga ini menjadi ancaman dimasa depan Mahasiswa akan Krisis Adab terhadap Dosennya.

Ada banyak lagi ancaman-ancaman yang akan Dihadapi oleh Mahasiswa di masa Mendatang kalau pandemi ini belum berakhir, yang akan mengancam Masadepan Mahasiswa. Kalau bukan mengasah Skill, apalagi yang bisa kita Harapkan untuk Bertahan Hidup dimasa yang akan datang. Tapi saya beruntung menjadi mahasiswa Online ditingkat Akhir, 3 Tahun dihabiskan untuk belajar Offline, merasakan Pahit manisnya dunia perkuliahan.